Mencoba Horse Riding di Margaret River

22 September. Ini adalah hari ketika saya akhirnya merasakan lagi gugup yang tidak biasa, mules yang aneh, dan gembira bersamaan. He eh, #ExtraordinaryTrip Western Australia tempo hari memang juara betul pemilihan aktivitasnya. Hampir mirip dengan pepatah “bagai mendapat durian runtuh”, dalam satu perjalanan, banyak pengalaman yang baru pertama kali saya lakukan dalam hidup. Dan, pengalaman pertama itu selalu bikin hati ndak menentu kan? Ya, kannn?!

Hari ini, pertama kalinya saya mencoba berkuda. Memang belum pernah naik kuda sebelumnya? Belum. Di Kebun Binatang Ragunan? Belum. Di Lembang? Belum. Di Bromo? Juga belum. Di Jesters Flat ini betulan pertama kalinya saya naik kuda. Maka, maafkan segala euforia berlebihan yang saya rasakan, yang mungkin tergambar di tulisan ini. Ha-ha-ha…

Hanya satu jam berkendara ke arah timur dari Bunker Bay, saya dan kawan-kawan tiba di Jesters Flat, Rosa Brook Road, Margaret River. Kalau dijadikan satuan kilometer, ya sekitar 80 km jarak Bunker Bay-Rosa Brook. Tanpa macet. Jalan mulus.

Jesters Flat adalah sebuah kawasan selayaknya area pertanian yang bisa kita bayangkan; rumah-rumah kayu, rumah pohon, padang rumput luas, pepohonan tinggi-tinggi, bahkan ada perapian besar di halaman belakang dekat dengan lapangan kuda. Hangat, meskipun hari itu mendung, angin bertiup dingin, dan awan sungguh gelap.

Jesters Flat-Mad

Ketika baru tiba, pasangan paruh baya bernama Paul dan Fiona Flugge memperkenalkan diri. Mereka adalah pemilik Jesters Flat. Alangkah mengejutkan, Fiona dengan lucunya menggendong seekor bayi kangguru dalam dekapannya yang diselimuti kain hitam tebal yang sepertinya hangat. Bayi kangguru itu menggemaskan! Ini juga, trip ini setidaknya mengabulkan impian saya untuk bertemu koala dan kangguru secara langsung!

Senaaaanggg~

Oke, kembali ke cerita kuda kita. Jesters Flat ini berada di kawasan yang dulunya ditinggali oleh Suku Wardandi, Aborigin. Jesters Flat bukan hanya tempat yang tepat untuk bersekolah kuda, tetapi juga destinasi patut-coba di WA. Tidak hanya untuk para equestrian, tetapi juga masyarakat umum. Tidak perlu untuk menjadi ahli untuk bisa mencoba berkuda di Jesters Flat. Tempat ini memiliki pilihan kuda yang mengakomodasi berbagai kebutuhan para penunggang. Paul pun segera mengajak kita ke lapangan kuda, tempat para kuda sudah berkumpul. Secara ringkas, Paul memberitahu hal-hal penting tentang kuda, cara memegang tali pelana, dan cara mengontrolnya. Oh iya, sebelum terjun ke lapangan kuda, kami harus mengganti sepatu dengan boots kulit khusus serta helm yang tersedia.

Jesters Flat-Mad

Kuda-kuda itu adalah makhluk yang lembut. Ia senang jika diusap-usap lehernya jika ia melakukan hal yang baik. Ia juga senang diajak bicara. Tapi, ia tidak suka jika kita menarik tali pelana terlalu erat. Sebab, ia akan merasakan sakit di sekitar mulut. Jika ingin membuatnya lari kencang, kita tinggal mengentakkan kedua kaki secara bersamaan. Jika ingin menghentikannya, kita cukup menarik tali pelana sedikit saja sembari sesekali mengatakan, “Whoop!

Paul kemudian menunjuk satu per satu dari kami untuk dipilihkan kuda yang tepat. Saya disandingkan dengan seekor kuda cokelat bernama Tully. Kata Emily dari Jesters Flat, Tully adalah kuda dewasa yang cakap dan atletis. Ia sangat menyenangkan untuk ukuran orang yang baru mencoba berkuda. Selalu terlihat bahagia. Tully sebetulnya cocok untuk anak-anak atau remaja karena perawakannya yang kecil, tapi ia toh akhirnya dipasangkan dengan saya. Entah karena saya terlihat muda seperti remaja, atau memang karena tubuh saya saja yang terlalu kecil sehingga riskan jika dipasangkan dengan kuda dewasa. Semoga yang pertama, deh. He-he…

Saya berkali-kali membetulkan pegangan tali pelana karena takut Tully tersakiti. Ah, saya merasa mengontrol kuda jauh lebih sulit ketimbang mengendalikan Segway.

Djantjuk bahkan terang-terangan berkata kalau Snipsnap–kudanya–menolak ia kontrol. Snipsnap berjalan tidak tentu arah, sampai mendekati pagar lapangan tempat kami latihan. Wajahnya pias tipis-tipis. Saya cuma tertawa, karena merasakan kesulitan yang sama.

Snipsnap sendiri adalah kuda abu-abu yang, kata Paul, salah satu yang tampan di Jesters Flat. Ia biasa dipasangkan dengan orang dewasa. Maka, sebetulnya cocok dengan Djantjuk yang memang berperawakan tinggi besar. Saya tertawa lagi melihat Snipsnap menabrak salah seekor kuda lain.

Setelah semua orang sudah nyaman duduk di pelananya masing-masing, berarti saatnya berkeliling area Rosa Brook. Rencananya, berkuda ini memakan waktu hingga 1,5 jam. Tapi, langit masih mendung. Meski begitu, kami tetap berjalan dalam satu baris yang panjang. Paul mewanti-wanti supaya kami tetap teguh dalam barisan.

Menyenangkan, ternyata. Bagi saya yang tidak jago-jago amat dalam berkuda, agak lega ketika sadar bahwa kuda-kuda ini sudah sangat terlatih. Saking terlatihnya, mereka akan sigap berjalan ketika kuda di depannya berjalan. Mereka akan berlari dengan kecepatan yang aman di tanjakan-tanjakan tertentu. Sepertinya, mereka sudah punya irama sendiri. Jadi ya, tidak perlu repot-repot lagi mengontrolnya. Walaupun kadang-kadang, Tully suka nakal dan sibuk makan rumput ketika kami sampai di padang rumput berbunga-bunga kuning. Mungkin dia lapar, tapi Emily bilang, kalau kuda-kuda ini sudah mulai makan rumput, tarik talinya sedikit untuk menghindari mereka sibuk makan dan membuat kita condong ke depan lalu jatuh. Kasihan juga sih Tully, jadi sering saya tarik-tarik talinya. Makanya, saya juga jadi sering kasih bonus “usap-usap” ke Tully.

Jesters Flat-Yovita Ayu

Berkeliling kawasan Rosa Brook ini sungguh menyenangkan. Setelah lewat perkebunan anggur, kami melihat rombongan sapi di padang rumput yang luas. Beberapa kuda sempat terlihat pipis yang banyak sekali. Ada pula yang pup tepat di belakang Tully, yang membuat Tully jadi gelisah dan mengibas-ngibaskan kepala. Alamak!

Di tengah perjalanan, ketika kami tiba di hutan, tiba-tiba hujan turun. Tidak deras, tapi cukup membuat tubuh basah, dan dingin semakin jadi. Saya hanya mengenakan jaket tipis. Salah besar. Tapi, perjalanan tidak kurang menyenangkan.

Lepas dari hutan, kami bertemu lagi dengan padang rumput berbunga-bunga kuning. Lalu, kelihatan pula perkebunan zaitun. Rupanya, kawasan Rosa Brook dikenal sebagai penghasil atau pemasok daging sapi, susu sapi, anggur, juga zaitun.

Hujan lalu berhenti, tapi kami sudah agak basah dan hampir tiba kembali di Jesters Flat. Tidak terasa sudah nyaris 1,5 jam. Betapa hal menyenangkan itu bisa membuat waktu cepat sekali berlalu.

Ketika sudah turun dari kuda, semua orang lalu menghambur segera ke dekat perapian. Hangat. Di sini saya baru sadar kalau paha kanan dan kiri agak sedikit linu.

Fiona tidak berapa lama datang. Ia tidak lagi menggendong bayi kangguru, tetapi membawa nampan berisi roti homemade yang baru ia buat, serta olive oil dan dhukka sebagai dipping. Dhukka adalah saus untuk roti khas Mesir yang terdiri dari campuran rempah-rempah, seperti wijen, ketumbar, jinten, kunyit, dan merica, serta ditambahkan almond atau jenis kacang-kacangan lain. Ini enak banget! Rotinya masih hangat. Olive oil-nya juga fresh banget. Apa karena memang saya lapar ya setelah tadi berkuda, gugup, lalu kehujanan?

Ah, apa pun itu, horse riding: checked! Terima kasih Jesters Flat. Terima kasih Tourism Western Australia. Terima kasih Wego. Yeay…

 

Info Renjana:
Jesters Flat
Alamat:
1549 Rosa Brook Road, Margaret River, WA 6285
E-mail: jestersflat@bordernet.com.au
Website: www.jestersflat.com
Harga: US$50 untuk dewasa, US$40 untuk anak-anak (harga sewaktu-waktu dapat berubah)

Foto-foto oleh Mad Alkatiri dan Yovita Ayu

*Saya sama sekali tidak membawa kamera karena Paul mewanti-wanti kalau membawa banyak barang, termasuk DSLR, akan berbahaya. Saya mengantongi ponsel, sih, tapi karena terlalu takut si Tully lari liar, jadi sama sekali tidak kepikiran untuk memotret bahkan dari ponsel. Hahaha… Deg-degan euy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s