Apa yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri

Saya sudah biasa kalau malam-malam saya diganggu. Sangat biasa kalau dalam tidur saya ada laki-laki bermuka merah bertubuh hitam besar selalu menggelayut di antara pelupuk mata. Beratnya sosok itu sudah sangat akrab di diri saya. Hingga saya sudah tidak lagi merasa ketakutan pada hal yang sebenarnya sangat tidak lazim itu.

Tapi tidak malam itu. Malam Minggu, memasuki 27 Juni 2010, bulu kuduk saya berdiri (lagi). Saya pikir saya hampir lupa rasanya ketakutan karena setan. Sampai malam itu. Malam itu, bukan lelaki biasanya yang datang menjenguk mimpi saya. Kali ini, serupa wajah nenek-nenek sangat renta. Berkeriput, lusuh, dengan mata menyeramkan. Ia mencekik. Ia mendengus tepat di depan muka saya. Mungkin hanya sekitar satu centimeter jaraknya muka saya dan mukanya. Mengerikan.

Jika selama ini–walau terpatah-patah–saya selalu bisa menyelesaikan Ayat Kursi saya. Tapi, si nenek berhasil membuat saya lupa surat itu. Saya kelu. “Mati saya,” saya pikir. Ia masih mendengus-dengus, masih mencekik. Berat, menyeramkan, sesak. Di bagian ini, bulu kuduk saya belum berdiri. Saya masih tersenggal-senggal, tercekik. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melafalkan surat pendek apa pun yang saya ingat. Dan, beruntung, si nenek pergi karena Al-Kafirun, An-Naas, dan Al-Ikhlas.

Si nenek memang sudah pergi, tapi ia berhasil merusak malam saya, merusak mimpi saya, menghancurkan keberanian saya. Sial. Dan, di sinilah, bulu kuduk saya meremang. Perasaan saya, rasanya nenek masih ada di kamar. Makanya, saya takut. Bulu kuduk mencuat ke mana-mana. Deg-degan meraja lela. Sampai dengan keadaan berdegup-degup, saya akhirnya tidur di sofa ruang tamu; meringkuk, masih ketakutan. Berharap, semoga si nenek tidak kembali, tidak mengikuti ke mana saya pergi, dan tidak lagi menggelayuti saya berat, atau mencekik saya sampai sesak. Semoga😦

3 Comments Add yours

  1. hehehehe….ngeri ngebacanya….

  2. ichi says:

    ini kisah nyata, tre?
    sumpah, serem abis!

  3. kebanyakan nonton film horor indonesia kali toe mas….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s