Eslandia dalam Film – Kompas Klass

Pada Rabu, 3 Agustus 2016, selembar kopi Harian Kompas tiba di meja kerja sejak pagi. Editor dan penyelaras bahasa Kompas Klass di malam sebelumnya sudah memberitahu, tulisan saya berjudul “Eslandia dalam Film” akan terbit di edisi Rabu.   Jadi, begitu bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah mengecek lembar per lembar Kompas, hingga tiba di rubrik Pelesir di section Kompas Klass. Ada perasaan bergejolak seperti anak-anak yang diberi hadiah ulang tahun.

Kompas Klass ini sendiri baru terkonsep dan rilis perdana pada 2013–bersamaan dengan ulang tahun Harian Kompas yang ke-48. Konsep baru ini merupakan hasil brainstorming Kompas Gramedia dengan Yoris Sebastian dari OMG Consulting. Isi Kompas Klass ini dasarnya adalah tulisan-tulisan berkelas (karena itu namanya “klass”) dan berkualitas yang terdiri dari rubrik-rubrik yang sesuai dengan esensi Kompas. Seperti, kuliner, fotografi, sampai travel. 

Untuk mempertahankan kualitas, rubrik-rubrik ini diisi oleh orang-orang yang sudah teruji kredibilitasnya di tiap bidang (disebutkan harus memiliki 10.000 jam terbang di bidang tertentu). Atau, teruji passionate di bidang yang digelutinya. Saya pribadi tidak tahu apakah jam terbang saya sudah 10.000 atau belum. Yang jelas, kalau urusan gairah, wah, jangan ditanya gairah saya pada dunia traveling.

Bagi yang ingin juga karya-karyanya diterbitkan oleh Kompas Klass, bisa mengirimkan karya atau terlebih dulu mengusulkan tema tulisan yang dimaksud ke e-mail klass@kompas.com.

Pastikan tulisan atau usulan tema kalian menarik dan unik, sehingga membuat pihak redaksi terkesan dan ingin menerbitkannya. Pintar-pintar pitching (PPP) lah.

Dari sana, sabarlah menunggu balasan e-mail dari redaksi Kompas Klass; apa mereka tertarik atau dengan halus menolak. Kalaupun ditolak, jangan menyerah. Cobalah dengan tema-tema lebih menarik lainnya. Semangat, ya. Kalian pasti bisa!

Kompas Klass "Eslandia dalam Film" edisi Rabu, 6 Agustus 2016, Astri Apriyani.
Kompas Klass “Eslandia dalam Film” edisi Rabu, 3 Agustus 2016, Astri Apriyani.

2 Comments Add yours

  1. Itu keren bgt foto2nya! Aku mau ke iceland belum sempet2. Katanya lbh asik pas Nov pas ada festival air wave. Ini masuk bucketlist gw bgt. Congrats ya masuk kompas klass!! Hebat 👍👍

    1. Atre says:

      Terima kasih ya.

      Aku ga pernah ngejar festival sih, jadi memang fokus ke aurora aja. Karena itu, rentang pergi ke Iceland buatku memang pas winter aja; Oktober-Maret. Hihihi.

      Semoga segera bisa ke sana ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s