Posts Tagged transportasi

Bukan untuk Pengguna Mobil Pribadi

Liat dan perhatikan.

Baru beberapa tahun belakangan, gue memperhatikan fenomena di antara para supir kendaraan umum di Jakarta, entah itu angkot, entah itu bis. Kalau dilihat-lihat lebih cermat lagi, ternyata ada kesamaan suku di tiap trayek kendaraan umum. Makanya, supir-supir seolah jadi nge-gank. Satu suku di satu trayek.

Contoh:


Mikrolet M17 Jurusan Jagakarsa/ Lenteng Agung—Pasar Minggu

Mayoritas supir angkot M17 diambil alih sama geng Betawi. Kenapa gue tau? Ya, karena itu daerah rumah gue. Jadi, tiap hari, gue berhubungan langsung dengan supir-supir itu. Bahkan, beberapa kenal karena keseringan naik angkotnya. Dialek khas Betawi pasti terdengar di mikrolet-mikrolet berwarna biru muda itu. Biasanya, kan, kalo di angkot, suka ada penumpang nebeng yang adalah teman, saudara, bahkan preman kenalan si supir. Nah, seringannya mah, gue dengar kenteeeeeelllll banget logat Betawi yang ‘renyah’ itu. Paling segelintir ada, sih, orang Jawa atau Sunda. Tapi, ya, lagi-lagi, itu ‘bawaannya’ si orang Betawi. Biasa, supir nembak!


Patas 84 Jurusan Depok—Pulogadung

Sempat 6 bulan kerja di salah satu majalah di Pulogadung, bikin gue paham sedikit tentang karakter supir-supir Patas 84. Tiap Senin—Jumat, gue harus naik bis itu biar bisa sampai ke kantor. Tiap hari, bis ini penuh terus. Kalau amal ibadah hari itu lagi jelek, lo bakalan berdiri dari Tanjung Barat—Pulogadung. Tapi, kalau iman lagi bagus, lo bakal dapat tempat duduk yang nyaman, atau minimal duduk di bangku tambahan dekat supir. Nah, gue sering banget nih duduk di dekat sopir. Jadi, kesempatan buat kenal sama karakter si supir besar banget. Kalau tadi M17 milik orang-orang Betawi, kali ini (Patas 84) dirajai oleh geng Sunda. Tampang si supir boleh aja gahar, tapi pas ngomong beeeeuuuuuuuu Sunda pisan euy! Hahaha. Jadi, bawaannya kalo naek Patas 84 tuh ngantuk! Karena dininaboboin sama percakapan sopir dan kondektur bis yang sepooooiiii-sepoooiiii… *PISS!


Kopaja P20 Jurusan Senen—Lebak Bulus

Pindah kantor, ganti angkot. Berhubung sekarang gue kerja di Lebak Bulus dan rumah gue di Pasar Minggu, jadi tiap hari gue naik Kopaja P20 Senen—Lebak Bulus. Agak kaget juga, sih, setelah kebiasaan naik Patas AC tiap hari, trus tiba-tiba gue naik kopaja tanpa AC a.k.a haredang yeuh! Dan, nggak mau kalah sama Patas yang kayak pasukan berani mati angkatan ’45, Kopaja P20 (busettttt) udah kayak pasukan Kamikaze-nya Jepang. Kalau singgasana Kopaja P20 ini diduduki oleh geng Medan/Batak. Kalau bis ini lagi ngetem di Pasar Jumat dan banyak ‘temen’ si supir ngerubung naik (astagh!) macam pasar saja bis ini! Macam kental sekali logat kau! ^^ Dijamin, pasti tegang deh kalau naik P20. Rameh suale! Hehe.


Baru itu aja sih yang gue perhatiin. Kali aja ada yang mau kasih tambahan?


Foto mikrolet: ambildisini.

Foto patas: disini.

Foto kopaja: ini.

1 comment June 12, 2008


Goresan Terakhir

Goresan Teratas

Archieve

Komentar

khakha on Mengejar Senja VII: Kota …
atre on Jadi Nggak Jadi Kasian…
tipol on Jadi Nggak Jadi Kasian…
atre on Ini Terbitnya: Jatilawang
indra nuraeni on Ini Terbitnya: Jatilawang
inno on Kosong
khakha on Kosong
atre on Anomali III
2lisan on Anomali III
mio on Tentang Atre

Paling Sering Kamu Lihat

Blogroll

Lembar

Tag

49 alter ego artikel awan bahasa banyumas cerpen disentri dongeng anak-anak fashion filosofi futsal green tips hati hiking iksi 2003 jakarta jatilawang jodoh kanker kawan kaya dan miskin kebahagiaan kenangan keriting kesehatan koruptor woanjeng kuliner lara makanan nasionalisme orangtua pengamen piala dunia 2008 pondok gede reuni rooftop sajak sketsa soft drink struggle transportasi turnamen wawancara zaman modern

Kategori

alam friendship hasta karya hidup jakarta kebahagiaan keluarga segalanya kenangan kenyataan membunuh waktu olahraga perjuangan renjana senja tentang gue

Corat-Coret…

Baru pulang dari Puncak. Sekarang bersiap ke Pulau Seribu Juli mendatang.

Spam Blocked

Kategori

 

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Meta