Harder-Kulm: Sensasi Makan Malam di Ketinggian Ribuan Meter

Saya agak kebingungan dengan matahari di Switzerland ini. Ia tidak melela sempurna, tapi menghangatkan. Ia pun malu-malu, sampai waktu muncul dan terbenamnya tidak semerah ia di negeri saya.

Apa betul musim dingin sudah berakhir dan musim panas sudah ‘masuk rumah’? Entahlah. Interlaken masih juga dingin–menurut ukuran saya yang orang tropis. Sore di hari pertama saya ada di Interlaken juga tanpa senja. Sayang betul, padahal saya sudah berada di ketinggian 1.322 mdpl.

Sore ini, Pen mengajak kami naik ke puncak Harder. Dengan kereta pendek berwarna merah, hanya butuh waktu 8 menit perjalanan dari stasiun awal di Interlaken hingga ke Harderbahn.

Kereta ini berjalan mendaki. Ia mencapai kemiringan hingga 45 derajat. Namun, kursi penumpang didesain bertingkat-tingkat, seperti kursi di stadium sepakbola. Jadi, penumpang tidak ikut miring-miring.

Senja saya harapkan muncul sore ini. Tetapi ia hanya bersemburat sangat tipis dari balik awan. Malu-malu.

Pen sebetulnya bukan tanpa alasan mengajak kami ke Harderbahn. Selain menikmati panorama apik dari ketinggian ini, ada satu restoran terkenal dan legendaris di Switzerland (atau Interlaken) yang bentuk bangunannya serupa kastil; yaitu Harder-Kulm. Kami akan makan malam di sini.

Lepas dari apa yang saya makan di restorannya, puncak Harder ini betul-betul membius. Dari atas sini, kelihatan Bodeli, dataran cantik di antara Danau Thun dan Danau Brienz. Dua danau tersebut juga sangat kentara kelihatan. Warna airnya begitu cantik; serupa biru kehijauan yang bening. Chalet-chalet di Interlaken juga kelihatan berpola rapi.

Sementara, pemandangan di sekeliling Harder adalah puncak dari gunung-gunung yang ada di Jungfrau Region, yaitu Eiger, Monch, dan Jungfrau.

Semua panorama ini bisa kita nikmati dari balkon raksasa yang dibangun tepat di pinggiran puncak Harder. Interlaken ternyata memang punya banyak kejutan! Jadi, meskipun senja tiada, toh kesenangannya tidak berkurang sama sekali.

Di dalam kereta menuju Harder-Kulm.
Di dalam kereta menuju Harder-Kulm.
Dari stasiun, hanya tinggal jalan kaki di tepian jalan seperti ini.
Dari stasiun, hanya tinggal jalan kaki di tepian jalan seperti ini.
DSC_7598
Panorama Bodeli dan Interlaken dari Harder-Kulm.
DSC_7599
Seperti kastil, ini bangunan restoran Harder-Kulm.
DSC_7609
Jadi, inilah balkon atau teras yang saya bicarakan tadi.

4 Comments Add yours

  1. dicky says:

    saya menghargai cerita ini, sekaligus ngiri…saluuttt

    1. Atre says:

      terima kasih ya, Dicky🙂

  2. DianRuzz says:

    Selain Ceko, skrg jd pgn ke Swiss *ngimpi dulu*

    1. Atre says:

      aku juga masih mimpi buat Tibet, Iceland, dan Norway, juga Makkah😀 *banyak*

      siapa tau diijabah Allah. betul, mimpi aja dulu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s