[Fiksi] Landung

Landung sudah tidak pernah ada lagi. Ia pergi, sebenar-benarnya. Ia tidak lagi ada—walaupun selama ini pun wujudnya memang tidak pernah ada. Saya sudah tidak bisa lagi merasakannya. Landung juga rasanya memang tidak lagi mengirimkan kabar kepada saya. Dia sengaja pergi. Dia sengaja hanya mengawasi; bahagia jika saya baik-baik saja dengan laki-laki siapa pun yang ada di samping saya sekarang. Setidaknya, itu cerita yang saya dengar dari orang terdekatnya.

“Kami sudah sama-sama meninggalkan. Jalan untuk sama-sama sudah tidak ada. Jadi buat apa?” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s