Posts Tagged zaman modern
SECUPLIK SENTILAN: TECHNOLOGY BITES!
Mari bicara teknologi. Sadar atau tidak, merajanya penggunaan iPod, MP3, MP4, atau handphone berfitur MP3 belakangan ini sudah menjadi pemandangan biasa. Tapi, pernahkah kita sadar kalau hal biasa ini, bisa menyebabkan hal ‘luar biasa’ di kemudian hari? Pernahkah berpikir, setiap ada sisi positif, sisi negatif pun ada, seperti filosofi rectoverso dengan contoh dua sisi mata uang?
Teknologi memang memudahkan segala aktivitas, menghemat waktu dan tenaga. Mau menghubungi orang yang jauh, tinggal tekan tombol telepon, dan jadilah. Ingin menyimpan kenangan tentang suatu momen yang berarti, tinggal berdayakan kamera atau handy-cam. Untuk berpindah tempat, dekat atau jauh, sudah ada alat transportasi yang siap mengantar. Technology rocks!
Mari gunakan satu contoh saja. iPod. Positifnya, seluruh manusia di dunia ini bisa mendengarkan musik di mana saja kapan saja. Hanya dengan membawa alat kecil berukuran kartu domino, isi dengan lagu-lagu yang loe banget dengan proses mudah, selesai. iPod memang sungguh berguna saat kita sendirian, di jalan, di bis, di mana pun, atau ketika kita mulai terkena sindrom-sindrom kebosanan akut.
Bukankah musik seperti fungsi lidah pada tubuh manusia? Pembangkit rasa yang menyenangkan. No music, no life.
Di sisi lain, technology bites, kawan! Negatif yang lahir juga ada. Bagaimana jika akhirnya kita lebih memilih untuk mendengarkan iPod daripada mendengarkan atau berbicara dengan orang lain? Bagaimana jika akhirnya kemanusiaan
kita untuk hidup bersama terkikis karena kebiasaan ‘bercengkerama’ dengan sebuah alat?
Manusia terbiasa untuk menjadikan teknologi sebagai andalan dalam banyak perilakunya, dan pada akhirnya makin tergantung pada teknologi sebagai ‘kelengkapan’ hidup yang tidak mungkin ditanggalkan (indisposable) (Hassan, 2001).
Kebiasaan hidup orang pada suatu zaman tidak pernah bebas dari pola-pola yang berlaku pada zaman itu (Sudiro, 1990).
Jika, pada akhirnya, teknologi membunuh kemanusiaan seseorang dalam bersosialisasi, siapa yang bisa disalahkan? Mungkin masalahnya tidak sebegitu parahnya (sampai-sampai muncul istilah membunuh kemanusiaan segala). Mungkin tidak ada yang bisa disalahkan, atau mungkin memang ada? Yah, setidaknya kita boleh memilih: tetap membiarkan technology rocks atau malah jadi technology bites?
Bibliografi
Hassan, Fuad. 2001. Studium Generale Cetakan Ketiga. Jakarta: Pustaka Jaya.
Sudiro, Sumarkoco. 1990. Masalah-masalah Pokok Kedewasaan dalam Masyarakat Modern: Analisis tentang Sikap dan Peri Diri. Jakarta: Garuda Metropolitan Press.
Foto: darisini.
Add comment June 19, 2008