Tuhan (Mungkin) Rindu, Bapak Anton M. Moeliono

Ibu, terbangun kaget dini hari, saya mendengar kabar sedih. Selalu, kepergian seorang guru bisa bikin anakmu murung tidak terbatas. Apalagi seorang guru besar macam manusia ini.

Ibu, Bapak Anton M. Moeliono telah berpulang. Kalau Ibu tidak tahu, beliau adalah orang bernama besar di dunia bahasa. Ia ahli bahasa Indonesia, dan Guru Besar Emeritus Linguistik di fakultas tempat anakmu ini belajar; dulu Fakultas Sastra, kini Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Beliau juga salah seorang pendiri Universitas Atmajaya pada 1960-an. Dan, beliau juga salah satu Guru Besar di universitas tersebut.

Ibu tahu Pusat Bahasa? Ia adalah badan yang dibentuk untuk merancang dan memantau perkembangan bahasa Indonesia di Indonesia. Sekarang, ia ganti nama, Bu, jadi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Nah, Bapak Anton pernah menjabat sebagai pemimpin Pusat Bahasa, setelah masanya Prof. Dr Amran Halim, dan sebelum Drs. Lukman Ali, Dr. Hasan Alwi, dan Dr. Dendy Sugono. Sekitar 1984-1989.

Ibu tahu kitab suci anak-anak Sastra Indonesia? Iya, Kamus Besar Bahasa Indonesia. KBBI pertama kali terbit di masa kepemimpinannya di Pusat Bahasa, Bu, tepatnya 1988.

Jangan ditanya, Bu, perihal pengalaman beliau. Dari mulai menjadi Ketua Jurusan Sastra Indonesia, Jerman, Belanda, Ketua Program Pascasarjana, sampai menjadi anggota Royal Institute of Linguistics and Anthropology, Netherlands dan anggota Linguistic Society of America tahun 1965. Hebat betul dia, Bu. Orang hebat.

Ada romantisme berlebih ketika melihat beliau lalu-lalang di FIBUI. Tidak, Bu, tidak, beliau tidak pernah mengajar saya. Sayang sekali memang. Karena, pada zaman saya di kampus (2003-2007), beliau hanya tinggal mengajar di kelas-kelas tertentu, utamanya kelas untuk mereka yang mengambil penjurusan linguistik. Untuk kelas S1, hanya ada satu kelas bahkan. Sementara, saya kan sastra, Bu. Sayang sekali.

Ibu, usia beliau memang sudah lanjut. 21 Februari 1929, ia lahir. Sejak akhir Juni, teman-teman Alumni JSI (Jurusan Sastra Indonesia) sudah ramai-ramai di milis. Apa yang mereka bicarakan, katamu? Ya itu, ada kabar kalau tertanggal 28 Juni 2011, Bapak Anton dalam keadaan kritis di RS Medistra, Gatot Subroto. Koma. Beliau sempat membaik pada 30 Juni; sadarkan diri. Tapi tetap, beliau tidak boleh terlalu letih dan dijenguk begitu banyak orang. Sebab, fisiknya belum kuat untuk ‘meladeni’ sekian banyak Pihak keluarga sampai harus memberlakukan sistem buku tamu untuk para penjenguk. Semua untuk kebaikan Bapak Anton, Bu.

Tapi, ternyata Tuhan sudah terlalu rindu pada Bapak Anton, Bu. 25 Juli jam 23.27 di RS Medistra, beliau meninggal. Jenazahnya akan disemayamkan di rumah duka di Jln. Kartanegara No. 51, Jakarta Selatan. Untuk Misa Requiem, dilakukan pada 27 Juli 2011 jam 10.00 di Gereja Santa Maria Ratu, Blok Q, dan selanjutnya Bapak Anton akan dikremasi di Oasis, Tangerang.

Mari doakan beliau meninggal dalam damai, Bu. Semoga beliau segera dipeluk Tuhan. Dan, menjadi yang tersambut baik di sana. Amin.

RIP, Bapak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s