[Travel Tips] Flying to Iceland

IcelandAir - Renjanatuju

Salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan banyak orang ketika saya dan Giri bakal berangkat ke Iceland adalah “naik apa?”. Kadang-kadang saya mau sedikit berkelakar, numpak sado, tapi suka nggak tega melihat wajah si penanya yang sudah kadung serius.

Transportasi memang faktor utama yang seringkali bikin niatan banyak orang untuk pelesir ke Iceland, surut. Begitu lihat harganya yang mahal, runtuh iman seketika. Mimpi buyar. Habis itu cranky, karena mimpi tidak kesampaian. Seperti jatuh cinta tapi ditolak. Tapi, bagi mereka yang menamakan diri “para penyintas” alias survivor , pasti selalu ada jalan untuk mewujudkan mimpi.

Dream big, or go home.

Saya pribadi juga awalnya minder sewaktu cari-cari tiket di internet, destinasi Islandia. Rata-rata memang di atas Rp10 juta satu kali jalan. Tapi lalu saya ingat seorang kawan, Kenny Santana, si empunya @KartuPos, bilang kalau ia menyediakan trip ke Iceland dengan harga terjangkau. Bahkan, paket trip ini jadi salah satu best-seller KartuPos.

Di sela-sela cari-cari sendiri di internet, saya lalu juga cek di KartuPos, membandingkan, dan lalu dapat pencerahan. Seperti ada cahaya terang tiba-tiba menerangi kamar, lalu ada musik klasik instrumental yang menggema.

Saya lalu menghubungi Kenny, dan mulai berkonsultasi soal #IcelandTrip ini.

Kenny memang sibuk sekali berkeliling dunia. Satu hari di Jakarta, lalu tahu-tahu sudah di Brazil, minggu depannya di New Zealand, luar biasa. Tapi, meski sibuk, ia menjadi konsultan travel yang osom (alias awesome). Sudah bisa dibayangkan kebeeman (BM = banyak mau) orang-orang yang excited hendak traveling. Saya juga kena sindrom overexcited. Beem-nya nggak ketulungan. Tapi, Kenny bisa dengan sabar mengayomi. Mungkin karena faktor pengalaman, atau mungkin juga… faktor umur. Hehe.

Keuntungan memilih paket trip dari @KartuPos itu, selain bisa custom destinasi, kita juga bisa menyicil biaya sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan. Kedengarannya ini seperti blog post berbayar, ya, tapi sesungguhnya tidak. Saking puasnya, saya jadi dengan sangat jujur (dan semoga nggak berlebihan) menyanjung-nyanjung @KartuPos. Karena itu, dengan senang hati juga merekomendasikannya kepada Anda.

Selalu ada jalan, kan, untuk mewujudkan mimpi. Mungkin sama seperti saya, jalan keluar dari mimpi Iceland Anda, juga adalah @KartuPos.

Dan, setelah dihitung-hitung lagi, tiket pesawat ke Iceland sudah bukan lagi “mimpi buruk” buat kantong.

Khusus untuk #IcelandTrip saya dan Giri, kami menyempatkan mampir di Stockholm, Swedia beberapa hari. Jadi, dari Jakarta kami terbang dengan Turkish Airlines dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Terminal 2D. Kami transit di Istanbul, Turki, untuk kemudian lanjut masih dengan Turkish Airlines ke Arlanda Airport, Stockholm.

TurkishAirlines

Penerbangan Jakarta-Istanbul-Stockholm adalah penerbangan panjang yang lebih dari 10 jam. Ini pertama kalinya saya naik Turkish Airlines, dan baru sekali ini merasakan pelayanan para pramugari TA. Intinya, bukan yang teramah di dunia lah. Saya pikir hanya saya saja yang merasakan hal itu. Begitu saya menoleh ke arah Giri, ia juga memberikan tatapan aneh.

Hanya saja, nilai plusnya, TA menyediakan sebuah pouch untuk tiap penumpang, berisi lip balm, sikat gigi dan pasta gigi, kaos kaki, ear plugs, sandal, sampai penutup mata. Headphone juga sudah tersedia, beserta bantal dan selimut.

Dari Stockholm, kami terbang ke Keflavik International Airport, Islandia dengan maskapai Iceland Air. Dari Swedia ke Islandia hanya menempuh waktu sekitar 2-3 jam saja. Dekat, ya. Seperti Jakarta-Lombok.

Keflavik International Airport - Iceland - RenjanaTuju

Jangan lupa sebelum masuk pesawat, persiapkan headphone atau earphone pribadi di kantong baju atau di tempat yang mudah diraih. Sebab, Iceland Air tidak menyediakan hal ini. Jika ingin mengeluarkan uang lagi, memang bisa membelinya di pesawat. Tapi, jika memang punya, untuk apa beli?

Sepanjang penerbangan—saya terbang siang hari—, saya menjaga diri tidak tidur. Pemandangan di luar jendela terlalu sayang untuk dilewatkan. Dari mulai lepas dari daratan Swedia yang penuh bangunan, lalu jendela kaca mulai bergurat-gurat karena tertutup es. Ada satu waktu saat seluruh pemandangan tertutup sesuatu. Saya pikir awalnya itu awan, tapi bukan.

Ternyata, ini adalah kabut salju yang meninggi sampai ke udara. Segalanya serba putih. Sedikit goncangan terjadi. Cukup lama. Tapi kemudian tenang lagi. Saya baru tahu setelahnya kawasan dengan kabut salju itu adalah Vatnajokull, yaitu padang glacier terluas di Eropa. Well, well, well…

Selamat datang di Islandia, Atre!

3 Comments Add yours

  1. awansanblog says:

    Wih release juga nih artikel ttg transportnya 😀

  2. adhyasahib says:

    duh seru2,,,pengen kesana juga😀

  3. Rio Gustavo says:

    Mba coba liat deh ig @hibonin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s