[Fiksi] Rindu Ibu

Satu-satunya orangtuaku itu tak lagi bisa aku genggam,
Atau mungkin ia yang tak lagi bisa meraihku
Karena semakin hari, rasanya aku semakin mengumpulkan jarak
Entah untuk apa.
Dan, kadang, setelah bersirobok dengan matanya yang rindu,
aku hanya bisa terisak,
juga menyesal.
Tapi, tak sanggup kembali…

— Maaf, Ibu.

One Comment Add yours

  1. fadhilah says:

    Ibuuuuuuuuuuuuuuu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Aku rindu Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuu,,,,,,,,,,,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s