Selamat Datang di Labuan Bajo!

Menginjakkan kaki di Bandara Komodo Labuan Bajo, terik matahari-lah yang paling semangat menyambut. Setelahnya, cuaca cerah jadi pendamping yang loyal menemani saya menjelajah Kepulauan Komodo selama 5 hari.

Bandara Komodo Labuan Bajo yang sederhana.

Untuk mencapai Kepulauan Komodo, Anda harus menyentuh Labuan Bajo. Dan, jika datang ke Labuan Bajo, Anda pasti singgah di Bandara Komodo Labuan Bajo. Ini adalah satu-satunya bandar udara di Labuan Bajo. Bandara ini sebelumnya bernama Bandara Mutiara II, terletak tepat di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Semisal starting point Anda adalah Jakarta, artinya Anda harus transit dulu di Ngurah Rai, Bali, untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo. Bali-Labuan Bajo bisa dicapai dengan durasi 1, 5 jam.

Pada 25 Oktober 2011 siang, saya bersama teman-teman dari @KeluaRumah, atas dukungan penuh dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dulu, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata) tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo. Hanya ada satu pesawat di sana, yaitu pesawat Wings Air berkode ATR 72-500 yang tadi membawa kami dari Bali. Sisanya, di bandara tersebut hanya ada sebuah bangunan kecil serupa rumah berlantai 1, yang dikelilingi kawasan berwarna kecoklatan. Pohon-pohon tinggi tidak kelihatan. Menjadikan wilayah bandara gersang dan kering.

Bandara ini sendiri menarik dibahas karena kesederhanaannya. Landas pacu sudah beraspal dan keluasannya cukup. Ruang tunggunya tidak seberapa luas, tapi nyaman dan ber-AC. Namun, terminal bandaranya hanya terdiri dari tidak lebih dari 5 counter check-in.

Setiap kali ada pesawat mendarat, selasar Bandara Komodo yang berpagar rapat pasti dipenuhi orang. Bukan demonstrasi, tapi mereka adalah para supir (taksi, angkot, atau mobil) yang menawarkan sewa atau mereka yang hendak menjemput penumpang. Kami dijemput Pak Mikael Nongko, pemandu selama di Kepulauan Komodo.

Para penyedia jasa kemudi di selasar Bandara Komodo.

Lepas dari kesederhanaan bandara satu-satunya di Bajo, kami lalu beranjak ke Jalan Soekarno-Hatta, untuk check-in di Green Hill Boutique Hotel, tempat menginap sampai 5 hari ke depan. Perjalanan hanya memakan waktu 30 menit. Jalanan sepi dan pepohonan yang meranggas jadi pemandangan paling menonjol.

“Dari Juni, Bajo nggak hujan. Di sini memang lagi musim kemarau,” suara supir mobil sewaan. Pernyataan tersebut menjawab keadaan gersang di Bajo.

Sedikit tentang Labuan Bajo, ia adalah ibukota Manggarai Barat, Flores. Bajo merupakan salah satu akses untuk menuju Pulau Flores. Juga, kerap disebut-sebut sebagai pintu gerbang untuk Anda yang ingin berwisata di Taman Nasional Komodo. Tidak cuma penduduk asli, di sini Anda akan banyak menemukan orang Sulawesi, sampai Jawa.

Ketika musim penghujan, Bajo akan tampak hijau dengan curah matahari yang tidak terlalu tinggi. Jika tiba musim kemarau, semua daratan di Bajo akan terlihat kecoklatan. Pohon-pohon meranggas. Yang tersisa cuma ranting-ranting tanpa daun. Angin kering.

Kalau datang di tahun ini, Anda akan melihat di mana-mana banyak pembangunan dan renovasi. Geliat pertumbuhan Bajo sangat terasa. Pemandangan inilah yang menemani kami sampai akhirnya kami tiba di Green Hill Boutique Hotel.

Hotel bintang 1 yang nyaman; Green Hill Boutique.
Salah satu tipe kamar di Green Hill. Ciamik!🙂

Green Hill Boutique Hotel adalah hotel berbintang 1 terdiri dari 9 kamar yang menghadap pelabuhan serta laut. Butuh lebih dulu menanjak anak tangga untuk bisa sampai ke area kamar. Tiap kamar berdesain minimalis dan sangat homey. Soal fasilitas, hotel ini cukup mumpuni; ada televisi, DVD player, shower dengan pilihan air panas dan dingin, kamar ber-AC, restoran, hingga penyedia jasa cuci. Sangat nyaman, meski memang kisaran harganya lumayan; Rp400.000-Rp500.000/malam. Cek situs ini untuk info lebih lanjut: http://greenhillboutiquehotel.com/.

Mengenai penginapan, Anda punya banyak pilihan, selain Green Hill Boutique. Masih ada Golo Hilltop, Mediteraneo, The Jayakarta Suites Komodo, Gardena, dan lain-lain. Rata-rata harganya pun bisa Anda pilih; untuk travel premium, hingga ala ransel.

Entah apa omongan supir tadi bisa dipercaya. Karena begitu sampai hotel, hujan turun. Hari sudah sore ketika hujan mereda. Meski tahu senja hari pertama sulit bisa ditemui, tapi kami tetap beranjak dari hotel dan menuju ke tempat favorit untuk melihat senja di Labuan Bajo: Paradise Bar & Restaurant.

Paradise Bar & Restaurant terletak sekitar 500 m dari Green Hill Boutique. Tepatnya, di Jalan Binongko, Kampung Ujung, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores. Di antara para pejalan yang berkumpul di tripadvisor, Paradise berada di rekomendasi nomor 5 untuk kategori restoran di Labuan Bajo. Untuk meraih tempat ini, kita melewati jalan aspal berkelok-kelok dan mendaki yang di kanan-kirinya berdiri rumah-rumah penduduk.

Dalam perjalanan menuju Paradise. Senja pertama di Bajo.

Pemilik Paradise adalah pasangan lelaki lokal dan perempuan Belanda. Menurut Pak Mikael, Paradise sudah buka hampir 5 tahun, dan jadi favorit wisatawan yang datang ke Bajo untuk melihat senja. Tapi, sore itu, Paradise sepi. Menurut salah seorang pelayan, Paradise sangat ramai kala akhir pekan. Baru saya maklum, bahwa hari saya datang adalah Selasa.

Mendung masih menggantung pasca hujan sesiangan tadi. Saya sudah pasrah tidak bakal mendapatkan senja yang cantik di hari pertama saya ada di Bajo. Tapi, sore tetap menyenangkan meskipun dengan sedikit senja, ditemani kopi Flores, garlic bread, berbincang hangat dengan kawan-kawan, dan pemandangan ini. Sedap!

View cantik dari balkon Paradise.

Next: Island Hopping dan Liveaboard di Kepulauan Komodo

7 Comments Add yours

  1. ipungmbuh says:

    Wah Labuan Bajonya cantik sekali.
    Suka jalan juga ya mba? salam kenal ya. =))

    Ipung Abigail

    1. atre says:

      ndak cuma Labuan Bajonya saja lho yang cantik. penulisnya juga insya allah mendingan :p

      salam kenal juga Kak Ipung Abigail. kakaknya Abimanyu ya?

  2. Caroline says:

    Salam kenal
    Saya Caroline, rencana bulan May ini kami ada trip utk pemotretan ke labuan bajo + pulau2 disekitarnya.
    Apa bisa share info utk hotel dan kapal utk menyebrang ke pulau2 kecilnya?🙂 Oya, lebih enak nginapnya di Labuan Bajo atau langsung di pulau Rinca, misalnya?

    Thankyou before

    1. Atre says:

      aku balas via email ya, Caroline🙂

  3. Ebiet says:

    minta info penginapan murah juga dong mba di labuhan bajo…
    trus kalau mau ke pulau komodo/rinca itu ada transportasi umum atau haru sewa perahu..??
    thx b4

    1. Atre says:

      besok ya aku kirim ke e-mail kamu. yang ebiet04@yahoo.com itu tah?

  4. alfianmarpaung says:

    Kasih review daerah potensial diIndonesia tapi yang belum populer dong kak…

    Sekalian cara supaya kira2 gimana tempat wisatca yang ngga terkenal itu bisa jadi sepopuler destinasi wisata lainnya

    Thanks before

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s