Kabar Bahagia dari Kolaborasi Narasastra x #renjanatuju

Masih ingat cerita tentang kolaborasi saya atas nama #renjanatuju dengan Narasastra? Sekadar menyegarkan ingatan kamu, Narasastra adalah sebuah literary movement yang digagas oleh Agung Muhammad Fatwa dan Indraswari Pangestu, lulusan Program Studi Indonesia (Sastra Indonesia), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Dan, kini datang kabar bahagia. Setelah berjalan sejak Agustus, gerakan ini telah berhasil mengumpulkan buku-buku dari kegiatannya menjual beragam desain kaos, termasuk kaos edisi #renjanatuju.

Gol dari gerakan ini jelas tidak hanya mentok di bagian mengumpulkan buku. Misi sebetulnya adalah membawa buku-buku ini agar sampai ke tangan anak-anak yang ada di daerah-daerah pedalaman. Niatnya agar mereka dapat merayakan kegemaran mereka membaca dengan buku-buku terbaik, meski hidup dan kegiatan belajar mereka jauh dari wilayah perkotaan.

Narasastra Tereweng

Lewat tangan seorang volunteer Narasastra bernama Dwi Citra Larasati, pada 21 September 2015, buku-buku donasi dibawa dari Jakarta ke Desa Tereweng, Pulau Tereweng, Alor, Nusa Tenggara Timur. Kebetulan, Citra–begitu ia kerap disapa–juga sedang melakukan perjalanan ke Alor. Saat ini, ia sedang bekerja sebagai fasilitator di NGO Destructive Fishing Watch (DFW) untuk program pendampingan efektivitas sarana dan prasarana di pulau-pulau kecil terdepan berbasis masyarakat. Program ini adalah kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian ESDM.

Untuk sampai ke Tereweng, kita harus naik kapal selama 3 jam dari Pelabuhan Reklamasi di Kalabahi (Kota Kabupaten Alor). Atau, kalau dari Pelabuhan Alor Kecil (30 menit dari Kalabahi) memakan waktu sekitar 2 jam. Kita bisa sewa kapal motor. Nah, jika sudah tiba di Pelabuhan Tereweng, artinya kita sudah dekat dengan rumah baca. Rumah baca (yang sementara berada di lokasi SMP Tereweng) letaknya dekat dari pelabuhan; hanya sekitar 5-10 menit jalan kaki.

Sejumlah 56 buku tersebut akan dikelola oleh Gerakan Rumah Baca yang digagas oleh Destructive Fishing Watch. Semua buku sudah diberi label dan diinventarisasi, sehingga bisa segera dipinjam oleh masyarakat Tereweng. Keberadaan rumah baca ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat di pulau-pulau kecil terdepan (PPKT), seperti Tereweng.

Inventarisasi Buku

“Anak-anak bahagia sekali melihat buku-buku, selain buku pelajaran yang biasa mereka lihat sehari-hari. Di desa ini memang belum ada perpustakaan, baik di sekolah atau di lingkungan umum,” tutur Citra.

Gerakan Rumah Baca turut melibatkan pihak sekolah SD dan SMP Tereweng untuk perawatan dan pelestarian buku-buku.

Saya bisa membayangkan anak-anak Tereweng berbahagia melahap satu demi satu buku-buku tersebut. Ada yang duduk-duduk di bawah pohon. Ada yang tetap berada di dalam rumah baca. Atau, bahkan meminjam buku tersebut untuk membacanya di dermaga kala sore. Ah, nikmat betul.

Rumah Baca Narasastra

Terima kasih kawan-kawan yang sudah turut mendukung Narasastra dan #renjanatuju, ya. Jika ada yang ketinggalan dan ternyata ingin berpartisipasi, masih bisa, kok. Silakan kunjungi akun Instagram Narasastra di @narasastra, lihat desain kaos-kaos yang mereka miliki, lalu pesan kaos yang kamu suka. Cara pemesanan bisa dengan meninggalkan komentar di akun Instagram atau langsung menghubungi Agung di nomor +6288213223510.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s