Selamat Pagi

Saya suka sekali pagi. Karena, itu tandanya setiap membuka mata pagi-pagi, saya mendapatkan hari yang lain lagi untuk dinikmati. Secangkir kopi yang biasa dibuat saat pagi rasanya juga sudah menyukai saya yang biasanya akan melamun lama di tepian jendela setiap pagi.

Badan mungkin biasanya remuk-remuk nggak karuan tiap kali bangun pagi; tanda bahwa proses recovery ketika tidur nggak sepadan dengan kerja keras sehari sebelumnya. Tapi, rasa badan yang begitu sudah nggak perlu dikeluhkan lagi. Karena, artinya, saya masih hidup, masih bisa merasa, masih manusia.

Segala kegelisahan saya muncul di pagi hari. Semua bersatu dengan kerinduan terhadap sesiapa, kegembiraan bertemu sahabat, dan kejenuhan akan rutinitas. Dan, setelahnya, semua kegelisahan akan berlalu seiring berlalunya pagi.

Ada yang lebih saya sukai daripada pagi. Senja. Nggak ada banyak cerita mengenai ini. Saya suka senja karena apa adanya dia, dengan jingganya, semburat-semburatnya, segala tentangnya. Membius. Nggak pernah membosankan. Dia selalu menyuguhkan penampilan terbaiknya sebelum akhirnya hilang. Membuat siapa pun yang ‘mengenalnya’ selalu mengingat keindahannya saja. Tidak ada lagi yang lain. Dan, memang begitulah dia dikenal; Cantik.

Aih, pagi yang mendung hari ini jadi semakin tenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s