Posts Tagged pengamen
Percakapan Dua Pengamen
Suatu hari Senin di perempatan lampu merah Jalan Fatmawati, dua bocah pengamen duduk-duduk di bawah tiang rambu-rambu lalu lintas dan bercakap-cakap dalam sebuah perbincangan yang terputus-putus oleh diam.
Pengamen 1: P1 –> berkarakter lebih banyak omong (tapi tidak ngeyel), perhatian pada keadaan
Pengamen 2: P2 –> berkatakter lebih pendiam dan kerap hanya mengiyakan
(Keduanya duduk dan menatap jalanan)
P1: Sepi, ya, hari ini. Macet doang yang parah.
P2: He’eh.
(Masih tetap hanya menatap jalanan)
P1: Tapi hari ini nggak ujan.
P2: Dikit tadi doang, pas gua lagi di Bulus.
P1: Aneh dah, gua kalo di bis yang penuh dapetnya dikit. Tapi, kalo bisnya sepi, gua malah dapet banyak. Aneh, ya. (sambil melirik ke arah P2)
P2: (cuma tersenyum simpul)
(hening)
P2: Udah dapet berapa lu?
P1: Hari ini? Baru dapet tiga puluh (tiga puluh ribu rupiah maksudnya). Ya, paling banter juga emang segitu tiap ari kan. Kagak banyak-banyak.
P2: Oh.
(hening)
Belum sempat selesai mencuri dengar pembicaraan dua pengamen itu, gue udah keburu harus naik bis P20 kopaja. Ada niatan untuk mendengarkan barang sebentar lagi, tapi ternyata gerimis mulai turun. Harus cepat-cepat berteduh, dan harus cepat-cepat sampai di rumah sebelum hujan menderas.
Dua pengamen itu pun makin hilang ditelan jarak.
* kisah nyata
Add comment December 9, 2008