Democracy Now!: “Kenapa Harto Begitu Membenci Pramoedya Ananta Toer?”

Pram

Saya dikirimi seorang kawan sebuah rekaman suara. Bukan sembarang, ini wawancara Amy Goodman dengan Pramoedya Ananta Toer untuk program radio mereka, Democracy Now!.

Democracy Now! adalah program berita independen yang siar di Pacifica Radio, AS. Program ini di-hosting oleh dua jurnalis, Amy Goodman dan Juan Gonzalez.

Wawancara ini dilakukan pada 26 April 1999 di New York, di kali pertama Pram datang ke Amerika Serikat. Ia berusia 74 tahun pada waktu itu. Dan, di masa itu, buku Nyanyi Sunyi Seorang Bisu baru saja rilis ke pasaran. Democracy Now! membahas banyak tentang buku tersebut, di samping juga kehidupan pribadi Pram baik sebagai sastrawan besar Indonesia sekaligus tahanan politik.

Di antara Amy Goodman dan Pak Pram ada seorang translator yang bertugas menjadi perantara. Amy mewawancara dengan bahasa Inggris, dan Pak Pram tetap menjawab dengan bahasa Indonesia. Berikut adalah transkripsi wawancaranya.

Bisa Anda ceritakan, buku Nyanyi Sunyi Seorang Bisu berdasarkan apa? Lalu, bisa Anda cerita tentang pengasingan Anda di Pulau Buru?
Buku itu adalah catatan-catatan pribadi sebetulnya yang semula ditulis untuk anak-anak saya sendiri, bukan untuk orang lain, untuk memberikan kesaksian bahwa anak-anak saya bahwa mereka pernah punya ayah, ya saya itu.

Catatan-catatan itu saya buat untuk menghadapi kemungkinan saya mati di sana, baik mati secara alami maupun dibunuh. Jadi, itu ditulis apabila pengawasan terhadap saya kendur atau tidak ada. Begitu selesai ditulis, langsung disembunyikan. Karena kalau kedapatan oleh mereka, akan menjadi jaksa dan hakim sekaligus terhadap diri saya.

Jadi, saya tidak pernah baca kembali. Begitu selesai, disembunyikan. Begitu cukup banyak, diselundupkan keluar.

Kenapa mengambil risiko?
Risiko? Ya itu semua, kertas-kertas sejak saya ditangkap sudah dihancurkan semua. Semua itu harus ditempuh, sebab kalau tidak, bukti-bukti sejarah akan hilang sama sekali atau dianggap tidak ada. Artinya, hidup saya tidak ada. Dan, catatan2 ini belum pernah sampai ke tangan anak-anak saya.

Kenapa anak-anak Anda sampai tidak menerima surat-surat itu?
Tidak bisa lewat pos. Semua surat yang keluar dari kamp Pulau Buru harus lewat sensor. Boleh atau tidak, sensor yang menentukan.

Kenapa Anda ditahan di Buru?
Sampai sekarang saya tidak tahu. Tidak pernah ada pengadilan. Tidak pernah ada tuduhan resmi. Tidak ada kesempatan untuk membela diri.

Berapa lama di sana?
14 tahun, 2 bulan.

Apa yang membuat Anda tetap bertahan?
Ya, karena semua ketidakadilan harus dilawan dengan cara apa pun yang mungkin harus ditempuh. Jadi yang membuat saya tetap hidup, selain perlawanan dengan cara apa pun juga, juga kontrol internasional.

Kapan Anda pertama kali ditahan?
Itu tahun 1947 sampai akhir 1949 oleh Belanda. Kemudian, Orde Lama karena menulis buku Hoa Kiau di Indonesia.

Itu di bawah pemerintahan Soekarno?
Iya, tapi yang melakukan penahanan, penculikan, itu Angkatan Darat.

Anda ditahan karena menulis buku Hoa Kiau di Indonesia, tapi sampai sekarang masih ada diskriminasi di Indonesia. Kenapa?
Diskriminasi terhadap Cina itu ada karena permainan kekuasaan saja yang mencari kambing hitam. Mahasiswa demonstrasi untuk menjatuhkan Harto. Kekuasaan Harto menunggangi demonstrasi itu dengan kerusuhan-kerusuhan, terutama ditujukan pada minoritas Cina. Itu bukan pertama kali terjadi di Indonesia.

Tapi kok bisa terjadi begitu? Kenapa orang Indonesia begitu mudah dihasut?
Orang militer menurunkan pasukan dan mengerahkan para militer menyilahkan orang menyerbu toko-toko, memerkosa orang-orang Tionghoa, membunuh. Di samping membunuhi mahasiswa-mahasiswa yang berdemonstrasi.

Mahasiswa demonstrasi. Menurut Anda?
Saya gembira sekali. Ini suatu kritik dalam bentuk demonstrasi terhadap rezim fasistis militeritis yang sudah berkuasa lebih dari 30 tahun.

Pendapat Anda mengenai Timor-Timur?
Sesuatu politik yang dungu. Karena negara-negara penjajah sudah melepaskan jajahannya, ini Indonesia dalam sejarahnya anti penjajahan dan melawan penjajah kok menjajah.

Apa Anda melihat Timor-Timor bisa merdeka?
Sekarang juga harus merdeka. Sudah terlampau banyak pembunuhan di sana. Pembunuhan yang sama sekali tidak ada artinya dalam sejarah.

Apa orang-orang Indonesia mengerti dan tahu soal pembunuhan di Timor-Timur?
Orang Indonesia rata-rata sibuk dengan kesulitannya sendiri. Menyakitkan, rumah kami yang disita oleh kekuasaan sekarang dipergunakan untuk mess menampung serdadu-serdadu yang pulang dari Timtim.

Kenapa Harto bisa bertahan begitu lama? Dan, kenapa Habibie juga bertahan?
Harto itu bisa bertahan karena menguntungkan kapital multinasional yang naiknya pun dibantu oleh kapital multinasional. Dia hanya herder kapital multinasional. Karena didemonstrasi oleh mahasiswa, ia mengundurkan diri, tapi sebetulnya masih berkuasa. Yang formal berkuasa sekarang Habibie. Tapi, mereka masih satu garis. Personalianya sama. Birokrasinya sama. Militernya sama. Yaitu orang-orang Orba juga.

Sejak Indonesia berjuang untuk merdeka dari Belanda, dan sampai sekarang belum tercapai. Apa yang bisa membimbing Indonesia itu bisa sampai ke tujuan itu?
Indonesia mencita-citakan negara yang merdeka, demokratis dan modern. Demokrasi ternyata tidak ada. Bukan pula semakin modern, yang ada malah semakin primitif; kanibalisme di mana-mana. Harapan saya ada pada generasi muda yang masih bersih dan lebih intelektual dari mereka semua itu. Dan karena sejarah modern Indonesia itu, semua kemajuan selalu dipimpin oleh angkatan muda. Jadi saya selalu mendukung angkatan muda.

Anda datang ke AS, yang termasuk negara multinasional kapital seperti yang Anda maksud dan tinggal di sini. Bagaimana menurut Anda?
Saya merasa keluar sebagai pemenang, keluar dari fasistis militeristis. Memang di AS, saya berada di tengah-tengah multinasional kapitalis, tapi saya menjadi orang merdeka, bukan orang yang dirantai.

Pertama kali ke AS?
Ya.

Sekarang Anda umur berapa?
74.

Ketika jalan-jalan di NY, apa yang ada dalam pikiran Anda?
Saya melihat sebagai perkembangan ratusan tahun, walaupun dalam perjuangan saya menentang kekuasaan model multinasional, tapi ini sudah ratusan tahun begini ini, dengan segala bangunan, kehidupan sosial, politik, sudah begini ini, ya wajar. Setapak demi setapak.

Saya jadi orang dungu kalau mempunyai keinginan untuk mengubah AS. Ini perkembangan ratusan tahun.

Negara ini kan yang mendukung, membiayai, dana ke Indonesia selama beberapa tahun belakangan. Perasaan Bapak bagaimana tentang negara ini yang mungkin punya andil untuk menangkap Anda?
Saya hanya bisa menganjurkan stop mempersenjatai Indonesia supaya tidak bisa memakan lebih banyak korban. Kalau mau bantu, ya bantu angkatan muda. Biar mereka lebih ringan menuntaskan program reformasinya. Tapi ya saya menolak kekuasaan sepenuhnya pemerintahan yang korup dan kejam ini. Terserah, ini suatu seruan saja dari saya ya.

Bagaimana keluar dari Indonesia untuk ke AS? Ada kesulitan?
Mudah sekali. Tapi, itu juga bukan hanya karena AS yang mengundang, tapi juga kemenangan angkatan muda. Saya ikut jadi pemenang. Waktu minta visa ke AS, bukan sekadar visa yang biasa, malah dapat triple visa.

Apa Anda akan kembali ke Indonesia?
Ya, setelah perjalanan AS, Eropa, baru kembali ke Indonesia.

Sekarang, AS bersama NATO menyerang dan mengebom Yugo. Mereka melakukan itu untuk menyelamatkan banyak orang di sana, katanya. Selama puluhan tahun, pemerintah AS juga menyediakan senjata untuk Indonesia. Kenapa ada dualisme seperti itu? Kenapa AS mendukung militer di sana?
Kalau senjata ke Indonesia itu jelas, untuk keuntungan modal multinasional dalam menjarah kekayaan alam Indonesia. Menjarah tenaga murah Indonesia. Saya sebagai orang merdeka bicara seperti ini. Bukan sebagai tahanan politik.

Apa di Indonesia, orang bisa bicara seperti ini?
Sekarang mulai bisa. Setelah ada gerakan angkatan muda. Malah tuntutan supaya Harto diadili, semakin hari semakin kencang.

Kenapa Harto begitu membenci Pramoedya Ananta Toer?
Itu juga saya tidak terlalu mengerti (di sini, Pak Pram tertawa sangat miris. Lalu melanjutkan dengan suara lirih) Semua saya punya dirampas oleh Harto. Semuanya. Bahkan penghidupan, artinya melalui pelarangan buku-buku saya. Naskah-naskah dihancurkan, disita.

Apa yang paling buruk selama Anda dipenjara? Apa yang paling sulit selama di Buru?
Itu, penghancuran naskah-naskah yang belum pernah terbit itu. yang saya tidak bisa maafkan.

Bagaimana pendapat Anda tentang angkatan muda di Indonesia, di Timor-timur? Mereka kan unsur paling kecil, paling lemah. Kekuatan mereka dari mana?
Saya juga sering katakan, peringatkan pada angkatan muda, kekuatan kalian ada pada waktu bersatu dalam demonstrasi. Dalam mempersatukan tuntutan kalian, di luar ikatan demonstrasi kalian tidak punya kekuatan apa-apa. Karena itu sadari betul-betul, kekuatan yang dilahirkan karena demo. Sebab, di luar itu kalian tidak punya kekuatan dan mudah sekali dibantai.

Anda memberikan dukungan pada PRD. Apa pemilu yang akan datang punya makna atau tidak?
Bagi saya tidak ada. Selama birokrasinya orang-orang Orba, tidak akan ada perubahan.

Kapan akan ada perubahan?
Tergantung kemenangan angkatan muda. Yang tua, yang pernah berkuasa, sama sekali tidak bisa dipercaya.

Jadi, kenapa kita harus percaya apa yang Anda katakan?
Saya kan angkatan muda (Pram lalu tertawa).

Anda pikir Megawati mewakili harapan bapaknya atau tidak? Anda menghargainya?
Dia orang Orba juga. Dia memainkan peran konfigurasi demokrasi Pancasilanya Harto sebagai anggota parlemen. Sebagai anggota parlemen, tidak pernah mengangkat soal pembantaian massal, dan perampasan kebebasan massal, pada masa ia hidup. Jadi belum lagi, prinsip politik, prinsip moral saja tidak punya. Kalau prinsip moral saja tidak ada, bagaimana mau main bersih di politik? Di samping itu saya tidak pernah lihat Megawati punya konsep-konsep, apalagi di bidang sosial ekonomi. Megawati bukan ayahnya. Ayahnya orang yang sangat hebat.

Berdasarkan penelitian di AS, pada tragedi 1965, ada bukti CIA membuat daftar nama-nama disiden Indonesia kepada militer. Dan, itu dipakai dasar untuk membunuh orang-orang dalam daftar tersebut. Menurut Anda?
Ya, memang begitu. Dari Kedubes AS diberikan, dikeluarkan daftar nama orang melalui seorang kurir kepada Adam Malik. Adam Malik melalui kurir kepada Harto. Orang dalam daftar ini sudah dibunuh, laporan itu kembali jalur yang sama melalui Kedutaan AS. Sekarang ini tampaknya akan ada gerakan dari keluarga-keluarga yang dibunuh melalui daftar nama itu melalui AS. AS mau dituntut. Secara jelas saya belum tahu, saya sudah mulai dengar-dengar.

Kita menghabiskan banyak waktu selama wawancara bicara politik. Tapi, Anda dikenal tidak cuma sebagai tapol tapi juga pengarang hebat. Bagaimana menyatukan peranan aktivis politik dan pengarang?
Ya itu satu rahasia yang saya sendiri tidak mengerti, mungkin karena pendidikan keluarga dulu. Saya belum pernah memikirkan soal pertanyaan ini sebelumnya. Jadi dengan sendirinya saja. Ini merupakan pertanyaan pertama soal ini.

Anda jadi keduanya. Bangga?
Ya semua yang saya kerjakan, berhasil atau tidak, itu soal timing saja.

Riwayat hidup Anda kira-kira sama dengan hidup Indonesia dan abad ke-20. Mulai orangtua Anda melawan Belanda dan Jepang, Anda mengalami fase kemerdekaan, militerisme Orba, lalu reformasi. Apa bisa ceritakan?
Ada juga sarjana yang mengatakan demikian. Teo mengatakan demikian juga. Saya disebut sebagai citra manusia Indonesia, dan sebagainya. Tampaknya saya bisa benarkan. Sebab hidup saya isinya gerakan kemerdekaan, kependudukan Jepang, kemerdekaan revolusi, mempertahankan kemerdekaan, demokrasi dari demokrasi barat ke demokrasi pemimpin, bubarnya demokrasi, naiknya militer fasis Suharto, saya mengikuti semua.

Jadi, ini menuju ke mana? Ada tempat yang terang? Ke mana?
Yang menjawab bukan saya lagi. Itu angkatan muda. Mereka yang menentukan hari depan Indonesia. Saya pesan, asal tidak mengulangi kekeliruan Orla atau Orba, menjadi dirinya Indonesia yang mandiri.

Saya sudah mendengar pesan Anda untuk anak muda Indonesia. Pesan Anda untuk anak muda AS?
Bantu angkatan muda Indonesia. Kalian memiliki segala-galanya, dan sudah memiliki segala-galanya.

Ada yang mau dikatakan lagi?
Saya mengharapkan hubungan Indonesia dan AS diubah menjadi lebih manusiawi. Saya harap AS berhenti membantu kekuatan-kekuatan yang destruktif.

IMF. Apa peranan yang mereka mainkan di Indonesia kini?
Ya sekarang membantu. Stop bantuan untuk pemerintahan Indonesia yang sekarang. Bukan cuma senjata tapi juga uang.

Jadi siapa yang menang?
Kita tunggu dulu.

Kembali ke Nyanyi Sunyi Seorang Bisu. Kenapa memilih judul itu?
Sebagai tapol kan tidak punya suara apa-apa. Lantas, kehidupannya itu sunyi sekali.

Buku ini keluar bertahun-tahun setelah surat-surat ditulis. Apa pesannya masih sama setelah Anda bahkan keluar dari pengasingan?
Itu harusnya untuk anak-anak. Tapi, jika itu punya guna lebih untuk di luar anak-anak saya, itu jadi nilai lebih.

Berapa lama di Buru?
Di Buru, 10 tahun. Rombongan pertama masuk Buru sebagai rombongan terakhir keluar Buru.

Bisa ceritakan pada hari Anda dibebaskan? Perasaan Anda?
Itu ada ceritanya. Waktu dibebaskan, semua harus menandatangani surat pernyataan tiga buah yang sama isinya, bahwa mereka diperlakukan dengan baik di Buru. Kalau tidak menyerahkan, tidak bisa naik kapal. Mereka sudah naik, kami rombongan beberapa orang tidak juga dapat izin naik. Kemudian komandan Buru datang, khusus pada saya mengatakan, “Pak Pram akan pergi naik kapal langsung ke Jakarta.”

Ah karena sebelumnya saya sudah membuat rumus, Orba mengatakan X, artinya pasti minus X. Jadi saya waktu itu sudah berpikir, saya tidak akan dibawa ke Jakarta. Setelah komandan Buru bicara sama saya, rombongan boleh naik ke JKT. Dan, ternyata rumus saya benar. Sampai di utara Madura, kami diturunkan dari kapal. Kapal meneruskan perjalanan ke Jakarta. Kami naik bis perjalanan darat masuk ke pedalaman. Kami sudah menduga akan disembunyikan di Nusa Kambangan. Tapi, waktu di pelabuhan sebelum kapal berangkat, ada saksi dari gereja Katolik. Jadi, mereka ini melaporkan ke Ambon, Ambon ke dunia internasional, sehingga waktu kapal berangkat sudah ada berita di dunia internasional bahwa ada sebagian rombongan yang dipisahkan.

Sampai di Magelang, rombongan kami yang naik bis dimasukkan penjara di Magelang. Di situ menunggu, lantas pindah lagi ke tempat lain, baru kemudian dibawa ke Semarang. Di situ dengan kesaksian dubes-dubes luar negeri, kami dibebaskan di Semarang. Jadi rencana untuk menyembunyikan kami di Nusa Kambangan gagal. Dari Semarang kami dibawa dengan bis ke Jakarta. Masuk ke penjara lama Salemba, baru esoknya dibebaskan.

Orang-orang tapol di Buru. Mereka dari kalangan apa?
Ada golongan nasionalis, petani, golongan agama, petani biasa, anak-anak sekolah. Ada juga anggota parlemen. Ada juga orang dari PKI sendiri. Ada yang tidak tahu sesuatu juga dibuang ke sana.

Apakah komunitas ini juga bikin Anda bertahan?
Ya. Semua membuat kelompok-kelompok dengan tugas masing-masing. Kalau ada yang sakit, dibelikan obat-obatan bukan dari kekuasaan. Makan cari sendiri, dengan cara bantu membantu itu. Kalau tidak ada semangat bantu-membantu, tumpas semua.

Berita-berita di sini menggambarkan kekerasan antar-etnis seolah-olah itu konflik yang latar belakangnya panjang. Apa kita semestinya percaya tafsiran ini?
Sebaiknya tidak dipercaya. Ini permainan kekuasaan. Ada konflik di antara elite saja. Buktinya  misalnya, di Tuban ada klenteng, dua sarjana Prancis menemukan ada cap Kubilai Khan dari abad ke-13. Artinya, dalam abad ke-13 sampai abad 20 tidak ada konflik apa-apa antaretnis. Waktu Sukarno memproklamasikan kemerdekaan indonesia semua menyambut dan bersatu. Perpecahan etnis kok terjadi belakangan ini. Itu berarti ada yang membuat dengan tujuan politis tertentu.

Pertanyaan terakhir. Di Timor-timor, ABRI memberikan senjata pada militer di Timor. Supaya orang Timor saling bunuh?
Ini karena semata-mata kebijaksanaan kanibalisme. Primitif. Sebab, kanibalisme itu Indonesia baru meninggalkan 170 tahun. Pada masanya, kanibalisme itu dagingnya dimakan untuk diambil kekuatannya. Sekarang, kalau membunuh penduduk2 desa, dagingnya memang tidak dimakan, tapi mereka merasa jauh lebih besar dan kuat.

Arsip wawancara Pram dengan Democracy Now! bisa didengar di sini: PRAM DEMOCRACY NOW!

3 Comments Add yours

  1. johanesjonaz says:

    keren!

  2. Ri says:

    Tulisanmu..membuat malam malam sulit tidur saya semakin panjang..

    1. Atre says:

      Aduh baru liat. Sabar ya Teh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s