Travel Warning: Indonesia Tidak Hanya Bali*

Nusantara sudah sejak lama dicap sebagai negara dengan beribu kepulauan. Keindahannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Lalu kenapa untuk urusan traveling, banyak orang seolah hanya “mengenal” Bali?

Tepatnya, Indonesia terdiri dari 33 provinsi. Ia termasuk dalam 20 besar negara dengan luas wilayah terbesar di dunia; dengan 5.193.250 km2. Ia juga disebut negara kepulauan karena memiliki ribuan pulau yang tersebar di koordinat 6° LU-11°08 LS dan 95° BT-141°45 BT. Jika Anda mencari di Wikipedia, jumlah pulau yang disebutkan ada sekitar 17.504 pulau, dengan keterangan tambahan 6.000 di antaranya tidak berpenghuni.

Lalu apa lacur yang menyebabkan dunia pariwisata Indonesia hanya dikenal dunia melalui Bali? Selama puluhan tahun, Bali memang lebih dulu terkenal karena keindahannya dibandingkan pulau lain di Indonesia. Tapi sebetulnya, Anda punya banyak pilihan yang beragam untuk berlibur. Di luar Bali tentu saja, masih banyak pulau di Indonesia yang sangat indah–mungkin melebihi keindahan Bali kini.

Untuk mendapatkan kebenaran kecil tentang keindahan pulau-pulau di Indonesia (selain Bali), saya lalu tergelitik untuk berbincang-bincang santai dengan beberapa traveler lokal yang sudah sejak lama menyandu traveling keliling Indonesia.

Dalam kesempatan yang bersamaan, para traveler dari beragam latar belakang profesi ini dengan baik hati menceritakan pilihan pulau-pulau cantiknya sendiri. Ini adalah pulau-pulau pilihan Giri Prasetyo, Citra Rahman, Yudi Febrianda, Lucia Nancy, Gilang Pratama, Kusumorini Susanto, dan Galih Mulya Nugraha.

Banda Neira
Ini adalah salah satu pulau yang termasuk dalam wilayah Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Adanya di tenggara kota Ambon. Dahulu kala, Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli hingga pertengahan abad 19. Sebab, Kepulauan Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah bernilai tinggi.

Jika mengunjungi Neira kini, Anda akan bisa melihat banyak bangunan tua yang masih utuh dan terawat. Sejarah gelap ada di balik bangunan-bangunan tersebut. VOC berperan mendirikan kota modern di Neira. Hanya saja, mereka merasa perlu untuk membantai penduduk Banda sebelumnya (1621). Tidak cuma untuk menguasai pulau, tapi juga rempah-rempah, terutama pala, yang ada di sana.

Giri Prasetyo (24) merekomendasikan Banda Neira sebagai salah satu pulau yang layak dijelajahi di Indonesia. Alam di Neira sangat menenangkan. Oleh karena tertutup oleh Gunung Api, angin, ombak, dan perairan di Neira cenderung sangat tenang. Gunung Api (gunung tersebut memang namanya Api) adalah gunung berapi kecil di barat Neira. Gunung ini terakhir meletus pada 1988. Kala itu, lava panasnya mengalir ke Laut Banda dan menghancurkan terumbu karang di sana. Namun rupanya, lava tersebut membuat pertumbuhan karang di bawah Laut Banda menjadi sangat cepat. Selang 23 tahun sejak letusan, perairan Banda telah tertutup karang sekitar 90% dengan keanekaragaman biota laut dan karang-karang yang cantik. Karena itu, perairan Banda sangat tepat untuk dicoba oleh para pencinta diving dan snorkeling.

Di luar itu, Neira memiliki tata kota yang berjalin-padu dengan bangunan-bangunan tua yang masih otentik. Bangunan-bangunan bersejarah, seperti Benteng Belgica (dibangun oleh Gubernur Jendral VOC pertama, Piether Both pada 1611), Istana Mini Neira (dulu digunakan sebagai tempat tinggal sang gubernur dan konon dibangun setahun lebih awal dari Istana Negara di Jakarta; 1796), atau Benteng Nassau (dibangun pada 1607).

“Akan terasa merinding kalau jalan sendirian malam-malam di Neira. Bukan karena seram, tapi bayangan-bayangan sejarah masa lampau langsung menyambar,” komentar Giri.

Belum lagi, pada 1936, Neira juga menjadi pulau pengasingan dua tokoh proklamator Indonesia; Sutan Sjahrir dan Muhammad Hatta. Banyak peninggalan dan penghormatan kedua tokoh tersebut di Neira.

“Yang jelas, sekali datang ke Neira, banyak yang bisa kita dapat. Ya sejarah, kuliner, alam, dan manusianya. Semua avant garde,” tutup Giri.

Kepulauan Anambas
Ini adalah kawasan pulau kecil yang terletak di Laut Cina Selatan antara Malaysia timur dan barat, serta Kalimantan. Kepulauan Anambas termasuk dalam provinsi Kepulauan Riau. Terdiri dari 238 pulau, di antaranya Siantan (Tarempa), Mubur, Jemaja, dan Kiabu (Airabu), serta pantai dan pasir putih, Anambas patut masuk daftar.

Anambas sempat dinobatkan sebagai Pulau Tropis Terindah Se-Asia versi CNN.com, menduduki peringkat pertama disusul oleh Koh Cang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Teluk Halong (Vietnam), dan Similand Islands (Thailand).

Yudi Febrianda (35) adalah orang yang merekomendasikan Anambas. Menurut pria yang lebih dikenal dengan nama Twitter-nya @kudaliarr, Anambas memiliki pantai-pantai yang sangat indah, seperti Kusik dan Padang Melang. Ada pula air terjun 7 tingkat yang alirannya langsung mengarah ke laut. Namanya Air Terjun Temburun.

Keindahannya pun masih sangat alami. Kawasan kepulauan ini masih sangat bersih. “Di Anambas, saya seperti ada di dimensi lain. Lautnya seperti cermin. Sangat bersih. Underwater-nya juga menggiurkan,” ungkap Yudi.

Di samping itu, masyarakat setempat sangat baik. Memang, Yudi mengakui fasilitas di Anambas masih sangat sederhana. “Tapi, itu justru kelebihannya. Membuat Anambas tetap bersahaja,” ucap Yudi.

Untuk mencapai Anambas, kita membutuhkan waktu tempuh cukup lama. Jika dari Jakarta, kita harus naik pesawat ke Batam/Tanjung Pinang lanjut ke Matak. Lalu, diteruskan dari Matak ke Tarempa naik pompong (perahu motor).

Kepulauan Banyak
Banyak terletak di Kabupaten Aceh Singkil. Seperti namanya, kawasan kepulauan ini terdiri dari banyak sekali pulau dengan jarak yang tidak berjauhan. Sangat memungkinkan untuk Anda ber-hopping islands.

Kepulauan Banyak dapat dicapai dengan berbagai cara. Akses lebih dekat adalah dari Medan. Dari sana, Anda bisa naik mini bis jenis L300 sekitar 8 jam. Dilanjutkan dengan menyeberang; naik perahu cepat (boat) sekitar 3 jam atau kapal ferry dengan jarak tempuh lebih lama. Perhatikan jadwal menyeberangnya. Boat setiap hari menyeberang kecuali Jumat. Sementara ferry hanya beroperasi seminggu sekali atau dua kali.

Jika dari Aceh Singkil, Anda bisa memilih menyeberang dengan kapal ferry dan menghabiskan waktu 4 jam. Atau, ada pula penerbangan Nusa Buana Air ke Singkil, tapi penerbangannya hanya terjadwal dua kali seminggu; Sabtu dan Senin pagi.

Lumayan menghabiskan waktu untuk mencapai Banyak, tapi rasanya segalanya worth it jika ditukar dengan keindahan yang bisa dinikmati di kumpulan pulau tersebut. Snorkeling di Pulau Tailana, tracking di Pulau Tuangku, sampai terlibat dalam patroli pengawasan penyu di pulau konservasi penyu, Pulau Bengkaru, semua bisa dicoba. Kalau beruntung, Anda bisa menjumpai beragam jenis penyu, seperti penyu hijau, penyu sisik, bahkan penyu belimbing–yang kerap disebut sebagai “nenek moyang penyu”.

Dan, menurut Citra Rahman (25), yang sangat berharga di Banyak adalah ketenangannya. Deburan ombak berpadu suara kibasan daun kelapa dengan sajian pemandangan pantai berpasir putih dan pulau-pulau kecil sejauh mata memandang adalah pengalaman magis yang sangat priceless.Kayak berada di dunia kita sendiri,” singkat Citra.

Pulau Dodola
Letak pulau ini tepatnya ada di bagian barat Pulau Morotai, di ujung utara Pulau Halmahera. Jaraknya sekitar 5 mil dari Daruba, ibukota Morotai Selatan, Maluku Utara.

Dodola termasuk salah satu pulau terluar Indonesia, karena letaknya tepat di bibir Pasifik. Karena itu juga, ia memiliki sebutan “Mutiara di Bibir Pasifik”. Dodola terdiri dari dua pulau, yaitu Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di sini uniknya Dodola. Jika sedang pasang, kedua Dodola ini terpisahkan oleh laut dengan jarak sekitar 500 meter. Namun, jika air laut sedang surut, muncul jembatan pasir putih di antara kedua pulau tersebut, menjadikan pulau ini seolah menyatu. Peristiwa “penyatuan” ini berlangsung cukup lama. Anda akan bisa menyaksikannya jika sampai di Dodola sekitar pukul 10.30-19.00 WIT setiap hari.

Pulau ini memiliki pasir yang sangat putih dan halus di kawasan pantainya. Airnya berwarna biru kehijauan yang jernih, dengan ombak yang mendesir pelan. Dodola juga jauh dari pemukiman penduduk. Thus, pulau ini sangat menjanjikan ketenangan dan kesunyian yang nyaman.

Gilang Pratama (23) adalah pria asli Lombok yang merekomendasikan Dodola. “Dodola masih alami. Jarang ada orang di sana. Cocok untuk mencari ketenangan, termasuk menjelajah pulau-pulau terluar Indonesia,” komentar Gilang.

Untuk sampai ke Dodola, tidak sulit. Jika dari Pulau Jawa, Anda terlebih dahulu harus mampir ke Ternate, baru lanjut terbang ke Morotai. Dari Morotai, silakan sewa perahu; speedboat atau perahu nelayan untuk mencapai Dodola (juga, pulau-pulau lain di kawasan Morotai).

Sempatkanlah ke Dodola. Konon, Anda belum ke Morotai, jika tidak mampir ke Dodola. Menikmati Dodola sambil mencamil pisang goreng dengan sambal dabu-dabu, wah, sungguh melambungkan angan-angan!

Raja Ampat
Ah, destinasi ini sudah diduga-duga bakal masuk dalam daftar. Ya, Raja Ampat belakangan ini naik daun. Bukan hanya karena promosi yang gila-gilaan, tetapi memang kenyataannya kawasan ini cantik luar biasa.

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten yang memiliki 610 pulau; hanya 35 pulau yang berpenghuni; di Papua Barat. Beribukota di Waisai, Raja Ampat memiliki empat pulau besar, yaitu Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Luas wilayah kabupaten ini sekitar 46.000 km2, dengan komposisi 6.000 km2 daratan dan 40.000 km2 lautan. Gilanya, daerah yang mayoritas adalah lautan itu dianugerahi keindahan kehidupan bawah air yang sangat menakjubkan.

Di perairannya, Raja Ampat digadang-gadang memiliki jenis terumbu karang terlengkap di dunia. Dari 537 jenis terumbu karang di dunia, sekitar 75%-nya ada di Raja Ampat. Selain itu, ada pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Gila!

Kusumorini Susanto (31) sudah yakin menyebutkan Raja Ampat sebagai salah satu rekomendasinya. Menurut perempuan yang akrab dipanggil Riri ini, Raja Ampat memiliki tipe laut yang berair sangat jernih, nyaris serupa cermin. Pulau-pulau berpasir putihnya sangat banyak. Pulau-pulau berbatu karang pun bertebaran. Atau, gua-gua yang belum dieksplorasi.

Di sana, ada sangat besar kemungkinan Anda akan disambut kuskus di pulau mana pun, melihat burung-burung endemik berkeliaran bebas, menjelang senja disambut pelangi, melihat lumba-lumba dari kejauhan, hingga melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana burung-burung menangkap ikan-ikan yang berlompatan di laut.

“Mau diving di mana pun pasti bagus,” seru Riri. Mantaray, wobbegong, tuna, giant trevaliies, snapper, hingga barracuda akan menemani Anda di perairan Raja Ampat.

Jika dari Jakarta, Anda bisa langsung terbang dengan rute Jakarta-Sorong. Beberapa maskapai bertarif terjangkau sudah menyediakan rute ini. Sebut saja Batavia Air, Wings Air, atau Express Air. Butuh waktu hingga 7 jam dalam perjalanan ini, karena Anda mestilah transit di Makassar, sampai akhirnya tiba di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong.

Setiba di Sorong, Anda tinggal pilih, hendak menginap di Sorong yang banyak menyediakan hotel bintang dua dan tiga, Waisai yang menyediakan resor terjangkau dengan fasilitas cukup lengkap, atau di Mansuar, Kri, dan Birie yang terdapat resor eksklusif, dengan fasilitas sangat nyaman serta harga yang cukup mahal.

Belitung
Ya, ini negerinya Laskar Pelangi. Tidak dipungkiri, berkat Andrea Hirata dan novelnya yang berjudul Laskar Pelangi, sontak Belitung menjadi serupa rock star. Namanya disebut-sebut setiap hari. Ia pun langsung menjadi salah satu itinerary wajib-kunjung para pejalan.

Disebut oleh masyarakat asli dengan Belitong, kawasan ini adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra. Belitong terbagi menjadi 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Belitong beribukota di Tanjung Pandan dan Belitong Timur beribukota Manggar.

Luas keseluruhan Belitong adalah 4.800 km2. Batas-batas wilayahnya adalah Laut Cina Selatan di Barat, Selat Karimata di Timur, Laut Jawa di Selatan, dan di sebelah barat berbatasan dengan Selat Gaspar.

Galih Mulya Nugraha (26) tertarik untuk memasukkan Belitong dalam daftar pulau tercantik Indonesia. Ia melihat bahwa Belitong unik dengan ciri khas geologinya.

“Gugusan batu granit itu cuma ada di pulau-pulau sepanjang Selat Gaspar sampai Natuna dan Teluk Thailand lho,” kata Galih semangat. Dan memang, pantai-pantai di Belitong terkenal dengan pantai berbatu besar di tepiannya, dengan air laut yang jernih dan kebiruan.

Ada dua yang paling terkenal dari Belitong; lada putih dan timah putih. Mungkin kini menjadi tiga jika ditambahkan Laskar Pelangi. Dan, penduduknya kebanyakan berasal dari suku Melayu (tuturan dialek Belitong) dan keturunan Tionghoa Hokkien serta Hakka.

Dari dulu, masyarakat Belitong sudah akrab dengan laut. Sebagian besar penduduknya toh tinggal di kawasan pesisir, dan menjadikan nelayan sebagai profesi utama.

Untuk bisa mencapai Belitong rasanya tidak terlalu sulit. Jika dari Jakarta, Anda tinggal naik pesawat ke Bangka, lalu lanjut dengan perahu cepat ke Belitong sekitar 5 jam perjalanan via Selat Gaspar.

Kepulauan Togean
Ia dikenal sebagai kawasan kepulauan yang berada di Sulawesi Tengah. Togean pada dasarnya adalah daerah yang berbasis ekowisata dan tempat untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Di sana, hidup hewan endemik Sulawesi yang dilindungi, seperti tangkasi, kuskus, rusa, dan ketam kenari. Ada pula monyet togean, biawak togean, dan babi rusa togean yang hanya ada di Togean. Lalu, ada pula 90 jenis burung, termasuk yang dilindungi, seperti julang sulawesi atau alo dan elang bondol. Sebab itu, Togean ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Nasional pada 2004.

Kepulauan Togean dikenal dengan hutan hujan tropisnya yang menawan, meliputi enak pulau yang terbentuk oleh aktivitas gunung berani. Juga, kehidupan bawah airnya sangat menakjubkan. Togean memiliki terumbu karang yang menakjubkan. Ada 4 tipe dari 262 jenis terumbu karang di perairan Togean, yaitu karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef), karang tepi (fringing reef), dan karang cincin (atol). Juga, Anda akan dengan mudah menjumpai paus pilot, kima raksasa (Tridacna gigas), ikan pari manta, hiu karang abu-abu, ikan trevally mata besar, 35 spesies ikan kupu-kupu (Chaetodontidae), serta 555 jenis moluska.

Di daratan, silakan sepuasnya menikmati pantai-pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih berwarna toska, hutan mangrove dan hamparan padan lamun patau (seagrass bed), serta keunikan kehidupan nelayan tradisional di desa-desa di Bajo.

Kusumorini Susanto memaksa Togean masuk dalam daftar ini. Mengingat kesenangannya adalah diving, yang menjadi fokus perhatian Riri adalah keindahan bawah air di Togean, selain pantainya yang berpasir putih. Menurut Riri, snorkeling hanya 2-3 meter dari pantai di Togean sudah menjumpai crocodile fish, cuttlefish, nemo, dan lain-lain. Diving visibility bisa sampai 30 meter, saking jernihnya perairan Togean. “Tempatnya damai dan atmosfernya sangat laid back,” singkat Riri.

Tidak hanya diving dan snorkeling, Togean menawarkan banyak keindahan lain. Anda bisa memancing, menjelajah hutan di Pulau Malenge, tracking di Gunung Colo, Pulau Una-una, atau mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan.

Untuk bisa sampai di Togean, jika Anda dari Gorontalo, cukup naik mobil ke Marisa. Dari sana bisa lanjut naik perahu ke Dolong atau Wakai. Atau, jika titik keberangkatan Anda adalah Palu, Anda bisa ke Ampana terlebih dahulu lewat Poso dengan bis atau sewa mobil. Barulah naik perahu dari Ampana ke Wakai dan Malenge.

Pulau Lombok
Sudah dari dulu, Lombok itu dikenal dengan banyaknya destinasi pulau dan pantai yang cantik-cantik. Para Pulau Gili (Trawangan, Meno, Air, Nangu, Tangkong, Sundak), Sentanu, Senggigi, sampai Kuta (bukan di Bali, tapi Lombok). Sampai kini, popularitasnya masih tetap tinggi. Bagusnya, kecantikannya juga tetap lestari.

Lombok itu adalah sebuah pulau di Kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara Barat yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Kota utamanya adalah Mataram.

Selain keindahan pulau dan pantai, daya tarik lain yang ada di Lombok adalah Rinjani. Ya, gunung berapi dengan ketinggian 3.726 meter menjadi salah satu tujuan hiking para pendaki, baik lokal maupun internasional. Apalagi ada Segara Anak di sana yang menambah keindahannya.

Gilang Pratama merekomendasikan Lombok secara utuh. Menurut Gilang, Lombok itu sangat komplet untuk sebuah wisata. Ada gunung, hutan, laut, pantai, hingga air terjun. “Alamnya kece. Di setiap sudut ada saja keindahan.”

Sementara, traveler lain, Yudi Febrianda juga merekomendasikan Lombok, hanya saja di kawasan yang lebih spesifik, yaitu The Gili’s (pulau-pulau Gili). Ia terpesona pada sunrise di Gili. “Matahari muncul dari balik Rinjani, pas di puncaknya,” bayang Yudi.

Perairannya pun indah, menurut Yudi. Dan pantai pasir putihnya, seperti Pantai Tanjung Aan, Pantai Mawun, atau Senggigi, sangat enak untuk bersantai. “Apalagi, banyak bule nyaris bugil!” kata Yudi sambil tertawa.

Jangan tanya lagi akses atau cara mencapai Lombok. Ia sangat dekat dari Bali (hanya dipisahkan oleh Selat Lombok). Jadi, saya rasa Anda sudah tahu harus ke mana.

Kepulauan Komodo
Nah ini, kepulauan ini sempat sangat dibicarakan tahun lalu karena masuk dalam seleksi The New 7 Wonders. Sebelumnya, ia bahkan sudah diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO (Komodo, Rinca, Padar, dan Gili Motang) pada 1991. Dan, pada 1980, kepulauan Komodo ditetapkan sebagai Taman Nasional.

Kepulauan Komodo adalah kepulauan di Nusa Tenggara, tepatnya di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang terdiri dari tiga pulau utama, yaitu Komodo, Rinca, dan Padar. Sesuai namanya, di kepulauan ini (Rinca, Komodo, dan Gili Motang, khususnya) hidup varanus komodoensis, atau yang lebih kita kenal dengan “komodo”. Ya, pulau-pulau ini memang merupakan habitat aslinya dan hewan asli Kepulauan Flores, Nusa Tenggara.

Sang komodo menjadi daya tarik utama Kepulauan Komodo. Sebuah pengalaman yang mengesankan ketika kita bisa melihat komodo-komodo tersebut dari jarak yang sangat dekat. Adrenalin terpompa deras, mengingat komodo termasuk hewan yang dapat menyerang tanpa diduga dan memiliki air liur yang mengandung ribuan bakteri (oleh karenanya mematikan). Jika ingin merasakan pengalaman ini, Anda harus memasukkan Rinca dan Komodo sebagai itinerary wajib ketika ke kepulauan ini dan silakan temui komodo-komodo tersebut.

Tidak hanya komodo, Kepulauan Komodo–selayaknya pulau-pulau di daerah Timur Indonesia–juga menawarkan keindahan pantai berpasir putih dengan air laut berwarna toska. Jangan ketinggalan, kepulauan ini juga dikenal dengan keindahan bawah airnya. Ber-island hopping ke Sabolon, Seraya, Kanawa, atau Padar untuk menelanjangi pantai-pantai cantik tersebut rasanya tepat dilakukan.

Kusumorini Susanto kembali menyumbang pendapat untuk satu pulau cantik Indonesia. Menurut Riri, Komodo layak masuk dalam daftar karena memadukan keindahan underwater dan pemandangan di atas air. Diving-nya salah satu yang terbaik di Indonesia. Pantai-pantainya pun jernih. Ideal untuk berendam dan berenang. Ditambah, ada komodo, dan di taman nasional bisa tracking di bukit savana sembari melihat ragam vegetasi di hutan-hutannya.

Akses menuju ke Kepulauan Komodo pun sudah bisa dibilang mudah. Dari Bali, terbanglah ke Labuan Bajo dan mendarat di Bandar Udara Komodo. Labuan Bajo adalah pulau pelabuhan di ujung paling barat Flores. Pulau ini menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Seiring waktu, Labuan Bajo telah tumbuh menjadi kawasan ramai untuk wisatawan. Setidaknya, kita bisa menemukan banyak penginapan, hotel, dan restoran, bahkan warnet yang nyaman untuk dipilih.

Para wisatawan memang biasanya menginap di Labuan Bajo, lalu berkeliling Kepulauan Komodo untuk hopping. Jika budget Anda berlimpah, silakan coba live-on-board. Ini merupakan pengalaman unik tersendiri. Anda bisa bermalam di kapal, mencoba masakan segar yang dibuat para koki lokal yang sekaligus awak kapal, lalu jika beruntung, akan ada penyu-penyu yang bergerombol muncul di permukaan pada malam hari.

Pulau Bungin
Tahukah Anda, pulau ini mengantongi predikat sebagai pulau terpadat di dunia? Pulau terpadat di dunia ada di Indonesia, Bung!

Pulau Bungin terletak di perairan laut Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di sebelah utara Pulau Sumbawa. Secara administratif Bungin termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Alas. Untuk meraihnya dari Sumbawa Besar, Anda harus menempuh jarak 70 km ke arah barat. Jika dari Mataram, waktu Anda akan habis sekitar 6-8 jam perjalanan ke arah timur dengan kendaraan, dilanjutkan menyeberang dengan kapal penyeberangan Lombok-Sumbawa.

Pulau ini memiliki kisah yang unik. Oleh karena itu, Giri Prasetyo memasukkan dalam salah satu pulau di Indonesia yang wajib-kunjung. “Yang menarik, mekanisme bertahan hidupnya sangat terlihat, seperti bagaimana menghemat air atau bagaimana memanfaatkan lahan,” tutur Giri. Bungin hanya memiliki luas 8 hektar dan dihuni lebih dari 2.800 jiwa.

Pulau ini kerap disebut sebagai “pulau buatan manusia”. Karena itu, luas pulau akan selalu bertambah seiring waktu. Asal-mulanya adalah hukum adat tentang perkawinan warga Bungin.

Tentang hukum perkawinan ini juga menarik. Hukum adat tersebut menetapkan syarat mutlak untuk pasangan yang hendak menikah. Mereka harus mengumpulkan batu karang untuk ditumpuk di sisi terluar pulau. Setelah lokasi terbentuk, mereka baru boleh menikah dan mendirikan rumah. Butuh waktu sekitar 6-7 bulan untuk proses pembangunan lokasi syarat perkawinan ini. Itulah sebabnya, luas Bungin selalu bertambah dari hari ke hari.

Saking padatnya, tidak akan kita temukan padang rumput di pulau ini. Ini karena tekstur pulau batu karang Bungin yang tidak memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh, termasuk rumput. Bahkan, kambing-kambing yang merupakan hewan ternak utama di pulau ini, bertahan hidup dengan makanan yang tidak selazimnya, seperti kertas, kain, hingga plastik. Ya, kambing di Bungin makan kertas.

Meskipun demikian, Bungin dikenal sebagai pulau kecil yang eksotis. Alamnya indah, khas pulau-pulau kecil di timur Indonesia.

Selain merasakan sendiri kehidupan di Bungin, pulau yang dihuni oleh orang-orang Bajo ini masih kental dengan adat tradisional leluhurnya. “Hampir setiap hari, kita bisa menyaksikan ritual adat yang menarik dari orang-orang Bajo, seperti ritual kelahiran, pindah rumah, kematian, atau khitanan,” ucap Giri.

Kepulauan Selayar
Pernah dengar Takabonerate, taman nasional yang memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa? Letak Takabonerate ada di Kepulauan Selayar. Ia termasuk dalam wilayah kepulauan tersebut, bersama dengan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Pasimarannu, dan Pasilambena.

Tepatnya, Kepulauan Selayar berada di Sulawesi Selatan. Ibukotanya adalah Kota Benteng. Selayar terdiri dari gugusan pulau yang jika ditotal-total berjumlah 130; 7 pulau di antaranya kadang-kadang tenggelam saat laut pasang.

Lucia Nancy (26) merekomendasikan Selayar dengan dasar alasannya sendiri. Menurut perempuan yang biasa dipanggil Uci ini, Selayar sangat lengkap, tidak melulu wisata alam. “Entah kenapa, semakin ke timur Indonesia, pulau-pulau atau pantainya semakin bagus. Airnya juga beda. Air laut di barat enggak ada yang turquoise,” tutur Uci.

Dan ya, Selayar memiliki daya tarik lain selain keindahan alamnya. Ia menyimpan banyak sekali titik wisata sejarah dan budaya. Seperti, Perkampungan Tua Bitombang, Gong Nekara, Benteng Bontobangun, Rumah Adat Batangmata, sampai Kuburan Tua Silolo.

*Tulisan ini juga terbit di Intisari-online.com

3 Comments Add yours

  1. Azhar says:

    Setuju Indonesia bukan hanya Bali!

    nah tugas para pejalanlah yang harus menginformasikan keindahan-keindahan ini tidak hanya ke komunitas-komunitas tertentu saja.

    coba pertanyaan “Pulau yang cantik di Indonesia apa?” ke orang-orang awam yang minim informasi akan dunia pariwisata Indonesia mereka pasti akan menjawab BALI karena beberapa faktor dan lain halnya karena pertanyaan tersebut diberikan ke para pejalan mereka akan menjawab dengan jawaban beragam sesuai dengan pengalaman mereka masing-masing🙂

  2. Fahmi says:

    memang indonesia punya banyak tempat cakep selain bali, tapi cuma bali yang bisa terpublikasi dengan baik. selain itu gara – gara ada bandara internationalnya. mungkin kalau tempat menarik lain bisa terpublikasi dengan baik, bisa jadi seterkenal bali🙂

  3. dansapar says:

    klo kata lonely planet bali is easy, mgki krn itulah bali lbh dikenal
    hehhehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s