Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia

Dasarnya, gelaran di Teater Kecil, TIM pada 25 Maret 2010 ini adalah acara launching buku terbaru Agus Noor berjudul Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia. Jika Anda masih asing mendengar nama ini, ia adalah cerpenis Indonesia yang karya-karyanya sering terpilih dalam buku Cerpen Pilihan Kompas, Cerpen-cerpen Terbaik Republika, sempat juga jadi satu dari 20 cerita pendek terbaik Sastra Pena (2008), dan beberapa pencapaian lainnya. Ia juga sudah mengeluarkan buku atas nama sendiri, seperti Selingkuh Itu Indah dan Matinya Toekang Kritik.

Dan, malam itu, acara peluncuran yang diadakan Titimangsa Production dan KAYAN Production, serta didukung Djarum Super dan Bentang Pustaka tak sekadar ‘meluncurkan’ buku saja. Tapi, juga diisi pemanggungan cerpen berupa beragam bentuk, seperti wayang, rap, monolog, dan tari. Kill the DJ, Happy Salma, Budi Ros, Butet Kertaradjasa, Hartati, serta Clink Sugiarto sebagai penata cahaya dan artistik adalah nama-nama yang ambil bagian.

Kill the DJ, rapper indie dan hip hop, menjadi pembuka, penanda pergantian adegan, sekaligus MC (katanya). Sebagai pengisi acara, ia menceritakan ulang kisah-kisah yang ditulis dalam buku terbaru Agus Noor dalam irama hip hop. Pembuka yang segar.

Koreografi tari dari perempuan yang juga dosen IKJ, Hartati, tampil selanjutnya. Dalam kemasan pemanggungan ber-lighting ciamik, lima penari membawakan “Mawar di Tiang Gantungan” yang menjadi bagian “Cerita yang Menetes dari Pohon Natal”. Gerak-gerak para penari melela lepas, seolah bercerita bahwa si orang buta memang benar-benar bisa melihat dunia. Di sinilah saya merasakan debaran yang tidak terjelaskan. Oke, pemanggungan tari ini mencapai klimaks.

Setelahnya, Happy Salma membawakan “Pemetik Air Mata”, bagian dari “Empat Cerita Buat Cinta”. Berbalut dress cream minimalis bermotif polkadot warna-warni, ia bermonolog sambil diiringi ilustrasi dari Wayang Tavip di beberapa bagian. Monolog Happy bisa dibilang paling “biasa” di antara yang lain. Agak terganggu ketika banyak pelafalan yang terpeleset dan penyampaian yang tidak santai. Ia cantik, tapi tidak istimewa.

Bagian setelah Happy Salma merupakan bagian paling menarik, menurut saya. Yaitu penampilan Budi Ros (aktor senior Teater Koma) yang berkolaborasi dengan Wayang Tavip dan membawakan lakon “Penjahit Kesedihan”—masih bagian dari “Empat Cerita Buat Cinta”. Wayang Tavip adalah wayang kontemporer yang dikembangkan Dalang Tavip S.Sn yang memakai sistem pencahayaan berwarna. Layarnya berbentuk cembung, tidak datar selayaknya wayang umumnya. Si penjahit kesedihan yang berkeliling kampung berusaha ‘menyembuhkan’ siapa saja yang sedih. Lelucon yang pasti jenaka dengan penyampaian yang kental Jawa, baik bahasa ataupun dialek, bersimpul erat dengan banyak senandung dan nyindenan ala wayang. Paling menarik juga karena lakon ini disusupi kritik-kritik sosial Nusantara yang hangat; soal pohon beringin, lumpur lapindo, atau soal pergerakan yang lebih lamban daripada jalannya kura-kura, yaitu pergerakan mengatasi kemiskinan. Berdurasi paling lama, tapi luar biasa menghibur.

Terakhir, Butet Kertaradjasa membawakan fiksimini milik Agus Noor yang berisi 26 cerita soal orang miskin dalam “Perihal Orang Miskin yang Bahagia”. Apa itu fiksimini? Cerita pendek yang lebih pendek daripada cerita pendek, jelas Agus Noor. Dan, tepat sekali jika cerita ini dibawakan Butet. Monolog memang keahliannya, dan meski membacakan fiksimini sebanyak itu, pemanggungan itu jauh dari membosankan. Intonasi, nada suara, dan pembawaan yang variatif membuat sosok banyak orang miskin dalam lakon tersebut masing-masing mengesankan, tidak bias.

Dan, tak cuma jadi pembuka, Kill the DJ kerap mengagetkan kita di jeda pergantian lakon. Ia sukses menyegarkan acara di setiap babak baru penampil acara dengan musik menghentak yang ia bawakan.

Beberapa pemanggungan jempolan dalam satu paket. What a day! Dan, semua berhasil membuat Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia jadi semakin bikin penasaran dan memikat. Agus Noor patut tersenyum setelah ini.

2 Comments Add yours

  1. putrikatak says:

    Aku seharusnya juga ada di sana… Tapi tidak jadi datang karena ada urusan lain… Kalau tidak, kita bisa bertemu, yah🙂

    1. atre says:

      yaaaaahhh, kamuuuu…
      hiks…

      satu kesempatan langka buat ketemu terlewatkan lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s