Siap-siap Menjejakkan Kaki di Gunung Kidul

Siung

Saya bisa membayangkan apa yang Ferdinand Magellan katakan tentang Samudera Pasifik yang tenang, saat pertama kali ia menemukan jalan ke samudera tersebut. Magellan, pelaut asal Portugis, disebut-sebut sebagai orang pertama yang menemukan sebuah selat yang akhirnya dinamai dengan namanya; Selat Magellan. Ia juga disebut sebagai penjelajah yang berupaya mencapai Asia Tenggara dengan ‘berbekal’ 5 kapal dan 260 awak kapal pada akhir abad 15. Itu pun bukan atas biaya negeri kelahirannya, Portugis, tapi Spanyol.

Columbus boleh saja menjadi orang yang menemukan Amerika pada 1492. Tapi, Magellan adalah orang yang menemukan fakta bahwa Samudera Pasifik berada di pesisir barat Amerika. Yang terakhir inilah yang membuat para penjelajah terbuka matanya, lalu yakin bahwa mereka sangat mungkin mencapai belahan bumi bagian timur dengan berlayar ke arah barat dari Eropa. Dan betul-betul terjadi, Magellan dan para awak memang tiba di Asia Tenggara. Hanya saja, dari keseluruhan orang, hanya 18 orang yang berhasil kembali
ke Spanyol, dengan membawa derita kelaparan serta kekurangan vitamin. Itu pun tidak termasuk Magellan yang terbunuh di Filipina karena berkelahi dengan penghuni asli Pulau Mactan, Cebu, pada 1521.

Di luar segala kemalangan yang menimpanya serta ratusan awak, Magellan toh berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah dunia sebagai penjelajah kenamaan. Perayaannya mungkin saat itu sederhana, tapi yang sederhana tidak melulu artinya tidak berarti.

Setidaknya, berkat nama-nama para penjelajah dari periode tersebut, akan selalu bermunculan penerus atau orang-orang baru yang mengikuti jejak Columbus, Magellan, Vasco da Gama (orang pertama yang menyentuh India lewat laut), bahkan Sir Edmund Hillary, orang pertama yang menyentuh puncak Gunung Everest. Hal inilah yang membuat saya menyadari bahwa, adalah suatu keberanian yang besar serta butuh tekad yang raksasa untuk bisa menggerakkan roda keinginan untuk menjelajah tempat-tempat yang baru. Bahwa ada kebutuhan yang mutlak agar bisa terus-menerus merasakan pengalaman baru setiap hari.

Saya sepakat terhadap pemikiran bahwa manusia adalah makhluk bergerak yang akan pelan-pelan layu lalu mati jika berhenti bergerak. Maka, jawabannya, jangan berhenti bergerak. Toh, hidup ini memang adalah proses belajar yang membuat kita yang semula tak tahu jadi tahu.

Hal terakhir ini yang membuat saya merencanakan perjalanan ini. Sejak lama saya mendengar tentang keistimewaan pesisir di Gunung Kidul, Wonosari, Jawa Tengah. Banyak orang yang menyebutnya sebagai “permata yang tersembunyi” atau “kepingan surga yang belum terjamah”. Apa pun sebutan untuk keindahan panorama Gunung Kidul membuat saya yang tidak pernah ke wilayah tersebut, jadi bergerak untuk berangkat ke sana.

Setelah cari tahu dari internet, tanya sana-sini, dan merencanakan mulai dari penginapan hingga tiket pesawat, saya bakal segera menikmati pasir putih dan pantai-pantai di Gunung Kidul. Sempat drama juga di waktu-waktu sebelum berangkat, sebab untuk perjalanan kali ini, saya bakal traveling sendirian. Jujur, saya tidak pernah terlalu menikmati solo traveling. Sebab, happiness only real when it shared. Ketika jalan sendirian, saya suka bingung ingin meluapkan kegembiraan atau kejadian-kejadian konyol sepanjang perjalanan kepada siapa, jika sendirian. Memang ada orang-orang yang lebih nyaman jika solo traveling. Nyatanya, saya bukan termasuk di dalamnya.

Untungnya, saya punya kawan-kawan baik di Yogyakarta yang bersedia meluangkan waktu untuk menemani saya ngetrip sampai ke Wonosari. Yeay. Jadi, dalam beberapa postingan ke depan, saya akan berbagi cerita pengalaman traveling ke pesisir Gunung Kidul. Semoga cerita ini bisa sampai ke perasaan Anda, dan semoga Anda menikmatinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s