Balada Hiburan Rakyat

Masih kurang ngeh dengan dinamika Ibukota kita tercinta yang sebegitu cepatnya? Masih mau menutup mata dengan ketidakpedulian Jakarta terhadap warganya yang tidak bisa mengikuti ‘langkah’-nya yang tergesa-gesa?

Banyak contoh yang bisa bikin kita sadar. Salah satunya Orkes Dorong dan Topeng Monyet. Dua hiburan yang “rakyat banget” ini esensinya sudah sangat terlepas dari cangkang.

Orkes Dorong. Esensinya, para pemegang instrumen lengkap dengan seorang atau dua penyanyi ini ada untuk menghibur orang lain, untuk menyenangkan penonton. Dahulu kala, orkes dorong begitu digandrungi (memang) oleh kalangan menengah ke bawah. Gerobak dorong itu diberhentikan untuk kemudian dikerubuti para penonton. Lazimnya, para penonton akan meminta lagu dan berjoged dengan sepenuh hati. Pokoknya, hiburan yang sejatinya menghibur. Tapi kini, coba lihat. Kelompok orkes ini berhenti tanpa diminta, dan kadang-kadang di tempat yang sangat tidak tepat hanya untuk menarik perhatian orang banyak. Misalnya, di gerbang perumahan. Alhasil, citraan yang tadinya penghibur, malah jadi public enemy. Kalangan menengah ke bawah sang penggemar pun juga sepertinya sudah terlalu sibuk dengan urusan sendiri, tidak lagi minta dihibur oleh kelompok ordor ini. Seolah ordor memang sudah tidak lagi bisa mengobati hati yang gundah. Ibukota sudah mengasingkan mereka. Begitu pula rakyatnya.

Tengok lagi contoh lain. Topeng Monyet. Esensinya, hiburan yang beranggotakan seorang pawang dan seekor monyet terlatih plus peralatan ‘tempur’ diundang untuk menyajikan pertunjukan ketangkasan sang monyet. Tapi, coba lihat riwayatnya kini. Di beberapa perempatan lampu merah atau di beberapa titik di Jakarta, kita bisa lihat mereka melacurkan diri dan menurunkan harga dirinya untuk menghibur tanpa diminta. Mungkin tidak semua begitu. Tapi ya inilah kenyataannya untuk beberapa pelaku topeng monyet. Apa pun asal dapat uang. Dan, seolah jamur di musim hujan, belakangan mereka jadi banyak sekali. Muncul di mana-mana.

Apakah jahat? Memang. Tapi, apakah wajar? Ya, sayangnya wajar. Di tengah zaman yang semakin mendewasakan diri, wajar sekali kalau akhirnya dia menggilas siapa pun atau apa pun yang tidak bergerak ke mana pun. Banyak mungkin contohnya, di luar Orkes Dorong dan Topeng Monyet. Dan, apa pelajaran yang bisa kita petik dari sini? Bergerak terus, jangan sampai statis. Belajar terus, jangan sampai stagnant. Itu cukup.

Foto: Sofyan Effendi

2 Comments Add yours

  1. khakha says:

    melihat foto pawang dan kawan di pundaknya itu, gue merasa akrab. gue sering melihat mereka juga ketika ada di daerah yang sama dengan latar foto tersebut diambil.🙂

    iya ya… rasanya seperti sudah tidak ada kebutuhan untuk melihat pertunjukan itu walau sejenak. tapi ya, tre… di komplek rumah gue juga kadang-kadang lewat. dan gue dengan girangnya keluar rumah, memberhentikan mereka, menikmati pertunjukannya, kemudian memberi uang.

    namun, untuk orkes dorong gue memang kurang bisa menikmatinya. terakhir lihat di daerah kutek.🙂

  2. mahargyojati says:

    menarik Tre, tapi soal hilangnya esensi topeng monyet, di tengah rutinitas yang mendadak berhenti hanya karena sebuah lampu merah, kenapa gw harus terhibur dengan primata kecil yang jungkir balik yang muncul mendadak juga ?

    kabar baiknya, gw pernah duduk duduk santai di taman Barito di sore hari, dan datenglah satu rombongan topeng monyet. Di tengah tengah taman dimana orang tua bermain main sama anaknya dan pasangan muda mudi berbagi mimpi, si topeng monyet disambut dan direspon baik banget kok..

    dan kabar lebih baiknya lagi, gw motret semua itu lho

    ayolah Tre jangan sesendu itu, sebenernya gw juga merasakan hal ini kok, setiap kali gw sulapan di kantor..

    dan lo meresponya dengan setengah hati ..” Pasti sulapan katro lagi deh..”

    lain kali, ingat esensi setiap kali gw sulapan ya: MENGHIBUR KARYAWAN MEDIA SATU !!! hehehehhe 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s