Liburan Singkat dari Jakarta

Tidak semua orang Jakarta punya waktu yang leluasa untuk traveling. Ada yang beruntung dengan jenis pekerjaan yang memungkinkannya bisa pergi ke tempat-tempat baru yang menarik. Tapi, ada juga yang tidak seberuntung itu. Ada yang kerapkali terbentur oleh jatah cuti yang terbatas–yang kadang-kadang lebih rela disimpan untuk kepentingan yang tidak terduga, seperti anak sakit. Intinya, tidak semua orang menjalani hidup semulus orang lain yang dilimpahi oleh nikmat pekerjaan yang ia suka dan jalan hidup sesuai dengan apa yang diinginkan.

Apa lantas hidup jadi begitu merana? Tidak mesti. Saya bukan ingin menceritakan ilmu rela dan ikhlas yang–saya sedikit-banyak mengerti–bisa jadi kunci agar hidup bisa jauh lebih membahagiakan. Karena itu artinya pasti kalian bakal langsung tutup laman dan pergi. He-he.

Kita selalu memiliki pilihan. Bagi The Jakartans yang sibuk dan tidak punya waktu luang yang banyak, pilihan untuk membuat hidup lebih menyenangkan mungkin seputar “membiarkan diri stres terhadap pekerjaan” atau “well, work hard, travel harder, right?“. Jika memilih opsi terakhir tapi masih terganjal akan urusan waktu yang sempit, selalu ada destinasi menarik yang ada di sekitar kita. Bahkan, di dekat kota asal kita.

Berikut adalah beberapa destinasi yang dekat dengan Jakarta, dan cocok dijadikan tujuan traveling kita untuk trip yang singkat.

Kepulauan Seribu
Saya pribadi selalu punya waktu yang menyenangkan kalau flashtrip ke Kepulauan Seribu. Ah, Kepulauan Seribu kan begitu-begitu saja, mungkin ada yang langsung berkomentar begitu. Tapi, apa iya? Tidak sepenuhnya benar. Kepulauan Seribu dengan jumlah sekitar 342 pulau ini selalu menyimpan ketenangan dan keindahan yang mengejutkan. Beberapa pulau berpenghuni, beberapa tidak. Kesamaan di antara pulau-pulau ini adalah pasirnya yang putih bersih, dengan air lautnya yang jernih. Nyaris serupa jelly toska.

Pulau Bintang - atre

Ratusan pulau di Kepulauan Seribu ini memungkinkan kita memilih dengan bijak pulau-pulau yang ingin kita datangi sesuai dengan apa yang ingin kita cari. Jika ingin kemping di pulau, bisa ke Pulau Semak Daun atau Pulau Semak Daun. Jika ingin lebih nyaman, bisa menginap di resort yang ada di Kepulauan Seribu, seperti di Pulau Sepa, Pulau Putri, Pulau Pantara, atau Pulau Macan.

Saya pribadi sudah lama menjadikan Kepulauan Seribu sebagai destinasi kabur singkat saya. Biasanya, yang saya kejar bukan aktivitasnya, seperti snorkeling, jet ski, dan lain-lain. Tapi, lebih banyak membaca buku di tepi pantai, menikmati senja di dermaga, berenang santai, dan merebahkan diri di atas pasir sembari mendengarkan lagu-lagu andalan. Yes, zen moment. Maka itu, saya tidak memilih pulau-pulau ramai, seperti Pulau Pramuka, Pulau Harapan, Pulau Bira, atau Pulau Tidung. Pulau favorit saya di Kepulauan Seribu adalah Pulau Putri Barat dan Pulau Bintang yang menenangkan dan nyaman.

Pulau Putri Barat senja - atre

Dari Jakarta, kita bisa mencapai pulau-pulau di Kepulauan Seribu lewat dermaga di Muara Angke naik kapal sekitar Rp35.000 (beberapa tahun lalu, mungkin sekarang sudah naik). Atau, bisa lewat dermaga di Marina Ancol naik speedboat, dengan harga yang lebih mahal–jutaan–tapi lebih nyaman dan jauh lebih cepat sampai.

Muara Angke - atre

Tanakita, Sukabumi
Kawasan kemping di Situgunung, Cisaat, Sukabumi ini masih termasuk dalam area Taman Nasional Gede Pangrango. Karena letaknya di kaki gunung, udara di Tanakita ini segar betul (berada di ketinggian 1.100 mdpl) dan dikelilingi oleh pepohonan rindang serta padang rumput yang hijau. Cocok betul bagi The Jakartans yang ingin menyegarkan tubuh dan pikiran, lepas dari keruwetan Jakarta.

Tanakita

Tanakita dikenal sebagai wisata glamping, atau dijabarkan dengan glamour camping. Sesuai dengan namanya, Tanakita menonjolkan wisata berkemah di alam terbuka dengan fasilitas-fasilitas nyaman yang sudah tersedia, seperti tenda besar yang hangat, matras, kasur, bantal, sleeping bag, kamar mandi dengan shower dan pilihan air dingin juga air panas, sampai buffet makanan untuk sarapan, makan siang, makan malam, dan kudapan. Semua bisa dinikmati dengan harga Rp550.000 per orang.

Tanakita tent - atre

Tenang, jika tidak ingin camping “mudah” seperti ini tapi tetap ingin berkemah di Tanakita, tempat ini punya lahan camping lain (total lahan 2 hektar) yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda sendiri dan memasak makanan sendiri.

Tanakita camp groung - atre

Menariknya, sembari menikmati udara segar dan pengalaman glamping, kita juga bisa mencoba beragam aktivitas yang tersedia di Tanakita. Mulai dari high ropes, river tubing, canoing Situ Gunung, trekking, sampai rappeling ke air terjun. Sejauh ini, inilah satu-satunya pengalaman berkemah saya yang begitu nyaman. Bahkan, hampir tidak menggigil kedinginan ketika di dalam tenda, karena tenda yang hangat, kasur, bantal, dan kantong tidur.

Butuh waktu sekitar 3 jam berkendara ke tempat ini, itu pun jika tidak terjebak kemacetan. Cek situs mereka untuk informasi lebih lanjut di sini: Tanakita Website.

Puncak
Kawasan ini memang sudah jadi favorit sejak lama. Sampai sekarang pun demikian. Bukan tanpa alasan, di kota ini kita tidak hanya bisa menikmati pemandangan kebun teh yang asri atau hawa segar pegunungan. Banyak tempat yang bisa kita tuju. Ada Taman Safari yang tidak pernah usang, jika ingin dekat dengan hewan-hewan yang dikondisikan seperti bebas. Ada vila-vila yang tersebar di Puncak, tempat kita bisa menginap semalam-dua malam dan menikmati dinginnya hari. Atau, kita bisa juga mencoba paralayang dan
merasakan terbang bebas dengan panorama hijau yang menyegarkan.

Puncak - atre

Dari Tol Jagorawi, kita cukup berkendara dengan mobil sekitar 2 jam tanpa macet. Tapi, seringnya memang kawasan ini begitu padat. Jadi, atur waktu berangkat dengan bijak agar bisa menghindar dari macet yang berkepanjangan. Untuk mengurangi macet, polisi kerap memberlakukan buka-tutup jalan. Biasanya, pagi hari adalah waktu satu arah ke atas. Sementara, siang hari adalah waktu satu arah ke bawah.

Pantai Sawarna, Banten
Tidak sedekat Puncak atau Bandung, memang, tapi saya kerapkali meluncur ke pantai di wilayah Banten ini karena keindahannya. Butuh waktu sekitar 5 jam lewat jalan darat untuk tiba di area ini. Tapi, semua begitu terbayar dengan apa yang akan kita dapatkan jika sudah tiba. Sekadar catatan, sebaiknya pastikan datang ke tempat ini saat musim panas.

Sawarna adalah pantai berpasir putih di Bayah dengan tipikal pantai yang tenang, seperti Pantai Tanjung Layar dan Pantai Ciantir. Tidak hanya pantai, kita bisa juga mengunjungi beberapa gua, seperti Gua Lalay. Saya sendiri begitu deg-degan ketika caving di Gua Lalay ini. Kegelapan menyelimuti kita. Cahaya hanya ada dari senter yang kita bawa. Air kadang-kadang setinggi mata kaki, kadang-kadang setinggi lutut, dengan dasar gua yang berlumpur. Sesekali kelelawar terbang di atas kepala kita, menambah pacu adrenalin.

Garut
Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, Situ Bagendit, Pantai Santolo, Candi Cangkuang, semua ini adalah tempat-tempat wisata yang ada di Garut. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau ternyata Garut semenarik ini untuk dijelajahi.

Foto: Sukma Dede
Foto: Sukma Dede

Gunung Papandayan, misalkannya saja, adalah sebuah gunung berketinggian 2.665 mdpl yang cocok untuk dijadikan area trekking singkat. Selama mendaki Papandayan pun, banyak variasi lanskap yang bisa kita nikmati, mulai dari kawah-kawah yang masih aktif mengeluarkan uap di kaki gunung Papandayan, hutan mati yang berkarakter padang hitam dengan pohon-pohon yang mati dan hanya tersisa ranting-rantingnya saja, sampai Pondok Saladah tempat kita bisa melihat banyak tenda berdiri–inilah areal camping ground di Papandayan.

Foto: Sukma Dede
Foto: Sukma Dede

Belum lagi ada Pantai Santolo. Dengan biaya masuk yang relatif murah, sekitar Rp5 ribu per orang, Santolo adalah pantai dengan tepian berkarang dan tipikal pantai yang tenang. Ada satu laguna di Santolo berisi air laut yang jernih kebiruan, seperti kolam renang kecil, tempat kita bisa berenang atau mengambang di air Santolo yang segar itu.

Santolo - atre

Sukabumi
Oh halo Sukabumi! Jika masih ada yang belum sadar betapa potensialnya Sukabumi untuk dijadikan destinasi flashtrip warga Jakarta, pastilah kurang beruntung. Sekarang saatnya kita mempertimbangkan Sukabumi jadi tujuan wisata para weekender (orang yang seringkali hanya traveling saat akhir pekan). Hanya tiga jam dari Jakarta–sekali lagi jika tanpa kemacetan–, Sukabumi menawarkan keragaman itinerary, mulai dari wisata budaya hingga wisata lanskap.

Jika ingin merasakan keaslian hidup di sebuah kampung budaya, kita bisa ke Kampung Ciptagelar. Di sini, masyarakat setempat masih tinggal di rumah-rumah panggung dari kayu; tidak ada penginapan jadi kita hanya bisa menginap bersama penduduk; jika ingin makan (kapan pun!) kita tinggal datang ke Imah Gede, rumah besar yang jadi pusat aktivitas di Ciptagelar dan menyediakan makanan setiap hari; atau kita bisa trekking ke puncak bukit dan melihat betapa damainya kampung ini dari atas.

Ciptagelar - atre

Kalau ingin liburan yang lebih menantang, mungkin bisa surfing di Pantai Cimaja atau rafting di Citarik, Citatih, Cisadane, atau Kalibaru. You choose!

Gunung Pancar
Destinasi ini sedang hits belakangan. Saya jujur belum pernah ke tempat ini, tapi kabarnya di sini, kita bisa berkemah dengan dikelilingi pepohonan pinus yang menjulang begitu tinggi. Sangat khas, dan… menenangkan.

Kita bisa membuka tenda sendiri di lahan ini dengan hanya membayar Rp5 ribu/ orang. Lalu, kita bisa menikmati air terjun pancar dengan airnya yang hangat. Hampir senada dengan Tanakita, Gunung Pancar juga memiliki fasilitas glamping, dengan harga yang jelas berbeda dengan yang independen (harga glamping Rp280.000-Rp350.000). Informasi sejelasnya silakan cek ke Gunung Pancar.

Jangan pernah bilang kalau kita terlalu sibuk untuk meliburkan pikiran. Jangan sampai kita tidak sempat untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang. Sebab, traveling artinya juga waktu untuk lebih dekat dengan keluarga, kekasih, sahabat, dan orang-orang terdekat. Jadi, sempatkanlah, meski tidak jauh dari kota asal kita. Happy traveling!

2 Comments Add yours

  1. Gara says:

    Senang, sebetulnya banyak sekali pilihan tempat wisata di dekat Jakarta jadi kalau tidak mau pergi jauh, ya sebenarnya tidak mesti jauh-jauh :)). Sepertinya akhir pekan-akhir pekan saya akan penuh untuk menyambangi tempat-tempat ini satu per satu, pelan-pelan! Terima kasih buat rekomendasinya, ya!

    1. Atre says:

      Sama-sama yaaa. Aku sendiri juga masih perlu keliling Jakarta karena masih banyak tempat seru di Jakarta. PR pribadi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s