Kejutan Tembakau di Lombok

Rombongan burung dara berbunyi “shooo” saat terbang di langit Lombok yang cerah. Kabarnya, di leher para burung terpasang peluit yang menciptakan suara ketika bersinggungan dengan angin.

Ratusan siswa sekolah dasar di Lombok melakukan parade di jalan raya. Mereka mengenakan kostum dengan berbagai tema, mulai dari atlet sampai pakaian daerah. Semua berbaris rapi, dengan banyak penonton di pinggir jalan. Yang senang justru tukang penjual makanan dan balon gas yang wara-wiri dipanggil pembeli.

Jalan aspal memantulkan udara panas yang terlihat menguap di siang hari di pertengahan Agustus ini. Rumput-rumput tidak lagi hijau, tapi berubah kecoklatan. Membuat Lombok kelihatan gersang.

Lombok rupanya juga ikut terkena imbas kemarau yang panjang, lebih dari biasanya, karena El Nino. Tapi, musim kemarau ini tidak selamanya buruk, ternyata.

Sudah lima bulan sejak saya terakhir menginjakkan kaki di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini. Berbeda dari kedatangan sebelumnya yang lebih hijau dan segar, Lombok di bulan Agustus sangat coklat, seperti kulit yang baru saja habis-habisan bercumbu dengan matahari. Seksi, dan eksotis.

Saya tidak sendirian, untung saja. Kali ini, sebanyak 15 travel blogger Indonesia bakal menjelajahi Lombok dari sudut yang berbeda. Kami akan mengenal tembakau Lombok yang nyatanya merupakan salah satu tonggak ekonomi penting di Lombok khususnya, dan Indonesia umumnya.

Kami tiba di Desa Dasan Tangar, Padamara, Sukamulia, Lombok Timur dan Desa Lekor, Lombok Tengah, pada 22-23 Agustus 2015. Setelah sebelumnya disajikan panorama khas Lombok dengan pohon-pohon yang kebanyakan sedang kering dan jalan raya yang tanpa macet, kami tiba di kawasan di mana kebun tembakau terhampar di kanan dan kiri jalan. Luas kebun itu sampai berhektar-hektar. Warna daun-daunnya sedang berwarna hijau yang begitu cantik. Helai-helai daunnya tampak lebar-lebar, seperti topi pantai yang mewah. Saya sempat mengusap-usap daun tembakau ini. Halus.

IMG_7634

Sejak tahun 1980-an, tembakau mulai melapangkan lahan di Lombok. Perusahaan-perusahaan tembakau bekerja sama dengan petani membangun industri tembakau di pulau ini. Beberapa sawah yang ditanami padi, mulai berganti dengan tembakau.

Kebun tembakau terlihat sepi. Sementara, langit terlihat cerah. Di beberapa kebun, tembakau sudah mulai dipanen. Beberapa lainnya masih menunggu beberapa minggu atau sebulan untuk panen.

Lepas dari kenyataan bahwa sebanyak 40% rokok di Indonesia didominasi oleh perusahaan multinasional, tapi Lombok tetap menjadi kawasan penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Tembakau ini bahkan menjadi tembakau dengan kualitas terbaik di dunia, setelah Amerika, Zimbabwe, dan Brazil.

Lombok sendiri terkenal dengan tembakau Virginia, seperti yang bisa kita temukan pula tembakau jenis ini di Blitar, Ponorogo, Lampung, sampai Bali. Berbeda dengan tembakau rakyat atau tembakau raja, tembakau Virginia adalah tembakau yang telah melalui proses pengovenan.

Pengovenan pada tembakau dilakuan dengan bantuan bahan bakar, tentu saja. Ini masalahnya, setelah beberapa waktu berjalan, Virginia menggunakan energi, alias dengan kata lain, oven. Energi yang bikin mahal, dicabut subsidi minyak tanah, jadi konversi batu bara, limbah pertanian, bahkan gas LPG.

Ketika datang ke Lombok di bulan Agustus ini pun, tembakau memang sedang dalam masa panen (panen tembakau di Lombok berlangsung sekitar bulan Juli-November). Khusus tahun ini, musim kemarau yang agak panjang membuat hasil panen tembakau menjadi lebih baik dan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

IMG_7608

Jadi, di luar mengunjungi tempat-tempat indah di Lombok, ada pengetahuan baru tentang tembakau yang menarik. Inilah yang membuat saya mencintai pekerjaan saya sebagai pejalan dan penulis perjalanan. Sebab, selalu ada hal baru yang ditemui di setiap jalan. Selalu ada kejutan baru yang menyenangkan di setiap daerah.

 

Bersambung…

One Comment Add yours

  1. marlion says:

    tembakau memang banyak banget di lombok,
    biasanya masyarakat lombok memberi nama “mako”,
    dan disepanjang persawahan dan jalan2 yang membelah sawah yang selalu akan terlihat yaitu tembakau,
    entah hal ini bagus atau tidak,,
    salam kenal daru orang lombok,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s