Habislah Saya!

Pagi ini kembali tercium lagi aroma tubuhnya dalam ingatan saya. Baunya seperti senja yang sejengkal lagi tenggelam di balik bukit.

Ini bukannya saya yang meminta. Saya bahkan sudah memintanya menjauh, bahkan meminta ia mengganti aroma tubuhnya sampai tak jingga lagi. Tapi, ia bilang tidak bisa. Dan, bisa apa saya?

Benar saja. Hari ini temaram itu datang lagi, menggelapkan air muka yang sudah sempat melupakannya. Buru-buru, harus segera saya usir senja dari balik pintu bukit. Toh, ini sudah pagi.

Tapi, ia tak mau pergi. Ia hanya bilang, aku ingin mendekapmu sehari ini saja. Anehnya, saya jadi lemah. Mengusirnya jadi percuma.

Dan, habislah saya hari ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s