Happiness is All About

Seorang lelaki pernah bertanya pada saya, “Apa yang loe cari?” Mendengar pertanyaannya, saya langsung gamang. Saya memang selalu gamang mendapati pertanyaan seperti ini. Apa Tuhan ada, apa itu kebenaran, apa itu hidup, siapa Anda, dan sejenisnya. Tapi, saya tahu, orang di depan saya, yang mengajukan pertanyaan, lebih gamang daripada saya. Matanya tak bisa diam. Apalagi, gesturnya.

“Apa yang loe cari?” Konteksnya, apa pun, katanya. Saya anggap, itu merujuk pada hidup. Apa yang saya cari dalam hidup? Jawab saya cuma satu kata: kebahagiaan. Lelaki itu tampak tidak puas, lalu kembali tidak ajeg. Ada yang mengganjal di dalam hatinya, sepertinya. Sementara saya merasa, satu kata itu sudah menjawab segalanya. Apa artinya hidup itu sendiri jika tidak ada keindahan saat kita bangun pagi, tidak ada senyum setiap hari, tidak ada kebahagiaan?

“Kebahagiaan itu harusnya nggak perlu dicari. Harusnya ia sudah ada,” katanya lagi. Hmmm, benar. Tapi, jawaban saya juga tadi benar karena pertanyaan awalnya adalah “apa yang loe cari”. Mengenai kebahagiaan tidak perlu dicari, ya, kadang-kadang kita lupa kalau kita bisa bahagia. Kebahagiaan tidak pernah hilang, dia hanya terlupakan. Tertimbun masalah, mungkin. Atau, derita, bisa jadi. Tapi, kebahagiaan tidak pernah tidak ada. Maka itu kita perlu mencari–menggali lebih tepatnya. Sudah sejauh mana kebahagiaan itu terkubur masalah-masalah hidup yang sebenarnya tidak patut untuk membuat kita tidak bahagia. You only live once. But if you do it right, once is enough, katanya mah.

Nature has placed mankind under the governance of two sovereign masters; pain and pleasure. The good is whatever brings the greatest happiness to the greatest number of people. And, the meaning of life is the greatest happiness principle. -Jeremy Bentham, utilitarian

6 Comments Add yours

  1. putrikatak says:

    but, in this live we’re all need to search something… katanya hidup tanpa tujuan, sama aj bukan hidup, tre… walaupun pada prosesnya, kita lebih sering berorientasi pada hasil hingga lupa sama yang udah ada di sekliling…🙂

    1. atre says:

      Ya, Lily.
      Dan, setiap orang punya tujuan sendiri-sendiri, begitu juga cara mencapai tujuan itu. Main kasar, main halus, obsesif, atau serius-santai. Kalo atre, Lily taulah atre gimana. Ora neko-neko😀

  2. Bayu Maitra says:

    sepertinya akrab dengan carita ini, ya… apa memang setiap orang pernah punya pertanyaan ini? hm..

    Yang jelas, sungguh kurang beruntung orang2 yang bahkan, tak pernah sekalipun bertanya kepada dirinya sendiri ttg apa yang ia cari.

    -Love and Light-

    1. atre says:

      mmm…mungkin Mas Bayu sedang dalam masa yang sama kayak temen saya yang ada di tulisan di atas.

      dan, beruntunglah orang-orang yang selalu dan akan punya jawaban atas setiap pertanyaan sulit mengenai hidup yang diri sendiri tanyakan.

      bersemangat!

  3. aiwulfric says:

    blogwalkingan..🙂
    saia sangat terganggu dengan pertanyaan tsb dan belum bisa menemukan jawabannya..:mrgreen:

    1. atre says:

      suatu hari kamu pasti dapet jawaban, sadar atau nggak sadar, aiwulfric😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s