Mountain Biking Sekaligus Wine Tasting di Western Australia

Giri Prasetyo - Atre

Dalam rangkaian perjalanan #ExtraordinaryTrip keliling Western Australia pada September lalu, ada satu yang paling bikin kaki pegal dan kepala melayang-layang-tipis. Yaitu, mountain biking keliling kawasan Margaret River seraya mengunjungi beberapa winery dan vineyard untuk wine tasting. Bagaimana kedengarannya?

Seperti yang pernah saya tulis, Margaret River ini memang dikenal sebagai penghasil wine kenamaan di Australia. Wong mereka punya lebih dari 5.000 hektar kebun anggur dan lebih dari 200 winery. Jadi, tidak heran kalau berkunjung ke rumah dan kebun anggur jadi salah satu daya tarik Margaret River.

Masalahnya, di bulan September, Australia termasuk Margaret River baru saja memasuki musim semi. Dinginnya winter masih lekat. Angin masih bikin menggigil. Maka, adalah sebuah tantangan tersendiri untuk gowes-gowes di cuaca yang sedemikian. Sebenarnya, saya dan kawan-kawan tidak terlalu mengejar mountain biking-nya, tapi lebih kepada wine tasting-nya. Lumayan, dingin-dingin begitu bisa icip-icip wine-wine enak dengan gratis. Jadi, bersepedalah sudah kita! Ha-ha…

Keperluan sepeda gunung dan peralatannya (mulai dari helm, sampai air minum) sudah dipersiapkan oleh salah satu operator mountain bike touring di WA, bernama Dirty Detours-Mountain Bike Adventures.  Dan, untuk trip sepedaan sembari ngewine ini, mereka punya satu program sendiri, yaitu Sip ‘n Cycle Tour. Namanya sangat harfiah. Sesap, dan gowes.

We take having fun very seriously, and showing you a good time is our profession,” kata mereka.

Sekitar jam 13.00, kami mulai perjalanan dari titik keberangkatan masih di Margaret River. Biasanya, Sip ‘n Cycle Tour adalah tur mengunjungi 5 winery dengan jarak tempuh 18 km. Tapi, karena kami tidak punya waktu terlalu banyak, rencana berubah. Rencana akhirnya adalah kami akan mengunjungi dua kebun anggur untuk istirahat sekaligus icip-icip anggur dengan jarak bersepeda ‘hanya’ 8,5 km. Tapi, sebelum tiba di winery pertama, kami diajak berkeliling melewati padang rumput berbunga (musim semi adalah waktunya bunga-bunga di Australia bermekaran), jalan setapak di tengah hutan, lalu melintasi jalanan beraspal yang sepi sekali kendaraan bermotor. Sapi-sapi sesekali kelihatan sedang bersantai-ria di rerumputan. Hingga tibalah kami di kebun dan kilang anggur pertama, yaitu Watershed.

IMG_8293

Oh ya, perlu diberitahukan bahwa wine-wine di Margaret River dikenal sebagai wine-wine lokal dan handmade yang kenikmatannya sudah terkenal di dunia internasional.Watershed sendiri mendapat gelar Winery of the Year dari The West Australian Wine Guide 2014, Ray Jordan.

Saya pribadi tidak terlalu paham tentang wine, dan bukan pula penggila wine. Hanya penikmat biasa saja. Saya hanya bisa membedakan wine ini enak, atau terlalu pahit, sebatas itu saja, tanpa bisa menjelaskannya secara terperinci. Hanya saya juga pernah membaca bahwa wine yang enak bukan melulu harus wine yang mahal. Wine tergantung pada lidah, pengalaman, dan preferensi seseorang. Artinya, wine adalah soal selera dan kecocokan. Wine enak bagi saya, belum tentu enak bagi Giri Prasetyo, misalnya. Atau, wine yang paling nikmat buat Keenan Pearce belum tentu juga sama nikmat bagi Mad Alkatiri. Dan, sebaiknya ketika menikmati wine, sejenak setelah wine dituang di gelas bening yang kita pegang, goyang-goyangkan perlahan wine di gelas, hirup aromanya, baru minum sesesap-dua sesap. Karena katanya pula, kenikmatan wine itu hampir 80% berasal dari aromanya. Nah…

Kembali ke Watershed, winery pertama dalam rangkaian Sip ‘n Circle Tour. Yang dinamakan Watershed adalah perkebunan anggur berhektar-hektar dengan sebuah bangunan kayu di tengahnya. Bangunan itu adalah tempat untuk menikmati wine sembari memanjakan mata dengan hijau-hijau kebun anggur sejauh pandangan. Bagusnya, bangunan itu hangat.

Atre - Wine Tasting Watershed

Ada lima wine yang kami coba di Watershed; dua red wine, dua white wine, dan sisanya rose wine (yaitu gabungan red dan white wine). Saya pribadi lebih suka white wine karena lebih manis dan ringan. Tapi, Watershed sebetulnya lebih terkenal dengan red wine-nya yang kerap menyabet beragam penghargaan. 2012 Awakening Chardonnay (white), 2013 Senses Sauvignon Blanc (white), 2011 Senses Cabernet Merlot (red), dan 2014 Shades Rose (rose), langsung lenyap dari gelas.

Giri Prasetyo - Watershed

Sebetulnya, kami sudah tidak ingin lagi beranjak dari Watershed dan kembali bersepeda, tapi Dirty Detours meyakinkan bahwa masih ada banyak wine enak di winery berikutnya, yaitu Stella Bella Wineries. Maka, dengan kembali punya motivasi, saya yang sudah mulai pening sedikit-sedikit menguatkan diri untuk kembali melintasi hutan, padang rumput, sampai tiba di kebun anggur mengagumkan terakhir hari ini.

Giri Prasetyo - Dirty Detours

Stella Bella Wineries ini cenderung lebih intim ketimbang Watershed. Kebun anggurnya hampir sama luas dari kebun anggur sebelumnya, hanya saja rumah kayu yang dibangun untuk bersantai ngewine, lebih kecil dan lebih hangat. Di sini, kami tidak menyicipi wine di dalam ruangan, tetapi di backyard luar dengan pemandangan langsung ke kebun anggur.

Giri Prasetyo - Stella

Kami disambut oleh camilan-camilan beragam jenis keju serta berbagai daging, mulai dari sapi, ayam, hingga babi, juga telur dengan saus-saus juga buah zaitun sebagai pelengkap. Saya tidak makan pork, tapi sisanya, enak. Sangat western.

Saya sudah tidak menghitung lagi berapa wine yang dikeluarkan untuk diicip oleh kawan-kawan #ExtraordinaryTrip. Saya hanya menggenggam satu gelas penuh white wine paling enak dari Stella Bella, yang kemudian di akhir kunjungan, diborong oleh kawan-kawan untuk dibawa ke Indonesia. Di Stella, saya lebih fokus makan daging-daging, telur, dan keju dari local farm Stella. Terbayang segar dan enaknya, kan? *jadi lapar*

1

 

 

Info Renjana:
Dirty Detours Mountain Bike Adventures
Website: 
www.dirtydetours.com
Telp.: 0422 343 341 (Australia), +61 422 343 341 (international call) atau (08) 9758 8312 (Australia), +618 9758 8312 (international call)
Booking: http://www.dirtydetours.com/Book_Now%21.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s