Keindahan Air Terjun dan Pegunungan Glacier di Mürren dan Staubbachfall

Di pengujung hari inilah, tepatnya saya harus mengontrol diri sebesar-besarnya untuk tidak kelepasan joged-joged ala Sound of Music di padang rumput yang luasnya sejauh mata memandang. Ada kendali yang nyaris lepas ketika sampai di Staubbachfall.

DSC_7829
Di kereta, menuju Lauterbrunnen kemudian Murren.

Hari ini pagi-pagi betul saya sudah menghempaskan selimut dengan berat hati dan beranjak ke Mürren, lalu lanjut ke Staubbachfall. Untuk bisa sampai ke Mürren dari Interlaken, saya numpak kereta, transit di Lauterbrunnen, untuk kemudian menyambut kereta pendek ke Mürren. Hanya butuh waktu beberapa jam.

DSC_7770
Inilah kereta dari Interlaken ke Lauterbrunnen.
DSC_7772
Stasiun Lauterbrunnen yang sederhana tapi rapi.
DSC_7830
Kereta yang lebih pendek dan imut ini kereta dari Lauterbrunnen-Murren.

Mürren adalah kawasan khusus wisatawan yang berisi banyak resort dan restoran. Kawasan ini adalah destinasi tepat bagi mereka yang ingin memegang akses mudah untuk bisa mendaki, memanjat, dan berski sekaligus. Ada via ferrata pula yang bisa kita lihat. Via ferrata adalah kabel-kabel baja yang menempel di batu yang membentuk rute untuk mendaki. Seperti anak tangga dari baja. Ia biasa digunakan untuk memanjat.

Rupa-rupanya memasuki musim panas ini, Mürren serupa kota mati. Seluruh pemilik hotel, restoran, termasuk pegawai-pegawainya libur. Sepanjang tahun mereka bekerja. Musim panas adalah waktu satu-satunya mereka untuk liburan. Alhasil, ketika saya datang di awal Mei, Mürren sangat sepi. Banyak restoran dan hotel yang tutup.

DSC_8006
Deretan hotel dan restoran di Murren.

Untunglah, hiburan utama bukanlah penginapan atau restoran yang banyak itu. Namun, kecantikan pegunungan gletser yang sangat dekat di pelupuk mata–dari Mürren. Sampai akhirnya, saya hanya terduduk saja di padang rumput yang berhadapan langsung dengan Monch, Jungfrau, dan Eiger. Kami ngobrol, dan ini cukup :’)

DSC_7909
Dreamy betul, pegunungan gletser di depan mata!

Setelah puas menikmati Mürren yang sepi-syahdu dan gunung-gunung gletser yang gagah-berwibawa, saya melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya; Staubbachfall.

Saya kembali ke Lauterbrunnen. Dari stasiun yang bernama sama dengan wilayahnya, Lauterbrunnen, ada jalan beraspal yang mengarahkan saya ke blok bangunan yang tertata rapi. Di kanan dan kiri jalan, terdapat chalet, bangunan atau rumah khas Swiss yang terbuat dari kayu. Dari kejauhan, terlihat beberapa air terjun yang memancur dari ketinggian 300 meter. Ketika blok chalet merenggang, turut menyembul dari kejauhan puncak Eiger.

DSC_8051
Jalan kaki menuju Staubbachfall mah bakal asik-asik aja kalo panoramanya macam ini.

Dalam perjalanan menuju si air terjun, saya melewati padang rumput seluas mata memandang. Padang rumput ini membuat kepala saya mendengungkan lagu The Hills are Alive dari film Sound of Music. Saya berusaha sekuat tenaga tidak larut menari-nari. Ha-ha-ha.

DSC_8127

Tiba-tiba saya sampai di sebuah komplek pemakaman Lauterbrunnen. Nisan-nisan batu membentuk saf-saf yang rapi. Di tiap makam, bunga-bunga segar bertebaran. Di sekelilingnya, pohon-pohon berdaun merah tumbuh subur. Sangat tenang.

DSC_8141
The Lauterbrunnen Graveyard.

Tidak ketahuan rimbanya, tetiba salah satu air terjun yang tadi rasanya masih kelihatan sangat kecil, tahu-tahu sudah ada di atas kepala saya. Nama air terjun yang paling besar ini adalah Air Terjun Staubbach, atau Staubbachfall dalam bahasa Jerman. Air ini terjun dari ketinggian 300 meter dan langsung jatuh ke sebuah sungai bernama Lütschine. Karena terbentur-bentur oleh bebatuan, air-air tersebut memantulkan percikan-percikan di atas sana. Sehingga, betapa indah ketika yang terjadi adalah seperti taburan tepung di udara.

Setelahnya, dunia saya tersedot Staubbachfall, bebungaan chrysant kuning, padang rumput, dan angin desau-desau. Another Zen.

DSC_8061
Tebaran ‘tepung’ di langit dari Staubbachfall.

2 Comments Add yours

  1. johanesjonaz says:

    kereeeeeennnn

  2. ronny fauzi says:

    breathtaking. period.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s