Ada Apa di Karang Bolong?

Di hari yang sama dengan perjalanan ke Menara Suar Cikoneng, saya setelahnya melipir ke Karang Bolong, hanya sekitar puluhan menit dari si menara. Memasuki parkiran Karang Bolong, saya agak tertegun melihat sepinya objek wisata yang satu ini.

Setelah membayar HTM Rp5.000 dan diberi tiket tanda masuk, saya mulai mencoba menjelajahi kawasan ini. Spot utama tentu saja karang besar yang bolong (berlubang) di tengahnya. Tidak perlu energi yang besar dan waktu yang lama, paling hanya beberapa menit, saya sudah mencapai si karang bolong.

Culang-cileung mata berkeliling, saya masih tidak percaya bahwa destinasi yang satu ini kurang diminati dan kurang diperhatikan. Oh, atau mungkin karena kurang diperhatikan maka jadi kurang diminati? Atau, malah sebaliknya, karena terlalu sedikit orang yang datang, akibatnya tidak perlu lagi ada yang namanya pemeliharaan fasilitas? Bisa jadi. Oh, atau ada satu lagi kemungkinan. Tempat ini sepi karena saya datang siang hari bolong dan di hari kerja. Entah bagaimana keadaan waktu weekend.

Ah, tapi tetap saja. Selazimnya objek wisata yang diminati, biasanya banyak pedagang oleh-oleh atau pedagang camilan di sekitar kawasan objek wisata. Karang Bolong tidak begitu. Kawasan di sekitarnya juga sepi. Banyak lapak yang tidak terpakai, dan teronggok begitu saja.

Mungkin karena itu juga pantainya pun jadi tidak terlalu menarik hati. Saya jadi tidak betah berlama-lama di tempat itu, dan beranjak pergi beberapa puluh menit setelahnya. Sayang sekali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s