Sakit Itu…

“Sakit adalah reminder paling setia di detik-detik kita lupa.”

Manusia kadang-kadang lupa untuk berada di track yang benar. Manusia bahkan merasa, tidak penting lagi untuk merasa benar, asal kebahagiaan dunia direguk banyak-banyak. Tapi manusia juga lupa, Tuhan punya caranya sendiri untuk mengingatkan kembali kita pada-Nya.

Entah saya yang terlalu kolot atau naif, tapi saya percaya bahwa sakit datang bukan tanpa alasan. Di luar kita yang alpa untuk menjaga badan atau sekadar, sakit adalah cara Tuhan ‘memaksa’ manusia untuk istirahat sejenak, berpikir di sela bedrest, bahwa dunia bukan segalanya dan badan ini dititipkan untuk dijaga, bukan disia-sia.

Itu juga yang akhirnya saya sadari ketika berminggu-minggu terkapar di rumah karena kecelakaan. Dunia ada untuk dinikmati saja, bukan untuk dipuja. Kenikmatan dunia itu harusnya menjadi alat asah bagi kita untuk memperkaya rasa syukur pada Tuhan, bukan malah melupakan-Nya.

Saya sempat terlalu nikmat; pergi ke konser-konser musik dengan gratis, mabuk karena dibuai-buai cinta dari kekasih, uang yang tidak pernah kurang, makan makanan macam-macam berlimpah-limpahan. Tapi, di balik segala kemudahan itu, saya malah meremehkan yang 5. Ini yang paling bikin hati selalu waswas. Waswas, tapi tetap tidak bergerak menghadap-Nya. Lalu, saya lupa. Untuk kemudian, menjadi rutin, dan terbiasa melupakan.

Lalu, Tuhan ingatkan saya lagi. Pipi ini tahu-tahu robek puluhan centimeter dalam waktu sepersekian detik. GONG! Oh, Tuhan.

Mungkin banyak yang bilang tidak adil karena saya hanya mengingat Tuhan ketika sakit. Tapi bukan itu poinnya. Poin paling utama adalah ketika Anda tahu, Tuhan itu sebetulnya tidak ke mana-mana. Ia memberi Anda kesenangan agar Anda ingat pada-Nya. Dan ketika Anda malah tidak peduli, Ia memberi Anda guncangan kecil. Salah siapa jika akhirnya Anda baru sadar keberadaan Tuhan ketika berduka? Kesenangan adalah ujian, begitu juga kesedihan, bukan?

Entah bagaimana dengan Anda, tapi saya–yang percaya keberadaan Tuhan–paham benar bahwa kenyamanan diri saya berasal dari Tuhan. Bahwa sakit adalah alarm kesadaran saya yang paling ampuh. Ini juga asalnya dari Tuhan.

Jangan kira setelah sakit ini saya jadi orang paling suci di dunia. Tidak juga. Tapi, setidaknya saya tahu, Tuhan selalu ada untuk mengingatkan saya ketika saya sudah terlalu mabuk pada dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s