Flash Back

Hari ini berniat mengurus segala jejaring sosial yang saya punya. Mulai dari yang masih diurus, sampai yang sudah sama sekali terbengkalai. Dan, tibalah saatnya saya harus login Friendster yang ternyata sekarang hejooo benerrrr tampilannya.

Iseng-iseng, saya membuka blog saya di Fs. Astaga, betapa dulu saya banyak bercerita ya, masih terlalu banyak berbagi hal sepele. Ih, tulisan saya belum ciamik pula. Ketawa sendiri saya. Sampai akhirnya saya melihat satu paragraf ini di salah satu tulisan saya.

Kamu tahu? Aku mencintaimu sejak dulu. Sangat padamu. Sampai kini, sampai tak tertahan, sampai rindu menggila, sampai aku seperti mau meledak karenanya. Kamu tahu? -November, 2007

Saya sangat tahu tulisan ini berbicara tentang siapa. Ah, saya sudah hampir lupa betapa dulu saya pernah sangat padanya. Sangat, sangat padanya. Rasa sakitnya sudah tidak ada. Rasa sayangnya juga mungkin sudah bisa teratasi. Rindu? Mungkin. Tapi, itu sudah tidak ada artinya lagi. Karena, dia sudah tertinggal jauh di belakang.

Dan, hari ini, saya sekali lagi menyadari pentingnya mengarsipkan semua memori. Untuk mengingatkan segala keindahan, membuat kita merasa pernah begitu berarti untuk orang lain, atau sekadar membuat kita mengingat lagi pelajaran yang sudah pernah kita pahami, tapi sempat kita lupakan.

Pengalaman memang guru terbaik hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s