Endonesah, Bapa!

Sebenarnya, apa yang salah pada orang-orang Indonesia (mungkin saya termasuk juga di dalamnya yang “salah”)? Apa yang bikin manusia-manusia yang berdiam di bumi khatulistiwa ini menjadi gampang tersentil? Seberingas apa? Sejauh apa?

Kemarin Sabtu, 31 Juli, ramai-ramai di Twitter soal rusuh yang dibuat organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Suku Betawi, yaitu Forum Betawi Rempug (FBR). Konon, kumpulan itu merayakan ulang tahun kelompoknya di sebuah masjid berkubah emas di daerah Depok, Masjid Dian Al Mahri. Sejak pagi hari itu, orang-orang melakukan live tweet, mengeluh bahwa rombongan FBR bikin macet daerah seputaran Cinere. Itu masih pagi, hari ketika saya masih golar-goler di ranjang, baru juga melek mata. Banyak laporan kalau para FBR-ian itu berduyun-duyun, naik motor, dan (seperti sudah bisa ditebak) tanpa helm.

Menjelang siang, saat saya masih juga di atas kasur, membaca-baca buku sambil sesekali cek Twitter, keluhan orang-orang di jalan raya soal FBR masih belum juga reda. Kali ini, Rempoa, Bintaro yang dilanda rusuh; macet gila. Saya jadi kepikiran, ada apa sih ini? Maksudnya, okelah kalo mereka memang sedang merayakan sesuatu yang spesial untuk mereka; yang adalah perayaan hari ulang tahun. Tapi, apa iya harus mengganggu ketertiban umum, sampai-sampai menyebabkan macet di mana-mana? Kebebasan juga harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan? Saya yang ada di rumah saja gemas, bagaimana orang-orang yang ada di jalan raya sekitar Rempoa, Cinere itu ya?

Seharian Sabtu lalu itu saya masih leyeh-leyeh di rumah. Masih membaca buku, masih di kamar. Hari sudah masuk sore, tidak terasa. Lalu, belum mau turun panggung, FBR ternyata benar-benar jadi “tokoh utama” hari itu. Masih lewat Twitter, saya lihat banyakan tweet orang-orang yang sekarang lebih ke arah khawatir dan ngeri, bukan lagi sebal. Karena, sekarang, menjelang malam ini, rombongan FBR membikin rusuh di sekitaran Pondok Indah. Sampai membakar sebuah mobil katanya. Kata-kata yang keluar pertama kali, “Ini apaan sih FBR?”

Apa yang saya sesalkan? Semua orang jadi menganggap orang Betawi rusuh, orang Betawi norak, tidak intelek. Itu yang saya sebal. Semua orang menggeneralisasikan orang Betawi jadi negatif. Padahal, saya orang Betawi, dan saya tidak serusuh itu, tidak senorak itu.

Out of topic sejenak. Sebal juga saya rasa ketika FPI membikin rusuh di mana-mana. Perasaannya sama seperti di atas; saya orang Islam, tapi rasanya saya juga tidak sebegitunya rusuh, deh.

Ada apa sih dengan orang-orang Indonesia, sekali lagi saya tanya? Terlalu gampang beringas, terlalu suka ribut. Dan, juga bisa dibilang terlalu pemalas, sampai-sampai Pong Harjatmo gemas segemas-gemasnya sampai-sampai mengoleh-olehi Gedung MPR/DPR sebuah grafiti ‘cantik’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s