Posts Tagged turnamen

Hhh…Kelakuan, Kelakuan…

Masih dari ajang turnamen futsal antar-media.

Hari ini, karena Gie masih harus tanding dan sementara Bobby kalah, jadi gue sempet kikik-kikik berduaan. Fun, pasti.

Bobby sempet bingung soal rundown acara ini. Soal para artis yang konon bakal meramaikan acara ini dan menjadi puncaknya.

Sepulangnya dari toilet, tiba-tiba Bee bilang, “Tadi gue ngeliat mereka (para selebritis) di depan sana (deket pintu masuk Hanggar, berdekatan sama toilet).” Siapa aja, refleks gue tanya itu. Bee jawab, “Nggak tahu. Nggak ada satu pun yang gue kenal. Gue malah lebih kenal diri gue sendiri.” Ha-ha.

Ketika para selebritis itu masuk lapangan dengan kostum yang aneh-aneh, gue cuma bisa mengenali dua di antaranya; Pretty Asmara yang gendut luar biasa dan Jane Shalimar. Soal kostum, gue yakin mereka nggak memikirkan segi efisiensi, kepraktisan, dan sebangsanya. Mereka masing-masing memakai bawahan kain batik yang dililit-lilit dan atasan rompi futsal yang warnanya seragam. Alamak! Main bola pake batik? Sensasi!

Pertandingan melawan tim Soho (tuan rumah) pun dimulai. Udah ketebak, ya, mereka keribetan sendiri. Bukan sama lawan, tapi sama kostum mereka sendiri. Yang paling ribet, jelas Pretty Asmara. Badan dia sebesar apa, dan dia mencoba mau main futsal yang mengharuskan pemainnya lari-lari mondar-mandir. Bukan mau mengejek, tapi justru kasihan badannya. Jangan sampe malah akhirnya kena serangan jantung karena dipaksakan. Untungnya dia nggak terlalu total. Mmmm…oke, dia total, tapi bukan total main. Melainkan total ngoceh. Sepanjang pertandingan, kerjaannya ngoceeeehhhhhh mulu. Nanya wasit berapa lama lagi harus main. Ngedagel ke penonton merasa dia asyik. Padahal, jujur aja, dagelannya tuh bikin penonton mau ke kamar mandi (dan, muntah).

Gue nggak benci sama selebritis. Gue juga nggak merasa iri sedikit pun. Gue justru benci sama orang-orang yang palsu. Dan, menurut gue, kelakuan mereka sangat dibuat-buat. Jadi, gue membenci kelakuan mereka bukan karena mereka selebriti. Tapi, lebih karena mereka orang-orang palsu. Maaf aja, kalo kedengerannya skeptis. Tapi, apa mereka nggak bisa lebih natural? Kalo orang udah asyik ya nggak usah bertingkah laku macem-macem juga udah asyik. Kalo orang udah lucu sih, nggak perlu mati-matian usaha, lucunya juga bakal keluar sendiri. Bukan begitu bukan?

3 comments May 12, 2009

Bukan Hilang, Hanya Terlupa

n587468422_1755423_3080859

Tempo hari, 25 April 2009, ada turnamen futsal antar-media khusus perempuan di Lapangan Futsal Hanggar Pancoran. Kantor gue–PT Media Satu–memang nggak ikut turnamen ini. Gue pun juga bukan salah satu pelaku pertandingan. Gue dateng semata-mata karena Keriting, si pacar, jadi salah satu panitia. Lebih tepatnya, jadi asisten wasit. Pemegang kendali turnamen yang diadain dalam rangka menyambut Hari Kartini ini juga kebetulan adalah teman sekantor si Keriting. Mbak Dini Wirastri namanya. Gue juga kenal, karena dulu pun dia teman sekantor gue. Jadilah, gue hadir di sana sebagai penggembira suasana.

Dalam satu hari itu, berpuluh-puluh tim unjuk gigi. Lucu memang. Hanggar jadi terlalu ramai karena teriakan para peserta. Karena, bisa dibilang, dari 100 peserta, hanya sekitar 10 orang yang benar-benar terampil memainkan bola. Sisanya, ya, dagelan. Wong ada seorang pemain yang tugasnya jadi kiper, malah menghindari bola ketika si bola mengarah ke gawang. Kiper kok takut bola, gue terkikik dalam hati. Puncak acara ini, katanya, adalah pertandingan antara tim Soho (si empunya dana a.k.a sponsor) dan tim selebriti. Wah, artis (gue sempet penasaran juga liat oartessss-oartess ini main futsal).

Beratnya, dalam satu hari, turnamen ini harus selesai. Jadi, mulai dari babak penyisihan sampai final, diselesaikan hari itu juga. Sistem gugur. Tapi, ternyata, para perempuan ini punya stamina yang kuat juga. Walaupun terbiasa begadang karena deadline, tapi tubuh mereka bisa tahan dengan beban pertandingan yang banyak itu. Salut.

Sampai di perempat final, tiba-tiba gue liat dua sosok yang familier. Ada Bobby dan Gie. Ha-ha. Sempit sekali dunia. Mereka bakal mewakili kantor mereka masing-masing; Bobby Femina Group, Gie MRA. Gue tau banget gimana permainan mereka. Dan, gue bisa dengan lugas bilang, kalau mereka adalah dua dari 10 orang yang “bisa” main futsal/bola.

Gue merasa dunia semakin sempit karena ternyata Bobby dan Gie harus berhadap-hadapan. Femina Group vs MRA. Halah…Kami pun ketawa-ketawa ramai dan sesekali nyeletuk, “Macam dejavu, Inggris vs Belanda.” Dan, ketika keluar celetukan itu, pikiran gue melayang jauh ke saat-saat kami masih di kampus (gue Indonesia, Gie Belanda, Bobby Inggris–FIB UI). Setelah lulus, ada jeda seberapa lama yang bikin kami nggak ada komunikasi sama sekali. Hilang. Tapi, meski ada jeda itu, saat ketemu lagi, celah itu seolah nggak ada. Semua kenangan itu memang nggak pernah hilang. Mereka itu hanya terlupa. Dan, hari ini, semua kembali lagi. Akrab. Hingga akhir turnamen (dengan hasil pemenang adalah Majalah Rumah; MRA semifinalis; Femina Group kalah oleh MRA), kami bisa ketawa-ketawa tanpa ada kaku.

Mungkin ini yang disebut sahabat. Nggak perlu selalu sama, nggak perlu selalu bersama. Ketika ada ataupun tak ada, hati kita tetap sama-sama. Senangnya bertemu kalian!

Foto: Dok. Gie.

1 comment May 11, 2009


Goresan Terakhir

Goresan Teratas

Archieve

Komentar

atre on Jadi Nggak Jadi Kasian…
tipol on Jadi Nggak Jadi Kasian…
atre on Ini Terbitnya: Jatilawang
indra nuraeni on Ini Terbitnya: Jatilawang
inno on Kosong
khakha on Kosong
atre on Anomali III
2lisan on Anomali III
mio on Tentang Atre
mio on Cinta Itu Adalah Menunggu

Paling Sering Kamu Lihat

Blogroll

Lembar

Tag

49 alter ego artikel awan bahasa banyumas belief cerpen disentri dongeng anak-anak fashion filosofi futsal green tips hati hiking iksi 2003 jakarta jatilawang jodoh kanker kawan kaya dan miskin kebahagiaan kenangan kesehatan koruptor woanjeng kuliner lara makanan nasionalisme orangtua pengamen piala dunia 2008 pondok gede reuni rooftop sajak sketsa soft drink struggle transportasi turnamen wawancara zaman modern

Kategori

alam friendship hasta karya hidup jakarta kebahagiaan keluarga segalanya kenangan kenyataan membunuh waktu olahraga perjuangan renjana senja tentang gue

Corat-Coret…

Baru pulang dari Puncak. Sekarang bersiap ke Pulau Seribu Juli mendatang.

Spam Blocked

Kategori

 

November 2009
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Meta