[Fiksi] Jakarta Pagi

jalanan marah.
angkutan umum, mobil, motor sikut-sikutan.
knalpot-knalpot saling sembur,
seperti dukun tak sadar.
klakson-klakson bikin choir;
sama sekali tak merdu.

muka-muka kusut tambah kusut.
asam tambah asam.
lipatan wajah dipelintir makin runyam.

seorang supir bis kota cuma bisa bicara satu kata;
macet…macet…macet…
diulang-ulang tambah cepat.
sampai suaranya berdengung di otak;
meninggi,
menyatu dengan darah,
lalu masuk nadi.

cetma
cetmacet
macetmacetmacet
MACET!

22.02.2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s