Ramadhan dan Rindu yang Purba

Jari-jari saya memilin-milin benang-benang di ujung sajadah yang menjuntai. Saya duduk di dalam shaf di antara ratusan orang yang menunggu tarawih. Bisikan-bisikan tasbih, takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar, tipis-tipis saya dengar dari banyak… Continue reading

“Hati-hati Kau…”

Saya sudah tahu sejak sangat awal sekali bahwa apa yang disebut perasaan itu tidak pernah bisa mudah diselami. Saya sendiri tidak pernah tahu sedalam apa perasaan saya sendiri. Maka, ketika di saat awal… Continue reading

Now I Can Fly to Nepal!*

Saya ingat betul ketika masih duduk di bangku SMP, Bapak Yosef merentangkan peta dunia lebar-lebar di depan kelas. Beberapa anak dipanggil namanya oleh Pak Guru. Ia meminta anak-anak didiknya menunjuk satu titik di… Continue reading

Air Mata Bukan Bangsat

aku tahu kini kenapa air mata itu selamanya adalah air. tidak berupa gas atau padat. tapi cair.

Negeri Dikangkangi Cumi-cumi

Ada hari-hari ketika manusia tidak terlalu suka pada apa yang dijalani tapi toh harus ia jalani juga. Bukan untuk sekadarnya, tapi untuk tahu bahwa ia kuat dan mampu bertahan. Mungkin seperti yang sedang… Continue reading

#BaladaFreelancer Simple Santolo

Masih di Garut, di suatu pagi yang biasa-biasa saja, saya sampai di daerah pesisir sebelah selatan Garut. Bangunan-bangunan yang tidak tertata rapi berjajaran di pinggir-pinggir pantai. Ada yang berupa penginapan kelas melati, ada… Continue reading

#BaladaFreelancer Nikmat Papandayan

Mata saya silau pada bebatuan kapur yang menutupi daratan yang saya injak. Bau belerang merasuk-rasuk lewat kedua lubang hidung. Asap-asap menguar dari kawah-kawah aktif yang tersebar melubangi daratan kapur. Saya mengernyit terus selama… Continue reading