Wisata Malam Jakarta: Night Ride!

Jika setiap Jumat malam, Anda melihat puluhan sampai ratusan sepeda menerabas kemacetan Jakarta, mungkin itu teman-teman dari Bike2Work yang sedang ber-Kelap-Kelip. Atau, setiap Rabu malam, melihat para pesepeda menggowes santai di jalanan Ibukota yang padat, bisa jadi itu para anggota KJS yang sedang Gowes Gelap-Gelapan.

GGG26_4

Ya, Bike2Work sejak 2010 memiliki program khusus untuk sepedaan malam-malam. Namanya Kelap-Kelip. Ia biasa dilakukan sebulan sekali, di minggu kedua.

Idenya sederhana. Bike2Work ingin orang-orang Jakarta di luar pesepeda sadar, bahwa banyak pesepeda di Jakarta. Karena itu, pesepeda juga berhak memakai jalan yang sama seperti kendaraan lain. Lalu, kenapa memilih jam-jam after hours?

“Bayangkan, 50 orang bersepeda, pakai lampu kelap-kelip seperti kunang-kunang, dan menerabas kemacetan. Secara psikologis, ketika terjadi kebuntuan, tiba-tiba muncul sebuah celah, krak, pasti kita mendapat perhatian dan memberi influence,” kata Yohanes B. Hadi Siswanto dari Bike2Work.

Rute yang dilalui Kelap-Kelip biasanya tidak tetap. Ada satu misi, bahwa kita harus mengenal beragam rute di Jakarta, baik di Selatan, Utara, Barat, Timur, juga Pusat. Gowes biasa dimulai sejak jam 7 malam. Tidak hanya diisi oleh menggowes, setiap kali Kelap-Kelip, selalu ada panggung hiburan, permainan, sampai pembagian doorprize.

KJS (pecahan Koskas Jakarta) yang berdiri sejak 29 November 2010, lebih senang menyebut kegiatan bersepeda malam mereka dengan Gowes Gelap-Gelapan. Program ini rutin digelar setiap Rabu malam.

Gagasan awal bersepeda malam ini sangat sederhana; Jakarta jauh lebih teduh dan minim polusi ketika malam. Oleh karena KJS bermula dari komunitas sepeda dari Kaskus regional Jakarta Selatan, aktivitas sepedaan mereka lebih banyak di sekitar kawasan Jakarta Selatan.

Agak berbeda dengan Kelap-Kelip, Gowes Gelap-Gelapan selain gowes, juga mengemban tagline “bike to eat”. Mereka mencari tempat-tempat makan yang enak di kawasan Jakarta. Olahraga, sekaligus wisata kuliner. Karena itu, rute yang biasa mereka lalui adalah seputaran Senayan, Blok S, Kalibata, Sabang, Pasar Jajan Ciputat, dan spot-spot kuliner yang terkenal.

Baik B2W dan KJS sama-sama sepakat, keamanan adalah hal utama. Sebelum berangkat, mereka memastikan perlengkapan dan peralatan mereka memadai untuk diajak gowes malam. Helm itu wajib. Begitu pula lampu sepeda, sepatu yang nyaman, sampai pompa ban setidaknya harus dilengkapi.

“Kita harus memikirkan, bagaimana kalau ketika gowes malam ban bocor. Jadi, memang sudah di-warning, bawa perlengkapan masing-masing. Pompa, dan lain-lain,” kata Iqbal Muhammad dari KJS.

Peserta tidak hanya terbatas pada anggota B2W atau KJS. “Banyak, kok, yang datang langsung pingin ikut. Ya ikut saja, silakan,” kali ini suara Andri Indra Kusmara dari KJS.

GGG15_5

Setidaknya Anda kini tahu bahwa malam di Jakarta tidak hanya seputar minimarket 24 jam atau klub-klub dengan musik “meriah”. Walaupun tidak sevariatif kota-kota lain di dunia, Jakarta masih bisa sangat menyenangkan untuk dinikmati malam-malam.

*Tulisan ini pernah terbit di Majalah Intisari Edisi September 2012
**Foto adalah dokumentasi dari KJS Jakarta

5 Comments Add yours

  1. ~Ra says:

    Seru ya..

  2. johanesjonaz says:

    Lanjutkan!

  3. nice post gan.
    gowes teruuus….
    nikmati juga suasan malam kota padang dengan bersepeda.
    untuk paket perjalanannya silahkan klik di sini

  4. Agus says:

    Komunitas ini masi aktif bro?

    1. Atre says:

      rasanya udah nggak aktif lagi, Mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s