Posts Tagged koruptor woanjeng

Les Musik, Les Akademik, Les Pemerintahan (?)

Belakangan, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan masyarakat dunia, menuntut generasi yang lebih atau paling muda untuk mati-matian mensejajarkan diri atau melebihi kemampuan generasi sebelumnya. Di Jakarta khususnya. Berbagai lembaga atau bimbingan belajar akademis muncul bak jamur di tengah kemarau. Bahasa Inggris, matematika, komputer, bahasa asing lain, macam-macam. Dan, tak hanya bimbingan untuk akademis saja, musik pun begitu. Les gitar, les piano, les harpa, sampai les kecapi. Di luar itu pun, masih banyak les mulai dari les yang masih rada penting, macam les bela diri, les berenang, les masak, sampai les yang ada-ada saja, seperti les hipnotis, les akting, atau les membaca mimpi. Sekolah bisnis untuk anak-anak juga ada. Gila!

Anak-anak dituntut untuk jago masalah akademis dan kemampuan duniawi yang begitu membuai. Tak peduli pemerintah semakin urakan dan awut-awutan tak karuan. Para orangtua tak peduli bahwa tak hanya butuh kemampuan akademik dan entertainment saja, tapi anak-anak generasi yang akan datang perlu juga bahkan wajib dilatih serta dididik mengenai moral. Para orangtua takut anak-anaknya menjadi anak-anak bodoh dan tak bisa bergaul. Tapi, apa para orangtua tidak takut kalau anak-anaknya akan menjadi koruptor—karena keterbatasan pendidikan moral yang dipunya?

Seperti kita tahu, PMP atau PPKN—pelajaran tentang moral—di bangku sekolah sungguh membuat ngantuk. Pelajaran itu bahkan dianggap pelajaran ‘oncom’ yang tidak penting untuk dipelajari. Ngantuk, malas, berbagai reaksi negatif pasti muncul saat pelajaran ini sedang ‘tayang’ di kelas. Hanya sepersekian persen mungkin yang benar-benar tertarik. Atau, malah tidak ada? Kasihan negera kita. Minim moralitas. Minim solidaritas. Kenapa, ya, setiap individu hanya ingin memperkaya dirinya sendiri dan keluarga, bukan malah memperkaya negara? Ya, akan terus begini saja negara ini. Yang kaya semakin kaya, yang miskin ya semakin miskin. Dan, pemerintahan di atas sana semakin rapuh dan rontok saja karena korupsi yang sudah mengakar hingga ke dasar terdalam Indonesia.

Setelahnya, apa kita masih berpikir bahwa hanya pendidikan akademis dan entertainment saja yang penting? Apa tidak ada yang berniat mendirikan sebuah lembaga atau bimbingan belajar moral atau tata negara untuk anak-anak? Dengan begitu, anak-anak sudah dapat bekal sejak dini mengenai bangsatnya korupsi dan sinjingnya menjilat kaki petinggi.

Di antara sekian banyak macam bimbingan belajar atau les di dunia ini, ada satu les yang benar-benar beda dan mungkin bisa jadi pencerahan untuk menuai bibit-bibit anti-korupsi, yaitu les tata negara atau les pemerintahan. Hahaha. Ide yang agak bodoh, tapi benar. Kalau sejak kecil anak-anak diajarkan tentang bahayanya korupsi, mungkin anak-anak akan lebih memilih untuk hidup sederhana tapi uang sendiri, daripada hidup mewah tapi uang hasil korupsi. Apa tidak malu?

Dan, suatu saat nanti, ketika saya yang kini masih berusia awal 20 sudah menjadi ibu, les semacam les pemerintahan itu mungkin sudah ada. Entah dalam bentuk seperti apa. Mungkin untuk mudahnya, salah satu kurikulum les itu membahas tentang bagaimana caranya mengumpulkan uang. Ketika uang sudah menggunung, tiba-tiba hilang tanpa jejak.

“Ke manakah uang itu, anak-anak?”

“Dimakan koruptor, Bu!”

“Dan, apa rasanya kehilangan materi tiba-tiba tanpa tahu ke mana materi itu? (materi dalam jumlah sangat besar!)”

“Gondok, marah, benci, mengutuk, Buuu.”

Mungkin dengan begitu, anak-anak bisa merasakan penderitaan Ibu Pertiwi yang selalu kehilangan harta tanpa tahu ke mana perginya. Gondok, marah, benci, mengutuk. Itulah. Jika sudah tahu rasanya, apa iya anak-anak akan tega melakukan itu pada orang lain?

Mari, sembuhkan Indonesia. Obati lukanya.

Foto: ininih.

2 comments July 22, 2008


Goresan Terakhir

Goresan Teratas

Archieve

Komentar

khakha on Mengejar Senja VII: Kota …
atre on Jadi Nggak Jadi Kasian…
tipol on Jadi Nggak Jadi Kasian…
atre on Ini Terbitnya: Jatilawang
indra nuraeni on Ini Terbitnya: Jatilawang
inno on Kosong
khakha on Kosong
atre on Anomali III
2lisan on Anomali III
mio on Tentang Atre

Paling Sering Kamu Lihat

Blogroll

Lembar

Tag

49 alter ego artikel awan bahasa banyumas cerpen disentri dongeng anak-anak fashion filosofi futsal green tips hati hiking iksi 2003 jakarta jatilawang jodoh kanker kawan kaya dan miskin kebahagiaan kenangan keriting kesehatan koruptor woanjeng kuliner lara makanan nasionalisme orangtua pengamen piala dunia 2008 pondok gede reuni rooftop sajak sketsa soft drink struggle transportasi turnamen wawancara zaman modern

Kategori

alam friendship hasta karya hidup jakarta kebahagiaan keluarga segalanya kenangan kenyataan membunuh waktu olahraga perjuangan renjana senja tentang gue

Corat-Coret…

Baru pulang dari Puncak. Sekarang bersiap ke Pulau Seribu Juli mendatang.

Spam Blocked

Kategori

 

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Meta