Daun Ek dan Perempuan Poni

Aku merasa salah satu daun ek yang jatuh sore itu di Central Park tidak gugur langsung ke jalan setapak yang bertumpuk salju di hadapanmu. Ia terbang jauh menyisir-nyisir udara, kadang-kadang terbang sangat tinggi, kadang-kadang nyaris sekali menyentuh daratan, tapi kemudian ia sampai di lautan dan tertiup angin yang membuatnya tinggi lagi.

Let the Sharks Alone

Kita sudah saatnya percaya bahwa hiu akan jauh lebih bernilai ketika mereka hidup, bukan di piring atau mangkuk sup.

[Bahasa] Antara Nominasi, Nominator, dan Nomine

Kita mengenal pelbagai ajang pemberian penghargaan. Di bidang film ada Festival Film Indonesia, di dunia periklanan ada Citra Pariwara, di kancah kesehatan ada Srikandi Award untuk para bidan inspiratif, di bidang lain terdapat… Continue reading

Quo Vadis, Etan?

Pagi di New York hari Jumat itu cerah-cerah saja. Mungkin ini yang menyebabkan Julie Patz mengizinkan anaknya, Etan, untuk pertama kalinya berjalan kaki sendirian; dari rumah ke halte bis; untuk sekolah. Tapi ternyata,… Continue reading

Lelaki dan Perempuan Semak

Seorang lelaki berlayar pada suatu hari. Entah sudah berapa satuan waktu ia habiskan di laut untuk menghidupi hidupnya. Entah pula sudah berapa banyak percakapan yang ia habiskan dengan matahari. Dan hari ini, langit… Continue reading

#BaladaFreelancer UWRF 2013: Metta Dharmasaputra dan Saksi Kunci

Saya datang sepersekian menit agak terlambat di panel ini. Kursi-kursi di Left Bank sebagian besar sudah terisi. Hanya satu-satu yang masih berlubang kosong.

#BaladaFreelancer UWRF 2013: Happy to the Bones!

Pembukaan Ubud Writers and Readers Festival 2013 berjalan lancar, termasuk pula bagian saya dan Boi harus naik panggung, untuk kemudian memusikalisasi surat-surat RA Kartini yang menjadi tema UWRF tahun ini. Tapi, keriaan salah… Continue reading