Mencoba Sopi dari Flores

Di sela perjalanan ke Kampung Melo, Manggarai Barat, Flores, di pinggiran jalan, berderet beberapa botol air mineral yang isinya putih kekuningan. Terpikir itu bensin, tapi bukan.

Sopi di pinggir jalan.

Itu adalah sopi. Bukan bahan bakar, tapi sopi adalah minuman tradisional yang dikenal di beberapa daerah di Indonesia dengan nama yang sama, seperti di Maluku, Papua, dan Flores. Nama lain di Flores untuk sopi adalah moke.

Sopi di Flores, tepatnya di Manggarai Barat itu, dikemas dalam bekas botol-botol air mineral. Warna sopi bermacam-macam; bening, atau bening kekuningan. Konon, degradasi warna ini berbeda karena kadar alkohol yang terkandung di dalam sopi. Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin bening sopi tersebut.

Sopi sendiri berasal dari istilah Belanda, yaitu zoopje, yang artinya alkohol cair. Sopi merupakan hasil minuman hasil fermentasi dari pohon aren, memiliki kadar alkohol mulai dari 30% ke atas.

Di Flores, sopi tidak hanya dikonsumsi pribadi. Ia kerap menjadi seserahan dalam upacara adat, atau hadiah kepada tuan rumah ketika berkunjung. Seluruh ritual adat di sana pun diawali dengan acara minum sopi.

Sopi kerap disebut dengan BM, alias bisa membakar. Sopi yang kadar alkoholnya tinggi, jika dituang di meja atau bidang apa pun, bisa menimbulkan api. Sebagai gambaran, mungkin kita bisa mengingat-ingat spirtus.

“Sopi itu panas, rasanya di sini (menunjuk leher),” kata Rama, seorang ranger di Pulau Rinca, ketika ditanya perihal rasa sopi.

Sementara, Kusumorini Susanto dari komunitas @KeluaRumah, mencatat sedikit tentang sopi. Sopi di Flores itu dari enau. Pohon enau diiris, disalurkan di pipa untuk meneteskan getah. Biasanya, getah ini ditunggu kumpul dari pagi hingga sore, lalu dibawa pulang. Getah-getah ini diuapkan via alat sederhana yang terbuat dari bambu. Nah, hasil uap itulah yang nantinya akan kembali jadi air dan menghasilkan sopi.

Sopi biasa dimasak di rumah-rumah khusus atau pendopo-pendopo di kebun-kebun milik warga secara tradisional dengan pengetahuan turun-temurun.

Kualitas sopi itu tergantung pada kualitas panci. Nah, konon, yang saya temukan di Flores Oktober lalu, adalah sopi yang diuapkan menggunakan tong ala kadarnya.

Sopi tidak cuma bisa dibuat dari pohon enau (nira), ia juga bisa dihasilkan dari pohon kelapa. Kalau rata-rata sopi di wilayah Timur itu lebih banyak dari enau.

Almascatie H, seorang blogger Maluku, bicara soal sopi Maluku. Pembuatan sopi diawali dengan air sadapan nira (sageru), sebelum dimasak dicampur dulu akar husor yang ditumbuk halus. Kenapa air sadapan harus dicampur akar? Karena kalau sekadar air nira atau saja langsung dimasak, malah bukan jadi sopi. Malah akan mengental, jadi gula aren.

Campuran itu lalu dimasak di tungku kedap udara. Lebih tepatnya disebut penyulingan. Yang diambil itu uap dari air itu. Uap air yg berubah jadi air lalu ditampung dalam bambu atau botol.

Proses masaknya biasanya sehari. Kalau proses penyadapannya itu dua minggu. Selama seminggu, dahan enau diketok-ketok terus supaya air sadapannya keluar dengan lancar. Tapi, cuaca juga punya peran penting. Kalau sering hujan, pengumpulan air sadapan ini akan lebih lama. Ditotal-total, prosesnya memakan waktu sekitar 10 harian, mulai dari awal menyadap hingga mengemas di botol.

Di Flores, sopi dibanderol dengan harga berbeda-beda. Harga sopi kelas utama Rp10.000-Rp15.000 per botol 0,75 liter.

Meski sopi menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Flores (juga Maluku dan Papua), namun keabsahannya masih menjadi perdebatan. Sopi dianggap barang ilegal untuk diperjualbelikan secara luas. Lepas dari itu, sopi tetap menjadi minuman beralkohol favorit masyarakat setempat. Sopi, dan bukan kopi.

*Enau itu nama pohon, sementara nira nama air sadapannya.

p.s. Tulisan ini juga terbit di areamagz.com

4 Comments Add yours

  1. khakha says:

    interesting!
    another kind of drink that might have a high value. people should know about this more.
    and, since it’s part of tradition, we should keep it, I mean as a culture.🙂

    Tre, gw merasa lo terburu-buru dalam menulis ini. benar? :p

    1. Atre says:

      ho oh, seperti biasanya.
      is it really that obvious?
      elek ya tulisannya, elek?

  2. dd says:

    maaf, tanaman Husor itu seperti apa ya?

    mungkin ada yg tau nama ilmiahnya, redirect gambar, dsb.

    makasih…🙂

    1. Atre says:

      sebenarnya memang agak sulit menemukan husor di internet. temanku si Al yang ada di tulisan itu juga agak kalang kabut begitu harus menjelaskan apa itu akar husor. dia cuma bisa bilang, bentuknya berserabut-serabut, menjalar-jalar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s