Malam Tadi…

Di pagi yang sangat dini, seorang bapak berkarakter sederhana yang di sisi lain kehidupannya juga dikenal sebagai sastrawan mengirimkan pesan singkat. Di malam larut, saat seharusnya orang-orang–terutama orang tua–pulas tidur, ia malah menanyakan kabar saya yang memang tidak sekota dengannya.

Akh, bapak, bapak seharusnya sudah tidur, saya bilang begitu. Ia malah menjawab, “Tidak bisa tidur, dan saya sendirian. Saya ingat Astri.” Yang terbayang di benak saya saat membaca sms-nya itu adalah senyumnya yang teduh. Akhirnya saya temani dia. Entah ia menyambi apa; membuat draft-draft tulisan atau sekadar membaca buku; saya tidak bertanya lebih jauh. Saya hanya bilang, “Bapak jaga kesehatan. Jangan memaksakan diri harus menulis kalau memang sedang tidak ingin.” Ia hanya mengiyakan dan bilang kalau ia masih belum juga mengantuk.

Pukul 23.00. Sambil memasak indomi untuk pacar, saya bilang ke si bapak, “Saya lagi masak Pak, cuma indomi–karena saya memang tidak bisa masak.” Untuk siapa, tanyanya. Untuk pacar, untuk saya juga. Dan, karena itu, ia mengakhiri pembicaraan. Di akhir dia bilang, “Kamu temani pacar kamu sana. Saya coba tidur.” Dan, saya senang dia mencoba tidur. Orang seusianya tidak baik kalau harus begadang atau tidur sangat larut. Tidak baik untuk kesehatannya. Sementara, saya inginnya dia selalu sehat-sehat saja. Seolah ia ayah sendiri.

Selamat malam, Pak Tohari. Take a really good care🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s