Trip ke Dieng yang Gagal

Seisi bis Bagus Jaya tujuan Yogyakarta (tapi nanti kami turun di Purwokerto) pulas. Kami sesekali pulas, sesekali ngemil, sesekali ngobrol. Sampai beronde-ronde aktivitas itu sudah kami ulang-ulang, tujuan belum juga kelihatan.

Dari mulai kanan-kiri gelap, sampai matahari muncul seujung kuku, lalu muncul sepenggalan, lalu utuh, kami masih di bis.

Rupanya, bis dari Bagus Jaya ini bis tambahan. Bisnya juga bis tua. Ia tidak bisa lari kencang. Jalannya sangat lamban, di luar kelaziman.

Pedutnya adalah saya dan Djantjuk kebablasan. Purwokerto sudah terlewat jauh di belakang. Hahaha… Lalu berhubung bis ini mengarah ke Jogja, ya sudah, destinasi kita arahkan ke Jogja. Dan berhubung masih kekeuh ke Dieng, dari Jogja kami niatnya mencari bis ke Wonosobo (teteup) lalu lanjut ke Dieng.

Sore sekitaran jam 15.00 kami sampai di satu terminal di Jogja. Saya sendiri lupa nama terminalnya apa; entah Giwangan, entah Jombor, entah apa pun.

Yang jelas lapar merajalela sore itu. Dari semalam dan tadi pagi, hanya mi instan dalam gelas yang masuk ke perut. Kami lalu menggasak soto daging, sembari berpikir-pikir rencana selanjutnya. Saat itu sudah Jumat sore.

Untuk sampai ke Dieng, masih butuh waktu 3 jam. Lalu Wonosobo-Dieng perlu 2 jam. Tapi kalau sore, biasanya sudah tidak ada. Ah ya, untuk saat itu, kami rasakan Dieng jadi mustahil. Akhirnya diresmikan, Dieng harus ditunda.

Pertanyaan selanjutnya, “Terus, ke mana kita?” Perut memang sudah kenyang isi soto daging. Tapi badan masih bau asem. Gigi tebal karena belum sikat gigi dari kemarin. Wajah berminyak. Rambut kuyup. Masih bisa berpikir mau ke mana? Maunya saya cuma bisa rebahan dan tidur pulas. Tapi itu butuh menunggu beberapa jam lagi.

Dari Jogja, akhirnya kami pilih Magelang. Borobudur dan sekitarnya. Alasannya sederhana saja, Djantjuk punya banyak teman di sana–yang cukup lama belum ketemu lagi. Lalu alasan saya, saya belum pernah ke Borobudur. Ini akan jadi kali pertama saya. Jangan diketawain lho ya… :p

So, Magelang? Jaddddii…

It is good to have an end to journey toward; but it is the journey that matters, in the end. -Hemmingway

Bersambung…

3 Comments Add yours

  1. ~Ra says:

    😀 Nunggu cerita selanjutnya.

    Lama nggak kelihatan.. Rupanya berpetualang.. 😀

    1. Atre says:

      hey, Ra. digerus kerja juga nih. tunggu yaaa🙂

      1. ~Ra says:

        OK Kak…. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s