Merayakan AirAsia Bloggers’ Community 3rd Anniversary di Jakarta

Nia Novelia si empunya suara renyah duduk paling kiri.
Nia Novelia si empunya suara renyah duduk paling kiri.

Suara Nia Novelia (AirAsia Indonesia) dari seberang telepon terdengar renyah. Ia bicara dengan nada suara bersemangat. Yang dibicarakan adalah perkara undangan AirAsia Bloggers’ Community (AABC) 3rd Anniversary Party yang kali ini digelar di Jakarta. Tepatnya, di DoubleTree by Hilton, Cikini. Saya menjadi salah satu blogger asal Indonesia yang menerima undangan ini.

AirAsia Bloggers’ Community sudah ada sejak 2013. Isinya adalah blogger, vlogger, influencer dari negara-negara di mana AirAsia beroperasi: Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Australia, Cina, Jepang, Korea Selatan, dan India. Pesta tahunan bernama AirAsia Bloggers’ Community sudah tiga kali digelar. Yang pertama, diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan 2nd Anniversary tahun lalu berlangsung di Bangkok, Thailand.

Tidak terlalu sulit untuk memutuskan ikut serta dalam acara kumpul bloggernya AirAsia ini. Entah karena Nia jago membujuk-rayu. Entah juga karena saya sudah telanjur kepincut oleh rundown AABC 3rd Anniversary Party yang terlihat menjanjikan kesenangan besar dibalut banyak challenge. Challenge 1 bahkan sudah dimulai sejak H-1 #AABC2016 dengan tema Travel Great with AirAsia. Saya akhirnya mengiyakan undangan ini.

A lotsa challenge, me likeeyyy <3
A lotsa challenge, me likeeyyy❤

Saya sama sekali tidak keliru. AABC 3rd Anniversary Party ini mungkin masuk salah satu weekend paling unik buat saya, tahun ini.

Hello, Bloggers

Tak ada yang paling menggembirakan selain mengenal kawan-kawan baru dan menghabiskan waktu dengan kawan-kawan lama secara bersamaan. Selain saya, ada 12 blogger asal Indonesia lain yang juga diundang di acara AABC 3rd ini. Sebagian sudah saya kenal baik itu secara personal, seperti Wira Nurmansyah, ataupun hanya dari nama saja, seperti Nike Prima (ini mah aku ngefans!), Suci Utami, Kadek Arini, Daniel Giovanni, Michelle Hendra, atau Inne Nathalia (roommate saya selama AABC), sebagian lagi betul-betul baru di telinga saya, seperti Nurul Noe, Mita Yulian Sasmita, Katerina, Astari Nadya, atau Rifa Mulyawan (padahal mereka blogger-blogger kece, emang aku aja yang nggak gaul. Ampuunnn).

Blogger-blogger Indonesia versi tidak lengkap untuk #AABC2016. (Foto: @noetraveler)

Saat semuanya, ketiga belas orang, bertemu di DoubleTree by Hilton pada 12 November, pembicaraan seperti saling-silang, seperti peluru saling tembak ke segala arah. Ramai betul. Tapi, berita baiknya adalah semua saling cocok, serba akur. Terkoneksi berkat AirAsia.

Obrolan semakin hangat karena chocolate cookies yang baru matang dari DoubleTree by Hilton. Hotel ini memang punya signature welcoming cookies yang populer. Cookies ini menjadi tema Challenge 2 #AABC2016.

Chocolate cookies ena' khas DoubleTree by Hilton.
Chocolate cookies ena’ khas DoubleTree by Hilton.

Begitu tahu saya bakal menghabiskan weekend di DoubleTree, banyak kawan bilang, “Jangan lupa coba cookies-nya.” Dan memang, enak pake banget. Tambah enak ketika sampai di kamar, bisa menikmati cookies dengan segelas teh hangat, dan memandang Jakarta yang hujan dari balik jendela. Sekadar catatan, jangan lupa sempatkan jalan-jalan ke seluruh pelosok DoubleTree by Hilton, Cikini. Terutama, bagian pool-nya. Harus.

Baru pada malam harinya, seluruh blogger se-Asia juga PR dari AirAsia Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, India, China, Filipina, Singapura, dan Indochina bergabung dalam acara welcome dinner bersama AirAsia SANTAN Combo.

Malam itu, Baskoro Adiwiyono (Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia) mewakili AirAsia Indonesia menyempatkan diri menyambut semua blogger yang berbahagia—dan tentu saja, sudah kelaparan. Ha-ha-ha.

Ini bukan sekadar dinner biasa. Malam itu, menu yang disajikan untuk santap malam adalah makanan-makanan dari SANTAN yang mewakili citarasa negara-negara ASEAN, yang dikemas seperti in-flight meal. Mulai dari Nasi Padang, Nasi Kuning Manado (Indonesia), Pad Thai, Sticky Rice with Mango (Thailand), Nasi Kerabu (Malaysia), sampai Purani Dili Ke Raseele Rajma with Jeera Rice, Cheese Omelete, Lyonnaise Potatoes and Chicken Tikka (India). AirAsia SANTAN Combo ini adalah tema Challenge 3 #AABC2016.

Kebetulan, saya dan Rifa duduk semeja bundar bersama kawan-kawan dari Malaysia, Brunei, dan Myanmar. “Welcome to Jakarta,” saya bilang, sembari memperkenalkan diri berkeliling meja—sebelum mereka mulai sibuk foto sana-sini lalu bersantap. Mereka rupanya menganggap challenge-challenge ini dengan serius. Jelas, sih, karena hadiahnya adalah tiket gratis PP dengan rute AirAsia ke mana saja yang diinginkan. Game on!

 

Keliling Kota Tua untuk AABC Fun Race Challenge

Yang tidak saya ceritakan dari welcome dinner adalah bahwa kami dibagi menjadi 9 tim untuk team challenge bernama AACB Fun Race yang dilakukan pada 14 November. Semua tim bakal mengeksplorasi Kota Tua (Old Town/ Oud Batavia), Jakarta, dan menyelesaikan 6 tantangan—atau yang disebut quest. Tantangan itu berhubungan dengan transportasi publik, landmark di Kota Tua, wayang, street performers, makanan Indonesia, dan video tim tentang keseruan AirAsia Fun Race. Terdengar njelimet, tapi kenyataannya sederhana.

Bisa bayangkan Amazing Race, ajang kompetisi jalan-jalan yang konsepnya menyelesaikan teka-teki dan berkejaran dengan waktu? Nah, AABC Fun Race seseru itu, tapi tidak setergesa itu. Tidak perlu jadi yang pertama tiba di garis finish—yaitu DoubleTree by Hilton—untuk menang. Yang terpenting, tiap tim sudah menyelesaikan quest dan tiba di garis finish sebelum pukul 3 sore. Supaya tetap “fun”.

Saya masuk tim paling bungsu, tim 9 yang dinamai #TeamBetawi. Bersama saya, ada Suci Utami (Indonesia), Elana Khong (Malaysia), Hrish Bhavan Thota (India), Pg Muhd Syahreen Pg Metassan (Brunei Darussalam), Yow Hong Chieh (AirAsia Regional), dan Yen Dreyfus (AirAsia Filipina).

#TeamBetawi are (from left to right) Hrish, Suci, Elana, Kurapak, Yen, Atre, and Hong. (Foto: @kurapak)

Saya pribadi rada deg-degan. Bukan karena anggota #TeamBetawi, tapi karena bakal ke Kota Tua di hari Minggu. Tahu sendiri padat dan ramainya di sana, ‘kan? Hanya saja, melihat teman-teman lain yang bersemangat, akhirnya kekhawatiran reda juga. Kami diberi bekal e-money Rp50.000 untuk naik transportasi publik, dan uang saku Rp100.000 untuk makan siang.

Kami mengeksplorasi mulai dari bajaj di depan Stasiun Cikini, Stasiun Jakarta Kota, Museum Fatahillah, Museum Wayang, beberapa street performer di kawasan Kota Tua, sampai mencoba street food, seperti ketoprak, pecel sayur, mie ayam, sampai nasi goreng.

Meskipun dari berbagai negara, kami bisa berbaur dengan apik. Saya dan Mbak Suci sebagai tuan rumah kerapkali memberikan penjelasan sepanjang perjalanan. Ketika sudah di tengah fun race, rasanya seperti tidak sedang berkompetisi. Rasanya seperti sedang jalan-jalan bersama teman-teman baru—di sela tentu saja sibuk memikirkan memproduksi foto dan video yang menarik untuk kepentingan quest.

Hong, misalnya, tertarik dengan beberapa arsitektur yang ia lihat dalam perjalanan dengan kereta menuju Kota Tua. Ia melihat Monas dan sebuah gedung perkantoran yang unik, lalu bertanya kepada saya tentang bangunan-bangunan tersebut. Ia juga yang di akhir ketahuan paling doyan kerak telor.

Kurapak, satu-satunya blogger dari Brunei Darussalam, yang paling fasih bahasa Indonesianya (ia mengenal kosakata “masbro” dan “ala ala” seperti bahasa gaul Indonesia), termasuk salah satu anggota #TeamBetawi yang paling semangat untuk urusan kreatif foto-foto.

Elana dan Yen. Mereka lebih terkesima dengan betapa ramainya Kota Tua kala itu. Elana yang bertubuh sangat fit (aku mah envy banget liat otot-ototnya) senang-senang saja harus jalan-jalan di bawah terik matahari yang pol. Sementara, Yen di ujung hari terlihat mulai pusing dan kepanasan. Wajahnya memerah.

Yang menarik justru Hrish (atau panggilan akrabnya Dhempe) dari India. Ia merasa, India lebih panas dan padat daripada Kota Tua saat itu. Jadi, terlihat betul ia menikmati berkeliling Kota Tua, dan menikmati betul makanan Indonesia (Dhempe doyan banget ketoprak!). Ia bahkan sampai sempat membeli balon gas berbentuk karakter kartun untuk anaknya di India (aku nggak ngerti gimana cara bawanya).

Saya dan Mbak Suci fokus pada produksi video tim berkonsep #mannequinchallenge yang belakangan sedang tren. Ganti-gantian menjadi kameraman, dan akhirnya video diedit oleh Mbak Suci.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Fun race berjalan lancar, di luar kartu e-money milik Dhempe yang tidak bisa digunakan. Jadi, kami harus membeli tiket satu kali jalan khusus untuk Dhempe.

Kami sudah tiba di DoubleTree pukul 2 sore. Strateginya adalah tiba di dekat garis finish lebih awal. Lalu, punya waktu 1 jam untuk posting semua quest di akun Instagram masing-masing. Kami akhirnya bisa selesai di waktu yang lebih awal, dan punya waktu istirahat yang juga lebih banyak–sebelum tiba waktu Gala Dinner. Yipppieee!

 

Gala Dinner, This is Not the End

Weekend hampir usai. Artinya, acara kumpul-kumpul seru #AABC2016 juga hampir rampung. Sebagai penutup, digelarlah Gala Dinner masih di DoubleTree by Hilton dengan dresscode pakaian tradisional.

Dari Indonesia, entah karena memang anggotanya paling banyak atau juga karena kekayaan ragam pakaian tradisionalnya, kami muncul dengan nuansa paling meriah. Saya sendiri mengenakan pakaian adat Sulawesi Selatan, yaitu baju bodo. Teman-teman lain memilih pakaian adat yang bermacam-macam, antara lain Padang, Dayak, Toraja, Bali, Jawa, dan Betawi.

Bukan berarti negara-negara lain tidak meriah. Kostum China dan Taiwan mengingatkan saya pada film Putri Huan Zhu. Teman-teman dari India cantik dengan kain sari. Saya pribadi paling favorit dengan kostum dari Thailand—yang akhirnya memang memenangkan Best Costume tahun ini.

Saat Gala Dinner ini juga diumumkan pemenang untuk berbagai challenge yang sudah dilakukan sejak H-1 #AABC2016. Challenge 1, Travel Great with AirAsia, dimenangkan oleh Lazy Ivy (Taiwan). Untuk Challenge 2, pemenang #cookiemomentjkt supported by DoubleTree by Hilton adalah Wira Nurmansyah (Indonesia). Pemenang Challenge 3 #AirAsiaSantanCombo adalah Baharudin Bin Che Wil dari Malaysia.

Dan, untuk pemenang AABC Fun Race Challenge adalah (( drumroll )) (( drumroll )) (( drumroll )) #TEAMBETAWI. TIMNYA AKUUU… AUOOOO… Aduh, kami yang tidak ambisius ini menang. Happy banget sumpah. We won, Mbak Suci, Dhempe, Yen, Hong, Elana, Kurapak! Wohooo…

Sungguh cara yang paling tepat untuk menutup akhir pekan. #AABC2016 AirAsia Bloggers’ Community 3rd Anniversary kelar sudah. Kabarnya, tahun depan, AirAsia Bloggers’ Community bakal digelar di India. Semoga kita bisa berjumpa di sana, ya, teman-teman blogger. Ini bukan perpisahan. Keep in touch, guys!

Terakhir, terima kasih buat kawan-kawan AirAsia Indonesia yang sudah dengan ajaib mengemas #AABC2016 jadi menarik. Sukses terus untuk kalian.

AirAsia Indonesia crew. Great event, guys!

 

Catatan:
Untuk bergabung sebagai anggota AirAsia Bloggers’ Community (AABC), kamu bisa mengirim e-mail ke aabc_id@airasia.com dan AirAsia akan mengirimkan formulir registrasi untuk diisi.

Dan, untuk melihat sendiri keseruan AABC 3rd Anniversary Party di media sosial, silakan telusuri tagar #AABC2016.

6 Comments Add yours

  1. teronggemuk says:

    Itu balon kan 2-3 hari jadi letoy dan leyot. Ada-ada aja si Dhempe. Haha…

    1. Atre says:

      Ya kaaaaan, ada-ada aja, tapi dia emang yang paling semangat kemaren pas jalan-jalan Kota Tua. Hihihi.

  2. Noe says:

    Tim Betawi emang keren deh videonya. Layak menaang, aku cukup bahagia jd runner up aja. Hiihihi. Btw, jd kapan kita karokeaaan😀

    1. Atre says:

      Kayaknya perihal karaoke harus dibicarakan dengan saksama di grup deehh. Karena pembicaraannya bakal panjaaaang.

      Oh iyaaaa, timmu runner up yaaaa. Selamat jugaaaa~

  3. hae kakak hits, salam kenal dari aku :p
    ummm finally aku ada foto selfie berdua sama kamu loh kaaak. tapi wajah kamu hina kak di foto selfie ituu. jadi kapan mau foto selfie lagi sambil ajarin ilmu motret dan videografi kak ? *ini pertanyaan serius kak* wkwkkw

    1. Atre says:

      Hahahaha, silakan hina aku sepuasnya. Kamu suci aku penuh dosaaaaa… #terAwkarin hahaha. Eh kamu nggak salah? Kalo minta ajarin foto sama videografi kan sama Wira kak, bukan sama aku kak. Aku hanyalah remah-remah kehidupan kak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s