Senjata Andalan Travel Blogger

Di dalam subway yang berjalan, saya seringkali melihat jajaran pohon pinus yang hilang berganti. Atau, ketika duduk-duduk saja di tepi pantai yang tidak bernama di sebuah pulau kecil di Indonesia, saya kadang-kadang hanya termenung saja melihat ombak-ombak susul-menyusul untuk bisa tiba di bibir pantai.

Saya sering menganggap hal-hal kecil itu romantis. Tapi, sebagian besarnya, saya merasa terinspirasi. Karena itu, saya banyak menuliskan hal remeh-temeh dan (apa yang menurut saya) romantis selama perjalanan saya di blog. Karena itu juga, saya tidak pernah terpikir sekalipun untuk menelantarkan blog ini.

Banyak yang bertanya, di antara sekian banyak perjalanan, di sela sekian banyak waktu yang habis dari satu destinasi ke destinasi lainnya, bagaimana cara saya agar tetap konsisten menulis lalu memperbarui blog? Oh, saya selalu menganggap blog saya adalah sahabat paling karib yang tidak menghakimi, tapi mau menampung segala keluh-kesah. Jadi, sesibuk apa pun hidup, segembira apa pun perjalanan, atau bahkan sepedih apa pun luka, saya selalu cerita ke #renjanatuju.

Rahasia kecil lain, sebetulnya, saya pribadi punya beberapa senjata ampuh yang memungkinkan saya untuk tetap terus memperbarui blog, meski di perjalanan. Asal ada ponsel dan koneksi internet, semua terkendali. Berikut saya bagi aplikasi-aplikasi yang dimaksud.

 

WordPress
Rumahnya Renjana Tuju memang WordPress. Jadi, selain sering posting-posting di laptop, saya seringkali merilis tulisan baru di blog lewat WordPress versi mobile. Apps WordPress ini tersedia di Android dan iOS. Hampir semua hal yang biasa kita lakukan di WP versi desktop, bisa juga kita lakukan di ponsel. Mulai dari posting teks, memasukkan foto ilustrasi, sampai memasukkan kategori. Hanya saja, kadang-kadang jika sudah sampai di rumah atau hotel, saya biasanya mengecek kembali postingan via ponsel tersebut, takut-takut kalau ada yang terlewat.

Journey (Diary, Journal)
Bagi yang sebelumnya tidak terbiasa menulis di blog dan ingin mulai mengisahkan perjalanannya kepada publik, saya tahu ada aplikasi Journey yang desainnya sederhana dan enak di mata ini. Journey ini tersedia di Android. Kita bisa menulis pengalaman saat traveling langsung dari ponsel. Tidak cuma tulisan saja. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk berbagi foto-foto perjalanan, menyediakan peta, kalender untuk kita membuat reminder jadwal selama trip, dan mudahnya, kita bisa langsung rilis ke beragam akun media sosial kita.

Google Analytics
Walaupun traffic bukan segala-galanya, tapi rasanya menyenangkan juga ketika tahu bahwa blog yang kita punya bermanfaat dan dibaca oleh orang banyak. Apalagi, akhirnya bisa menginspirasi orang lain untuk turut berkarya—bisa di jalur yang sama, bisa juga tidak. Kita bisa mengunduh aplikasi Google Analytics, untuk bisa mengecek mulai dari jumlah pengunjung sampai artikel-artikel mana saja yang paling banyak dibaca. Karena ada aplikasinya, kita bisa cek dari mana saja, kapan saja.

Wi-Fi Finder
Wah, kalau aplikasi yang satu ini amat penting dan perlu, terutama kalau traveling di tempat-tempat yang provider pribadi tidak bisa bekerja dan kita enggan membeli provider lokal. Untungnya, sekarang, banyak publik yang menyediakan Wi-Fi gratis. Sudah tidak terhitung lagi banyaknya saat-saat saya kebingungan ingin posting sesuatu di blog atau mengirim e-mail tapi ponsel tidak bersinyal dan tidak bisa tethering. Seringnya memang ‘kabur’ ke kafe-kafe atau menunggu kembali ke hotel untuk dapat koneksi Wi-Fi gratis. Wi-Fi Finder ini juga memungkinkan kita menemukan spot-spot terdekat yang menyediakan Wi-Fi gratis. Memudahkan banget.

Evernote
Ada kalanya saya bisa langsung saja menulis di blog, tapi ada kalanya saat ingin menuliskan sebuah postingan di blog, begitu banyak informasi yang penting dan seru selama perjalanan. Saat ini terjadi, saya biasanya menuliskan dulu info-info seru, seperti fun facts suatu destinasi, harga dan alamat hotel, restoran favorit dan menu recommended, sampai nama si bapak kapal nelayan yang menyenangkan. Untuk menuliskan info-info ini, begitu banyak apps catatan yang oke, seperti Evernote. Sebagai tambahan, catatan-catatan yang ditulis di Evernote bisa disinkronisasi di wadah penampungan yang bisa dilihat dari laptop. Jadi ketika wadah menulis kita berpindah dari ponsel ke laptop, segala catatan bisa kita lihat di Evernote versi desktop.

Semoga membantu, ya. Dan, bisa segera diaplikasikan dalam perjalanan kalian berikutnya. Selamat menulis di mana-mana!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s