[Fiksi] Musim-musim

Apa ada cinta yang selamanya,
yang tahan meski diamuk siang dan malam,
yang baginya senja itu tidak pernah tua meski ratusan kali dilumat sama-sama,
yang seperti dedaunan musim gugur–
memerah, terbang, dan mati bahagia berdua?

Aku tidak pernah tahu nasib membawaku ke mana, Sayang.
Tapi, jika hidupku bisa melengkapi hidup kau, bahkan hanya dalam waktu yang sependek musim, lalu aku mesti mati, aku rasa aku bisa terima.
Karena selamanya adalah aku di pelupuk mata kau, dan kau di dalam diriku.

One Comment Add yours

  1. katamiqhnur.com says:

    hmmf. keren..
    salam kenal and visit back yaa..
    katamiqhnur.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s