Posts Tagged artikel
Taman Wisata Alam Angke Kapuk
Jika Anda, warga Jakarta, mulai ‘gerah’ dengan kepadatan dan polusi di Ibukota, Taman Wisata Alam Angke Kapuk bisa menjadi jalan keluar. Sejak 1939, taman wisata ini menjadi lahan konservasi hutan bakau satu-satunya di Jakarta. Di taman seluas 99,82 hektar yang berada di Muara Angke, Penjaringan ini, Anda akan dimanjakan oleh keindahan jajaran pohon bakau di sepanjang pesisir pantai utara. Tak hanya pemandangan bakau, berbagai natural activities, seperti mengamati kawanan bangau yang singgah di hutan bakau, menapaki karang-karang di pinggir pantai, atau sekadar duduk-duduk menikmati udara laut, juga dapat Anda lakukan di sini. Dan, jika Anda peduli akan kelestarian tempat ini, ikuti program penanaman hutan bakau di taman yang sedang dalam proses rehabilitasi ini. Dengan bergabung di komunitas pencinta lingkungan, misalnya. Save our mangrove, save our future!
Dikukuhkan menjadi Taman Wisata Alam Angke Kapuk berdasarkan SK (Surat Keputusan) Menhut No. 667/Kpts-II/1995, 15 Desember 1995. Luas areal 99,82 hektar.
Foto di ambil dari sini.
2 comments November 19, 2008
Stasiun Tanjung Priok, Tua dan Terlupa
Kalau sering keliling wilayah Tanjung Priok, loe pasti ngeh sama stasiun ini. Desain bangunannya yang klasik kontemporer pasti nyita perhatian. Stasiun yang dibangun tahun 1914 ini nyaris sebesar Stasiun Jakarta Kota (punya delapan peron). Dan, pas abad 18, sempat jadi kebanggaan Batavia. Tapi, alih-alih jadi kebanggaan, Stasiun Tanjung Priok kini harus rela jadi stasiun yang tersisih. Atap bangunannya yang terlepas di sana-sini, kerangka atap yang lapuk, dan peron-peron yang menjadi ‘rumah’ para tunawisma jadi bukti betapa merananya kondisi stasiun ini. Ditambah, PT Kereta Api Indonesia memutuskan untuk mendisfungsikannya. Sekarang, eksistensi stasiun ini bertumpu pada ‘gelar’ Cagar Budaya Kota Jakarta yang diberikan pemerintah, meski ‘hanya’ sebagai objek fotografi atau untuk kepentingan syuting. Agak disayangkan, ya. Padahal, stasiun ini adalah salah satu peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang dibangun pas masa Gubernur Jenderal A.F.W. Idenburg (1909–1916). Bernilai historis tinggi dan unik kan harusnya.
Foto: cek.
Add comment November 18, 2008
Masjid Agung Sunda Kelapa
Begitu sampai di gerbang utamanya, kita langsung dihadapkan pada halaman keramik luas dengan barisan tiang lampu unik. Masjid Sunda Kelapa seluas 9920 m3 diresmikan pada 31 Maret 1971 oleh Ali Sadikin. Berdiri di atas lahan yang dulunya merupakan Taman Sunda Kelapa, masjid berarsitektur modern namun sederhana ini dibangun. Hasilnya, Masjid Sunda Kelapa menjadi masjid besar pertama di Menteng, sekaligus masjid pertama di Jakarta yang memadukan konsep antara aktivitas ibadah, perekonomian, dan pendidikan. Dengan komposisi bangunan yang terbagi atas beberapa lantai, konsep tersebut dijalankan. Lantai atas adalah pusat ibadah dan dakwah. Sementara, lantai bawah sebagai perpustakaan, ruang rapat, tempat wudhu, dan aula/tempat resepsi yang disewakan. Sayang, masjid besar ini terasa ’sepi’ tanpa kaligrafi-kaligrafi indah di tiap dinding dan atapnya.
Foto: inidia.
1 comment November 18, 2008
