[Travel Tips] Traveling without Moving

Manusia memang diciptakan dengan turut-serta ‘diberkahi’ oleh keingintahuan besar dan perasaan yang tidak mudah (atau tidak pernah puas). Setuju? Saya yang manusia ala kadarnya dan biasa-biasa saja ini, sering juga mengalami yang terakhir itu.

Keseharian saya sekarang didominasi oleh pekerjaan, tentu saja. Pekerjaan saya mengharuskan saya bepergian ke mana-mana (alhamdulillah!); datang ke tempat indah satu ke tempat indah lainnya. Mungkin, kalau harus dianalogikan, tiap perjalanan menambah dosis candu saya terhadap traveling jadi semakin tinggi. Maka, ketika sedang istirahat di rumah, di sela menghabiskan waktu bareng keluarga dan orang-orang kesayangan, seringkali pikiran saya menclak-menclok, beterbangan, dan akhirnya bikin kangen perjalanan.

Kalau di media sosial banyak yang suka menulis “I need vitamin sea now!” atau banyak travel quotes, dari Pico Iyer sampai Rumi, yang ditulis oleh teman-teman karena mereka terlalu rindu akan perjalanan, jangan salah, saya juga suka ngidam begitu. Seringnya, untuk bertahan dari segala gairah akan traveling, saya punya cara untuk tetap traveling tapi dari rumah, alias traveling without moving.

Nyatanya, banyak aplikasi yang mendukung kebutuhan kita untuk traveling dari rumah. Ini beberapa di antaranya.

Google Street View
Ketika Maps dan Earth bekerja sama jadi satu aplikasi, sudah jangan ditanya lagi keseruan yang dihasilkannya. Ini terjadi pada Street View. Pertama kali muncul, Street View ini sudah bikin saya senang karena perjalanan jadi lebih seru dengan adanya navigasi dengan gambar yang nyata. Kita bisa lihat jalan atau tempat yang mau kita tuju dengan tampilan 3D.

Keseruan semakin bertambah ketika Street View menambahkan variasi tempat. Tidak hanya jalan raya atau segala bangunan di daratan, kita juga bisa melihat sampai ke bawah laut. Street View Underwater ini sudah dirilis sejak 2013. Seru, ‘kan?

Instagram
Banyak yang memanfaatkan Instagram sebagai ajang swafoto. Sebagian yang lain memanfaatkan untuk jualan. Di awal 2015, penggunanya bahkan sudah mencapai 300 juta!

Saya sendiri lebih banyak mengunggah keseharian. Itu artinya antara kehidupan kerja, asmara, pertemanan, dan traveling. Tapi, saya bisa (rasanya) terperangkap di bagian “exploreInstagram ketika sudah menemukan akun-akun fantastis yang isinya destinasi-destinasi indah di dunia. Sekadar peringatan saja, jangan sampai tersesat di akun Instagram milik Chris Burkard, Cory Richards, atau Tim Kemple. Kalau dari dalam negeri, ada racun lanskap dari Eros Eflin, Kenny Santana, atau Giri Prasetyo. Bikin langsung ngidam traveling.

Trip Advisor
Di situs ini, sepertinya semua ada. Mulai dari rekomendasi hotel, tempat makan, tempat hang out, destinasi-destinasi yang dianjurkan langsung oleh para traveler, sampai testimoni-testimoni tentang itinerary dan penginapan tersebut yang jujur, malah kadang-kadang terkesan blak-blakan. Yang jelas, karena semua rekomendasi ini, saya—mungkin juga kalian—jadi merasa lebih tahu ke mana tempat yang ingin didatangi dan biasanya tidak mau menunggu lama lagi untuk berangkat.

Vimeo
Sejak Pemerintah memblokir situs Vimeo karena dianggap mengandung unsur pornografi, saya heran betul. Selama ini, saya gemar mengunjungi situs ini, tapi sama sekali tidak berniat mencari video porno. Tidak sengaja ketemu juga belum pernah. Maka, heran juga ketika Vimeo sampai detik ini pun masih juga diblokir. Vimeo bagi saya adalah sumber favorit untuk menonton video-video bagus, terutama travel.

Cheap Flights Apps
Ketika membuka situs-situs, seperti Skyscanner, Kayak, atau Hopper, ini seolah menyatakan bahwa kita sudah tidak bisa lagi cukup hanya “traveling without moving”. Kita harus segera berangkat. Poin terakhir ini memang telah mengindikasikan bahwa kita tinggal selangkah lagi untuk betul-betul kembali bepergian.

Kini, memang sudah banyak situs yang menyediakan informasi dan komparasi harga penerbangan dengan rute nyaris ke semua tempat di dunia. Biasanya informasi tersebut dilengkapi pula dengan waktu-waktu terbaik untuk membeli tiket berharga lebih murah.

Di akhir kata, semoga Vimeo lekas dibuka kembali untuk publik—tanpa harus backstreet atau mengendap-endap lagi kalau mau buka. Semua ayo turut bilang amin!

2 Comments Add yours

  1. omnduut says:

    Fotonya keren bangeeeet!

    1. Atre says:

      Terima kasihhhh~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s