[Travel Tips] Hindari Kesalahan Umum Backpacker Pemula Ini

Albert Einstein pernah mengatakan, “If you want to try something new, you will make a mistake.”

Jadi, pada dasarnya, kita tidak akan belajar sesuatu jika sebelumnya tidak membuat kesalahan–walaupun tidak selamanya demikian. Ini juga berlaku ketika traveling. Banyak kesalahan seringkali dilakukan oleh traveler atau backpacker yang baru pertama kali melakukan perjalanan. Tapi, sekali lagi, kesalahan ini perlu. Jika bukan untuk pelajaran di perjalanan berikutnya, setidaknya bisa menjadi contoh bagi backpacker lain supaya tidak ikut salah.

Ini dia 10 kesalahan di antaranya.

 

Over-prepared

Kadang-kadang karena terlalu bersemangat atau takut kekurangan di perjalanan, kita menjadi over-prepared. Kita membawa barang bawaan terlalu banyak, sehingga ransel menjadi super berat. Solusi mengatasi masalah ini adalah membuat daftar bawaan sebelum memulai packing. Lalu, stick to the list. Pikirkan barang-barang yang penting dan perlu untuk dibawa, tinggalkan barang-barang yang tidak fungsional tapi ‘hanya ingin’ dibawa saja.

Memilih Ransel yang Salah

Traveler pemula seringkali menganggap remeh pemilihan ransel. Padahal, ransel adalah salah satu elemen sangat penting yang bisa bikin ngetrip jadi menyenangkan.

Ada banyak faktor yang patut diperhatikan ketika hendak membeli ransel, seperti memilih tas yang memiliki strap di pinggang, kenyamanan bahan, frame internal yang membantu berat tas bisa nyaman disangga tubuh, ukuran, kompartemen, desain–jadi tidak hanya persoalan warnanya lucu atau harganya murah. Percayalah, backpack yang bikin sakit juga bakal bikin perjalanan kita menderita.

Membeli Banyak Perlengkapan Baru

Demi liburan yang sempurna, traveler pemula kerap terlalu bersemangat untuk membeli barang ini-itu. Mulai dari aksesori kamera, handuk baru, tas, sepatu, pakaian, bahkan ponsel baru yang mahal. Lalu, ketika liburan, kita hanya membawa uang seadanya. Kita lupa masih membutuhkan cadangan uang untuk kebutuhan selama traveling. Lebih baik simpan uang tersebut untuk kebutuhan di perjalanan, alih-alih membeli barang-barang baru yang sebetulnya kita sudah punya.

Underprepared

Berkebalikan dari over-prepared, ada juga orang yang terlalu santai menghadapi perjalanan, lalu meremehkan segala hal yang seharusnya dipersiapkan. Contohnya adalah ketika kita tidak membawa barang-barang yang kita butuhkan, seperti tidak membawa kantong tidur atau trangia saat pergi berkemah. Tidak siap membawa makanan saat harus mengeksplorasi taman nasional. Atau tidak bersiap minum obat antimalaria ketika hendak bepergian ke daerah rawan malaria.

Ketidaksiapan dalam perjalanan ini memang kadang-kadang tidak berpengaruh apa-apa pada diri kali, selain kekecewaan karena banyak agenda aktivitas yang gagal dilakukan. Tapi, dalam keadaan tertentu, ketidaksiapan ini bisa mengancam keselamatan hidup kita, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tidak atau Malas Riset

Ini bisa berbahaya. Padahal, dengan mencari tahu destinasi yang akan kita tuju sebelum berangkat, akan memudahkan kita mendapatkan gambaran medan, informasi cuaca sehingga kita bisa sesuaikan dengan pakaian yang kita bawa. Kita juga bisa tahu tempat-tempat menarik, penginapan yang sesuai keinginan, sampai etika yang berlaku di kawasan setempat. Semakin banyak tahu tentang tempat yang akan dituju, kita akan semakin menikmati perjalanan.

Terlalu Memaksakan Diri

Ketika sudah di tengah perjalanan, para pemula kerap menganut paham aji mumpung. Mentang-mentang ada di negara atau kota tersebut, kita memaksakan diri untuk pergi ke sebanyak mungkin tempat sampai melupakan istirahat dan makan yang cukup. Hindari melakukan hal ini karena kita justru berisiko jatuh sakit. Akan sangat konyol ketika kita terkapar di ranjang dan tidak bisa ke mana-mana karena kelalaian sendiri, padahal kita di Iceland!

Kehabisan Uang

Masalah lain yang sering banget dialami oleh para traveler pemula adalah kehabisan uang di tengah perjalanan. Hal ini karena ketidakmampuan mengontrol pengeluaran, dengan berbelanja terlalu banyak suvenir. Oleh karena itu, selalu persiapkan kartu kredit saat liburan. Selain untuk berjaga-jaga, kartu kredit juga kerap menawarkan berbagai promo yang bisa membawa keuntungan untuk kita, seperti potongan harga untuk pembelian tiket pesawat atau hotel, sampai sekadar makan.

Mabuk

Bersenang-senang ketika traveling memang harus, seperti mungkin mencoba minuman beralkohol khas suatu negara barang satu atau dua gelas saja. Tapi, jika akhirnya kebablasan dan membuat kita tidak sadar (mabuk), ini yang gawat. Kita bisa jadi dihadapkan pada situasi yang berbahaya, entah tersesat atau kecurian. Menjaga diri agar tidak mabuk saat traveling adalah pilihan yang cerdas agar kita terhindar dari bahaya atau terluka. Stay sober, guys.

 

So, jadilah traveler pemula dengan pengetahuan yang memadai. Bersenang-senanglah semaksimal mungkin, live to the fullest, tapi tetap waspada. Hindari kesalahan yang biasa dilakukan saat di perjalanan.

2 Comments Add yours

  1. Dea says:

    Boleh tahu kamu pakai ransel apa yah? Lagi nyari-nyari yang pas nih.

    1. Atre says:

      Aku ganti-ganti sih, antara Eiger 35 liter atau Deuter Act Lite yang 35 liter juga. Lagi kesengsem banget sih sama Osprey Atmos tapi belum ketemu yang warnanya pingin (baby blue).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s