[Fiksi] Kerja

Ada kerja yang tidak tidur-tidur.
Ada keringat yang tidak mau kering-kering juga.
Seperti seorang bapak yang sudah lupa rasanya merengkuh anak perempuannya,
seperti itu pula segala keletihan yang lupa rasanya ditiduri.

Hingga malam ini,
malam yang tidak terlalu gerah tetapi tidak pula terlalu dingin ini,
suara lolongan kerja masih terdengar lantang
bahkan di malam yang sudah selarut ini.
Oh, bukan.
Bahkan di pagi yang terlalu dini ini.

Kerja minta ditemani, sementara kawan-kawannya sudah menyerahpada nasib.
Tapi, kerja tidak mau ikut arus.
Hidup itu butuh kerja, bukan butuh nasib.
Terlalu sepele jika menyerahkan hidup hanya pada tidur,
dan bukan kerja.

Kerja lalu teriak-teriak lagi.
Peduli setan pada mulut-mulut nyinyir yang menganggapnya sok,
atau mata-mata bengis yang menilainya kampungan.
Kerja tidak mau kalah;
pada tidur,
atau bahkan pada nasib.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s