Keanehan yang Lain Lagi

Saya terpejam. Dua lelaki lusuh mencoba menggapai-gapai. Muka mereka jelek sekali. Saya takut. Saya sekuat tenaga membuka mata. Dan, tidak lama, saya sadar. Hhhh, syukurlah. Tak berapa lama, saya terpejam kembali. Rombongan orkes, satu biduan dan dua pemain gitar kopong gedambrungan dangdutan di kepala saya, mengelilingi saya. Saya coba lagi membuka mata. Saya sadar. Saya pejamkan mata lagi. Dua wanita berambut gelombang besar-besar, membunyikan suara aneh-aneh, serupa jeritan menyayat-nyayat. Saya mulai ketakutan. Ingin segera membuka mata. Dan, saya sadar lagi (untungnya).

Lalu, saya baru ingat. Saya tepuk-tepuk bantal dan kasur. Membolak-bolak mereka dan melaksanakan ritual itu dengan hikmat. Lalu, saya kembali mencoba tidur. Kali ini lelap, tanpa digoda suatu apa. Sampai tahu-tahu pagi. Syukurlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s