Cunca Rami: Siapkan Napas Lebih!

Di tengah sebuah hutan di Manggarai Barat, yang dikenal luas bernama hutan Mbeliling, melela air terjun cantik yang konon tidak pernah kering, meski kemarau. Dari Bajo, untuk bisa mencapai air terjun ini bisa dengan beperjalanan dengan mobil 1 jam. Jalan utama sudah beraspal bagus, tapi siap-siap terhadap alurnya yang berkelok.

Kendaraan-kendaraan jagoan selama di Bajo.

Dari jalan raya beraspal, masih termasuk kawasan Kampung Rangat, air terjun ini bisa dicapai dengan trekking melewati hutan dengan total perjalanan nyaris 1 jam, jika tempo berjalan Anda banyak diseling istirahat. Hutan sudah cukup ‘terbuka’. Jalan setapak sudah tersedia.

Jalan setapak.
Daerah persawahan yang dilewati.

Air terjun ini bernama Cunca Rami. Dianggap sebagai penyanggah sumber mata air terbesar di desa-desa sekitar hutan. Menurut cerita salah satu penduduk lokal Kampung Rangat yang hanya ingin dipanggil Kae, Cunca Rami berasal dari kata cunca yang artinya air terjun, dan rami yang artinya hutan.

Cunca Rami dengan bentukan kolam kecil di bawahnya.

Kae bilang, ada legenda soal hutan ini, yang sudah ia dengar dari generasi ke generasi. Hutan yang masih merupakan wilayah Kampung Lamung ini merupakan daerah terlarang untuk dimasuki manusia. Apalagi jika datang sendiri. Hutan ini rincing, katanya. Rincing artinya angker. Alhasil, tidak ada yang datang ke sini. Hingga ada satu orang pintar bicara pada penunggu hutan. Ia adalah orang Lamung. Penunggu hutan minggir, dan kini air terjun sudah aman untuk dikunjungi. Untuk dipakai berenang atau mandi pun tidak masalah. Ini legenda, Anda boleh percaya atau tidak.

Cunca Rami, faktanya, adalah air terjun dengan ketinggian sekitar 100 m. Airnya berasal dari Gunung Mbeliling. Saat trekking, kita akan melewati kawasan persawahan dan kerbau-kerbau yang beristirahat. Nanas berbuah di pohon. Kita juga bakal melewati sebuah gubuk milik penduduk lokal. Di sini, Anda bisa saja memesan kelapa muda.

Perjalanan menuju air terjun cenderung menurun. Sementara, perjalanan pulang sebaliknya; lebih banyak mendaki. Total, perjalanan pulang pergi bisa dikisar-kisar menghabiskan 2 jam. Bukan perjalanan yang mudah. Garis bawahi perjalanan pulang, karena jika terlalu kaget mendapati perjalanan yang lumayan berat karena mendaki, bisa-bisa kita menyerah di tengah jalan. Catatan: short trekking di Cunca Rami ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan.

Untuk itu saya sempatkan ngobrol dengan Sukma Kurniawan, salah satu petualang ACI 2010 yang sudah mengakrabi gunung sejak 12 tahun lalu. Banyak gunung di Indonesia yang sudah ia daki, sebut saja Gede, Rinjani, Semeru, dan Lawu.

Sukma Kurniawan, petualang ACI 2010 pencinta naik gunung.

Sukma Kurniawan memberikan tips. Bukan agar trekking Anda tidak melelahkan. Lelah itu pasti. Ini hanya agar trekking Anda di Cunca Rami lebih menyenangkan (baca: tidak kehabisan napas). Ini sedikit poin yang ia berikan.

1. Napas
Bernapaslah dengan normal, melalui hidung dan mulut. Atur napas seiring langkah kaki. Jangan terlalu boros membuang-buang napas dalam satu kali hembusan napas.

2. Langkah Kaki
Usahakan langkah kaki tidak terlalu lebar. Tujuannya, agar kita tidak cepat letih. Kalau langkah besar-besar, relatif akan membuat beban di kaki jadi lebih berat. Tapi memang, risikonya, tempo perjalanan kita melambat.

3. Minum
Tidak masalah minum cairan jenis apa pun (air putih, air kelapa, teh manis, dsb), kecuali alkohol. Asal, jangan terlalu banyak. Kelebihan cairan akan membuat badan lemas.

4. Detak Jantung
Ketika trekking, wajar jika jantung cenderung berdetak lebih cepat. Sebab, jantung dipacu lebih berat. Jangan memaksakan diri jika jantung terasa sakit. Istirahatlah. Bukan dengan duduk, tapi berhenti melangkah dan berdiri saja.

Ini empat poin dasar. Sederhana kelihatannya, tapi tidak pada praktiknya. Percaya pada saya. Efeknya, saya alami sendiri, berpengaruh besar pada kesenangan Anda ketika menerabas hutan. Selamat mencoba, tidak cuma di Cunca Rami, tapi bisa di medan mana pun yang serupa. Cheers!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s