Mati Itu Kuning

Hari ini, seorang kawan yang biasa saya panggil Echiw menggelontorkan pertanyaan, “Kenapa sih Tre kalo di Jakarta, bendera buat nandain ada orang meninggal itu warna kuning?” Saya juga baru tahu dari ceritanya kalau ternyata di luar Jakarta, semisal Makassar, Papua, dan Kalimantan, bendera penanda kematian itu putih, baik kristen atau islam. Ditanya begitu, saya langsung mengingat-ingat, kira-kira kenapa ya? Dan, nggak menemukan jawaban. Sampai akhirnya saya penasaran sendiri, dan googling. Good question, Chiw😀

Setelah mencari-cari, ternyata inilah kenapa warna kuning jadi ‘telanjur’ akrab dengan kita sebagai penanda kematian. Semua bermula dari zaman penjajahan Belanda. Terdapat bendera persegi panjang polos berwarna kuning dengan simbol huruf Q yang menjadi penanda para penderita sebuah wabah mematikan yang dikarantina (maka itu simbolnya Q, Quarantine). Saking mematikannya, wabah tersebut cepat menular dan memakan banyak sekali korban meninggal. Karena itulah, sampai sekarang bendera kuning digunakan untuk menandai kematian seseorang, dan citranya sudah sangat melekat tanpa kita sadar apa maknanya.

2 Comments Add yours

  1. echiw says:

    mmm…..
    pertanyaannya dah kejawab
    walau agak aneh sih bagi gw kalau kematian tuh benderanya “kuning”😀

    1. atre says:

      ho oh…
      kalo putih atau hitam masih masuk di akal lah ya, chiw.
      kalo kuning?
      sampe harus googling deh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s