[Travel Tips] Google App for Traveler

Setiap hari, berbagai jenis aplikasi lahir, baik itu untuk ponsel atau komputer. Jumlahnya ratusan, mungkin sampai ribuan atau ratusan ribu. Kategorinya beragam tentu saja, dengan tampilan aplikasi menarik dan biasanya dibuat “mudah akrab dengan pengguna”. Kian waktu bahkan semakin canggih saja.

Lalu, apa yang membuat Google App menonjol dari aplikasi-aplikasi lain yang serupa?

Saya akrab dengan dunia traveling, baik untuk urusan pekerjaan maupun sekadar leisure. Pekerjaan sebagai penulis mengharuskan saya untuk selalu bepergian dari sini ke sana, dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain.

Kalau zaman dulu, Vasco da Gama, penjelajah asal Portugis, mungkin berhasil mencapai India karena membaca peta atau mengamati petunjuk rasi bintang dan mata angin. Begitu pula Matthew Flinders dari Inggris yang berhasil mengelilingi Australia. Atau, Barents yang melakukan ekspedisi perjalanan dari Belanda ke Asia melalui Kutub Utara.

Ringkas kata, untuk dapat mencapai sebuah tempat yang asing dan jauh, mereka bergantung pada peta, sampai rasi bintang. Untuk bisa membaca rasi bintang, atau bahkan mata angin, bukan perkara gampang. Perlu kemampuan yang terlatih untuk itu.

Tapi, zaman sekarang, sebuah perjalanan bisa direncanakan dengan cara lebih praktis.

Tanpa sadar, saya pribadi banyak menggunakan produk Google. Gmail. Google+. Google Maps. Google Translate. Anda juga pasti begitu—sadar atau tidak. Maka, ketika diajak mengeksplorasi Bali untuk mencoba sebuah produk baru Google bernama Google App, saya bersemangat. Selain karena memang familiar dengan sang brand, juga karena penasaran saja bakal sepragmatis apa produk baru ini.

Putri Silalahi untuk #SelaluTauYangSeru #SelaluTahuBali Google campaign.
Putri Silalahi untuk #SelaluTauYangSeru #SelaluTahuBali Google campaign.

“Lewat Google App, kita bicara soal bagaimana Google bisa membantu saat kita sedang berlibur, berjalan-jalan, atau bahkan dari awal merencanakan liburan itu sendiri,” singkat Putri Silalahi, Head of Product Communications Google Indonesia.

Catatan: perjalanan mengeksplorasi Bali ini bisa ditelusuri lewat hashtag #SelaluTauYangSeru dan #SelaluTauBali di media sosial.

Sebelum menjejakkan kaki di Bali, saya sudah mengunduh (download) Google App. Aplikasi ini bisa diunduh gratis, ngomong-ngomong. Baik itu lewat PlayStore (Android) atau Apps Store (Apple) dengan keywords pencarian “Google App”. Aplikasinya berlogo ikon huruf G dari Google, dengan warna mekuhibi (merah, kuning, hijau, biru).

Selain menggunakan aplikasi ini sendiri, saya akhirnya juga sempat seru-seruan menggunakan Google App untuk mengeksplorasi Bali.

Kegiatan ini sudah dilakukan di 5 kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, dan Medan. Bali adalah kota terakhir rangkaian kampanye #SelaluTauYangSeru.

“Saat ini, ponsel sudah jadi asisten yang mutlak saat berlibur. Maka, kami berharap Google App bisa ikut membantu banyak orang mengetahui dan menemukan pengalaman terbaik di Bali. Dan tenang, nanti bakal ada rangkaian tur versi mini untuk explore beberapa tempat di Bali menggunakan aplikasi ini,” kata Mira Sumanti, Consumer Marketing Manager Google Indonesia, dengan wajah sumringah, diapit oleh Imam Darto dan Gilang Gombloh.

Katamama Hotel - Google Indonesia #SelaluTauYangSeru #SelaluTauBali 

Siapa coba yang tidak pernah mencari sesuatu hal lewat Google Search? Bahkan, kita punya istilahnya sendiri, yaitu GOOGLING. Jadi, Google App ini salah satu fungsinya adalah seperti Google Search, hanya saja jauh lebih canggih. Kenapa canggih? Buat orang-orang yang sangat dinamis, sangat sibuk, atau ‘hanya’ tidak gemar mengetik di ponsel karena sering typo, ini kabar bahagia buat kalian.

Google App punya fitur Voice Commands dengan banyak pilihan bahasa (bahasa Indonesia sudah tersedia, yeay!). Artinya, kita bisa googling tidak lagi dengan mengetik, tapi cukup perintah suara. Berbagai referensi mulai dari “restoran terdekat”, “pantai paling populer”, “jam buka Rumah Sakit X”, sampai “bakso paling enak di Petitenget” bisa digunakan. Lalu, referensinya muncul.

Memudahkan, ya? Memang. Kemudahan pertama, yang tadi sudah disebutkan; kita tidak perlu repot mengetik. Kedua, ia bisa membantu kita mengingat jadwal penerbangan, memesan alat transportasi, mempertanyakan kapan Restoran X belum buka, sampai memberi tahu jadwal penerbangan.

Untuk keseruan traveling bareng Google App, bisa tonton videonya di sini.

Saya dengar kalau nantinya Google App ini bisa membantu mengirimkan SMS atau menelepon seseorang (baru dalam bahasa Inggris). Bahkan, bisa menyetel alarm dan timer. Semua dengan perintah suara. Sungguh memudahkan hidup, ‘kan?”

Kalau yang ingin merasakan sendiri pengalaman memiliki asisten pribadi yang bisa ditanya-tanya dan mengingatkan soal apa pun, langsung unduh Google App di PlayStore atau Apps Store. Google memang #SelaluTauYangSeru, sih, ya.

Mari katakan, “Oke, Google!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s