Sikunir: Harapan Terakhir untuk Menikmati Sunrise

Cuaca di Dataran Tinggi Dieng tidak pernah bisa ditebak. Sebentar-sebentar, halimun tebal menutupi jalan. Di waktu yang lain, hujan turun tiba-tiba. Harapan terakhir cuma Sikunir.

Dieng terletak di ketinggian 2063 dpl, masuk Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Karena berada di daerah pegunungan, yang pasti di Dieng hanyalah dinginnya. Sinar matahari menjadi ‘barang’ langka.

Pada pertengahan April 2011, hujan hampir setiap hari turun sore-sore. Kalau sudah begini, senja tidak mungkin bisa muncul. Bahaya yang terjadi jika cuaca buruk begini adalah banyak pengunjung yang pasrah pada keadaan, memutuskan untuk diam saja di penginapan, dan kalah.

Ada opsi lain untuk Anda yang pantang menyerah: kejar matahari terbit di Gunung Sikunir. Effort-nya memang besar, setidaknya jauh lebih besar daripada tidur di kamar homestay, melingkar di balik sleeping bag.

Gunung Sikunir terletak di Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo. Jarak tempuh dari Dieng menuju kaki Gunung Sikunir sekitar 30-45 menit. Anda bisa pilih alat transportasi yang paling sesuai untuk Anda: sewa mobil atau sewa angkot.

Agar matahari terbit bisa terkejar, berangkatlah paling lambat jam 4.30. Paling pas, jam 4. Persiapkan diri Anda: gunakan sepatu/sendal gunung, jaket tebal, topi wol, sarung tangan, senter, dan jangan lupakan air minum.

Sepanjang jalan, halimun tebal bisa jadi sahabat paling setia. Jalanan sudah baik dan beraspal, tapi agak berkelok-kelok. Di sisi jalan, kalau kabut sedang menipis, akan kelihatan kebun carica (pepaya khas Dieng), kol, kentang, dan cabe yang menjadi tanaman unggulan Dieng.

Perjalanan bermobil berakhir di Telaga Cebong. Di sini, Anda akan dimintai sumbangan Rp2.000/orang, semacam biaya masuk ke Sikunir. Setelah ini, perjalanan dilanjutkan dengan trekking. Butuh tambahan waktu hampir 30 menit untuk bisa sampai di puncak Gunung Sikunir yang memiliki tinggi 2.350 dpl. Jarak tempuh sekitar 1 km. Saya beri gambaran: perjalanan ini tidak berbeda dengan hiking. Jadi, jangan anggap remeh. Apalagi, Anda mendaki di pagi buta.

Trek di Gunung Sikunir bisa dibilang sudah terpeta. Jalan setapak sudah kelihatan jelas. Di beberapa titik, bahkan sudah ada cornblock yang ditanam. Tapi, tetap harus hati-hati. Kiri-kanan Anda curam. Dan, lagi-lagi, halimun kerap terlalu tebal. Karena jarak pandang Anda terbatas, mendakilah dengan tidak tergesa.

Jika sudah sampai di puncak dan langit masih gelap, Anda cuma bisa menunggu bersama banyak orang lain yang sudah tiba lebih dulu atau menyusul di belakang Anda. Momen paling menakjubkan adalah ketika sedikit demi sedikit cahaya keemasan muncul dari balik awan. Kemudian, Gunung Sindoro menampakkan diri dari kegelapan. Disusul Gunung Sumbing. Dan, jika beruntung, Gunung Merbabu dan Merapi turut tampak di kejauhan. Dramatis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s