Tak Tahulah Apa Namanya

Cinta itu bukan Cinta jika tak berani menapak, tidak berani turun ke Bumi, dan tak pernah ada perjuangan. Cinta pun tak akan pernah bisa disebut Cinta jika tak ada seorang ksatria di sana dan seorang putri yang keduanya saling melengkapi, mencoba mengerti pribadi sendiri, hingga akhirnya bisa memahami.

Dan, kalau aku selama ini merasa Cinta padanya, itu semata-mata hanya pikiranku saja, bukan kenyataan. Karena dia tak pernah berjuang, karena dia tak pernah ingin membawa Cinta ini menjejak tanah, karena dia tak sekalipun berniat ingin menggenggamkan tangannya ke tanganku untuk kemudian kami bisa saling mengisi. Dia tak pernah melakukan apa pun dari pertama dia mengucap (yang dikiranya) Cinta. Mungkin ini memang bukan Cinta. Tapi, aku tak tahu apa namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s